Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Komitmen The Fed Dongkrak Penguatan Dolar AS

Foto Berita Komitmen The Fed Dongkrak Penguatan Dolar AS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM, Jameel Ahmad mengatakan, menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah The Federal Reserve System (The Fed) mengeluarkan narasi yang konsisten bahwa pengambil kebijakan tetap berkomitmen pada kenaikan suku bunga lebih lanjut secara bertahap dalam pernyataan kebijakan moneter terkini telah menjadi pemicu menguatnya dolar.

"Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang lain di awal perdagangan Jumat, saat laporan ini dituliskan, termasuk semua mata uang G10, kecuali Yen Jepang yang tidak berubah dan menguat terhadap seluruh mata uang Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, kecuali Rubel Rusia yang sedikit menguat, dan semua mata uang Asia kecuali Yen dan Rupee India," jelas dia di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sejujurnya, tidak ada kejutan besar dari keputusan The Fed karena semua orang sudah memperkirakan bahwa suku bunga tidak akan berubah di November. Akan tetapi, investor mencari isyarat nyata bahwa The Fed tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan moneter hingga akhir 2019, dan investor mendapatkannya.

"Poin paling menarik dari pernyataan The Fed adalah kurangnya pembahasan dari The Fed mengenai level volatilitas pasar global saat ini, yang menyiratkan kegigihan The Fed untuk melanjutkan ambisi kenaikan suku bunganya," katanya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin mencerna pernyataan kebijakan ini, tidak akan mengejutkan jika kita melihat divergensi bank sentral ini menjadi perhatian para trader.

Ini adalah kemungkinan alasan di balik momentum negatif di pasar modal Asia pada Kamis malam, walaupun ada kekhawatiran akan pertumbuhan global melambat dan dampak potensi penurunan momentum ekonomi China terhadap ekonomi dunia.

"Saya pribadi berpendapat, penurunan momentum saham diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai kebijakan kenaikan suku bunga di AS dan kembalinya divergensi The Fed," ucap Jameel.

Beralih dari pernyataan FOMC terkini, Pound Inggris akan menarik perhatian investor internasional di akhir pekan perdagangan ini. Pound telah mengalami reli 2% sejak awal bulan, dan ini menyiratkan bahwa investor semakin yakin kesepakatan Brexit akan segera tercapai. Isu kesepakatan Brexit yang hampir tercapai semakin hari semakin menarik perhatian media.

"Saya perlu mengingatkan, berita ini hampir terefleksikan dalam harga Pound dan potensi terjadinya aksi ambil untung adalah risiko yang perlu diperhatikan oleh investor," tutupnya.

Tag: The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Nytimes.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing