Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Inflasi - Bank Indonesia memperkirakan inflasi di tahun 2018 masih terkendali di kisaran 3,2% (yoy).
  • 16:10 WIB. Inflasi - Per Oktober 2018, Bank Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,28% (mtm) atau 3,16% (yoy). 
  • 15:27 WIB. Kimia Farma - Kimia Farma memberikan bantuan penyediaan sarana air bersih di Desa Girisuko, Yogyakarta.
  • 15:06 WIB. PLN - PLN menyatakan sistem kelistrikan di Sulbagsel berangsur pulih.
  • 14:48 WIB. Saham - Hari pertama perdagangan, saham POLA terangkat naik 68,88% ke level Rp228. 
  • 14:45 WIB. IHSG - Sejak perdagangan sesi II, IHSG menghijau 1,10% ke level Rp6.021.33.
  • 14:45 WIB. IPO - BEI optimis tahun ini ada 65 perusahaan lakukan IPO. 
  • 14:14 WIB. Sandiaga - Kita berencana mendapatkan donatur untuk dana kampanye.
  • 14:14 WIB. Sandiaga - Akan ada revisi kebutuhan dana kampanye.
  • 14:13 WIB. Sandiaga - Sekitar 2-3 bulan ini, hampir Rp30 habis terpakai kampanye.
  • 14:11 WIB. Sandiaga - Formula dipakai agar bukan Gerindra saja  yang diuntungkan, tapi partai pendukung lain.
  • 14:11 WIB. Sandiaga - Kita sudah menemukan formula untuk kampanye bersama Demokrat.
  • 14:10 WIB. Sandiaga - Kritik SBY ke Prabowo adalah masukan kami.
  • 14:08 WIB. Arief Puyono - AHY dapat diproyeksikan untuk 2024 jika Prabowo-Sandi terpilih.
  • 14:08 WIB. Arief Puyono - Jika Prabowo terpilih, AHY bakal disiapkan untuk posisi menteri.

Jubir Jokowi-Ma'ruf: 'Politik Genderuwo' Cara Yakinkan Rakyat untuk Berani

Foto Berita Jubir Jokowi-Ma'ruf: 'Politik Genderuwo' Cara Yakinkan Rakyat untuk Berani
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pernyataan Presiden Jokowi soal "politik genderuwo" adalah cara untuk meyakinkan rakyat untuk tidak pesimis dan takut dari upaya pihak tertentu yang terus berusaha menebar ketakutan.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan hal itu di Jakarta, Jumat, menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut kata "politik genderuwo".

Menurut Arya Sinulingga, "politik genderuwo" adalah bahasa lain dari "firehose of falsehood", sebuah istilah asing yang tentu awam bagi masyarakat Indonesia dan Presiden Joko Widodo membumikannya menjadi "politik genderuwo".

"Pak Jokowi mengatakan 'politik genderuwo' itu sasarannya untuk membangkitkan optimistis dan keberanian dari rakyat Indonesia," ujarnya.

Praktisi media ini menjelaskan, dengan pernyataan tersebut maksudnya agar rakyat jangan mau ditakut-takuti, karena memang sebenarnya tidak ada yang perlu ditakuti.

"Jadi jangan mau ditakut-takuti, karena yang berusaha menakuti itu bicaranya tanpa fakta, hanya 'bluffing'," ucap Arya.

Dalam konteks lebih luas, menurut Arya, pernyataan Presiden Joko Widodo itu juga sebagai peringatan kepada semua pihak yang suka memakai "politik genderuwo".

Wujud politik genderuwo adalah suka menakut-nakuti, membuat seakan-akan ada situasi mengerikan.

"Politik demikian berbeda dengan yang suka membawa kedamaian dan membangun optimisme," katanya.

Menurut dia, politik genderuwo itu juga suka mengada-adakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, misalnya, berusaha membangun kepanikan melalui pernyataan bahwa harga barang-barang naik, Indonesia akan hilang, sebagian besar rakyat Indonesia miskin.

"Sasarannya ingin membangun ketakutan dan kecemasan soal masa depan Indonesia yang tak baik," katanya.

Padahal faktanya, menurut Arya, harga barang-barang sama sekali tidak naik, Indonesia ke depan semakin maju, serta penduduk miskin menurun sampai satu digital.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin, Politik Genderuwo, Pilpres 2019

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Irwan Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00