Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. EPL - Arsenal 2 vs 0 Chelsea
  • 06:36 WIB. EPL - Watford 0 vs 0 Burnley
  • 06:35 WIB. EPL - Southampton 2 vs 1 Everton
  • 06:33 WIB. EPL - Newcastle United 3 vs 0 Cardiff City
  • 06:32 WIB. EPL - Manchester United 2 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

Soal Eksekusi Mati TKI, Ini Pembelaan Dubes Arab Saudi

Foto Berita Soal Eksekusi Mati TKI, Ini Pembelaan Dubes Arab Saudi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama Abdullah Al-Shuaibi memberikan penjelasan bahwa kerajaan Arab Saudi tak pernah merasa gembira atas pelaksanaan eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati.

"Kerajaan Arab Saudi tak pernah merasa gembira dengan diberlakukannya eksekusi mati terhadap Tuti Tursilawati. Sayangnya, upaya-upaya untuk membebaskan Tuti yang dilakukan selama 4 tahun ini tidak membuahkan hasil positif," ujar Osama Abdullah Al-Shuaibi di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, Jumat.

Ia berharap berharap dalam posisi itu keluarga korban memaafkan pelaku, tapi ternyata keluarga korban tidak memberikan maaf.

Terkait notifikasi, Dubes Osama mengatakan Indonesia memahami aturan hukum di Saudi sehingga seharusnya mengetahui konsekuensi eksekusi mati Tuti Tursilawati. Jika upaya hukum untuk Tuti Tursilawati tidak berhasil, maka putusan pengadilan dilaksanakan tanpa perlu adanya notifikasi.

"Setelah pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Tuti Tursilawati, pemerintah Indonesia melalui KJRI di Jeddah sudah mengetahui itu. Di mana 4 tahun setelah dijatuhkan hukuman mati ini, pemerintah Indonesia lewat KJRI berkomunikasi dengan pihak korban untuk melakukan pendekatan-pendekatan agar bisa dimaafkan," ujar Dubes Osama.

Namun upaya tersebut, lanjut Dubes Osama, tidak membuahkan hasil karena akhirnya keluarga korban tidak memberikan permintaan maaf.

"Dan itulah akhirnya terjadi eksekusi mati tersebut," ucap Dubes Osama.

Hukuman mati ini memang yang bersangkutan secara sah melakukan tindakan menghilangkan nyawa, artinya sesuai dengan aturan hukum bahwa hukuman mati itu dilakukan.

"Kita harus melihatnya dari aturan hukum di Arab Saudi secara komprehensif tidak separuh paruh," tutur dia.

Hukum yang berlaku di Saudi adalah hukum yang dipraktikkan kepada semua orang yang melakukan tindakan pembunuhan.

"Tentu juga hukuman mati juga berlaku di masing-masing negara sebagaimana Indonesia juga mempraktikkan hukuman mati kepada pelaku narkotika yang terbukti. Di mana ada juga warga asing yang dihukum mati walau pun ada juga permintaan dari negara asal mereka untuk diberikan maaf," kata dia.

Tapi, karena ini kejahatan yang luar biasa sehingga hukuman mati itu harus dihormati bersama. Begitupun di Saudi yang mempraktikkan hukum syariah.

Selain itu, Dubes Osama menjelaskan apa yang dilakukan Tursilawati terhadap majikannya, Suud Malhaq Al-Utibi bukan upaya membela diri.

"Saya ingin memperbaiki informasi yang belakangan ini tersebar di beberapa media bahwa pembunuhan dilakukan karena pelaku mempertahankan diri sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan. Namun, sebenarnya korban itu umurnya 80 tahun sehingga secara logika tidak mungkin melakukan tindakan yang tidak inginkan oleh kita semuanya," tukas dia.

Tag: Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56