Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:59 WIB. Asuransi - Bisnis asuransi kendaraan Wahana Tata (Aswata) menurun.
  • 14:59 WIB. BCA - Jahja Setiaatmadja beli 10 ribu saham BCA.
  • 14:58 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,45% ke level Rp14.395 per dolar AS. 
  • 14:24 WIB. PNM - PNM menawarkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap I Tahun 2019 2 triliun.
  • 14:20 WIB. BGR - BGR dan Pelabuhan Tanjung Priok kerja sama kegiatan bongkar muat logistik.
  • 12:42 WIB. Garuda - Garuda Indonesia segera mengoperasikan empat pesawat kargo.
  • 11:34 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,35% ke level 6.053,95 di akhir sesi I. 
  • 10:39 WIB. AP I - AP I berhasil menggagalkan upaya calon penumpang menyelundupkan berang-berang.
  • 10:37 WIB. Mandiri - Bank Mandiri kembali menggali peluang penyaluran kredit ke sektor pertambangan.
  • 10:36 WIB. Mandiri Syariah - Mandiri Syariah memperluas pemanfaatan NIK data kependudukan dan E-KTP.

Komitmen The Fed Dongkrak Penguatan Dolar AS

Komitmen The Fed Dongkrak Penguatan Dolar AS - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM, Jameel Ahmad mengatakan, menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah The Federal Reserve System (The Fed) mengeluarkan narasi yang konsisten bahwa pengambil kebijakan tetap berkomitmen pada kenaikan suku bunga lebih lanjut secara bertahap dalam pernyataan kebijakan moneter terkini telah menjadi pemicu menguatnya dolar.

"Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar mata uang lain di awal perdagangan Jumat, saat laporan ini dituliskan, termasuk semua mata uang G10, kecuali Yen Jepang yang tidak berubah dan menguat terhadap seluruh mata uang Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, kecuali Rubel Rusia yang sedikit menguat, dan semua mata uang Asia kecuali Yen dan Rupee India," jelas dia di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sejujurnya, tidak ada kejutan besar dari keputusan The Fed karena semua orang sudah memperkirakan bahwa suku bunga tidak akan berubah di November. Akan tetapi, investor mencari isyarat nyata bahwa The Fed tetap berkomitmen melanjutkan kebijakan moneter hingga akhir 2019, dan investor mendapatkannya.

"Poin paling menarik dari pernyataan The Fed adalah kurangnya pembahasan dari The Fed mengenai level volatilitas pasar global saat ini, yang menyiratkan kegigihan The Fed untuk melanjutkan ambisi kenaikan suku bunganya," katanya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin mencerna pernyataan kebijakan ini, tidak akan mengejutkan jika kita melihat divergensi bank sentral ini menjadi perhatian para trader.

Ini adalah kemungkinan alasan di balik momentum negatif di pasar modal Asia pada Kamis malam, walaupun ada kekhawatiran akan pertumbuhan global melambat dan dampak potensi penurunan momentum ekonomi China terhadap ekonomi dunia.

"Saya pribadi berpendapat, penurunan momentum saham diakibatkan oleh kekhawatiran mengenai kebijakan kenaikan suku bunga di AS dan kembalinya divergensi The Fed," ucap Jameel.

Beralih dari pernyataan FOMC terkini, Pound Inggris akan menarik perhatian investor internasional di akhir pekan perdagangan ini. Pound telah mengalami reli 2% sejak awal bulan, dan ini menyiratkan bahwa investor semakin yakin kesepakatan Brexit akan segera tercapai. Isu kesepakatan Brexit yang hampir tercapai semakin hari semakin menarik perhatian media.

"Saya perlu mengingatkan, berita ini hampir terefleksikan dalam harga Pound dan potensi terjadinya aksi ambil untung adalah risiko yang perlu diperhatikan oleh investor," tutupnya.

Tag: The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Nytimes.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22