Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. EPL - Arsenal 2 vs 0 Chelsea
  • 06:36 WIB. EPL - Watford 0 vs 0 Burnley
  • 06:35 WIB. EPL - Southampton 2 vs 1 Everton
  • 06:33 WIB. EPL - Newcastle United 3 vs 0 Cardiff City
  • 06:32 WIB. EPL - Manchester United 2 vs 1 Brighton & Hove Albion
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

BPJS TK Gandeng 1000 Petani Banten

Foto Berita BPJS TK Gandeng 1000 Petani Banten
Warta Ekonomi.co.id, Serang -

Seribu petani di Banten menyatakan ikut program lindungan keselamatan kerja yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Dikoordinir oleh Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), maka 1.000 petani tersebut bersedia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muallif di Serang, Jumat (9/11/2018).

Usai menyerahkan secara simbolis kartu kepesertaan di sela-sela acara Parade Ekonomi Nusantara 2018, Muallif mengatakan petani di Banten merupakan sasaran potensi untuk meningkatkan jumlah peserta.

Ia mengatakan dari sisi kepesertaan, tani dan buruh tani di Banten jumlah yang ikut serta masih kecil, sehingga merupakan potensi besar yang perlu dikejar.

Upaya untuk merangkul pekerja yang bergerak di bidang pertanian agar menjadi peserta, menurut Muallif, suatu hal yang tidak mudah, mengingat mereka belum memahami manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga perlu menyosialisasikannya.

Oleh sebab itulah, kata Muallif, langkah yang tepat dilakukan adalah mengumpulkan para pengurus KTNA se wilayah Banten, dengan memberikan arahan tentang perlunya menjadi peserta BPJS, yang kemudian ia sampaikan kepada anggotanya.

Muallif mengatakan tujuan BPJS Ketenagakerjaan merangkul para petani di Banten tidak hanya sekadar untuk menjadi peserta, tetapi lebih jauh dari itu adalah memberdayakannya dan mencarikan solusi bila mereka mendapatkan permasalahan dalam pekerjaannya, bahkan membantu mencarikan pembiayaan bila mereka kekurangan modal.

Sementara itu, Ketua KTNA Banten Mad Saleh mengatakan pihaknya sangat mendukung program BPJS Ketenagakerjaan karena sangat membantu petani bila mengalami kecelakaan dalam bekerja saat menggarap sawahnya.

Ia berjanji akan menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan itu kepada para petani melalui pengurus KTNA di tingkat kabupaten dan kota, dengan harapan semua petani bisa menjadi anggota.

"Kami memiliki sekitar 7.000 kelompok tani, tiap kelompok rata-rata anggotanya 10 petani, berarti ada sekitar 70.000 petani, belum termasuk buruh tani lepas yang tidak memiliki lahan sawah (penggarap). Potensi besar bila semuanya diikutsertakan," kata Mad Saleh seraya menambahkan pihak BPJS Ketenagakerjaan harus bersedia menyediakan waktu untuk mengadakan sosialisasi untuk pengurus KTNA kabupaten dan kota.

Disinggung tentang cara pembayaran iuran yang dibebankan kepada petani sebesar Rp16.800 tiap bulannya, Muallif mengatakan akan melibatkan KTNA setempat untuk menagihnya, dan diatur proses pembayaran apakah tiap bulan atau beberapa bulan baru dipungut, mengingat petani mengandalkan uang dari hasil sawah.

"Pembayaran bisa satu bulan, atau dua bulan sekali, atau enam bulan sekali, tergantung kesepakatan yang dibuat, karena petani baru bisa membayar jika telah panen," kata Muallif.

Muallif berharap pada tahun 2019 bisa menambah jumlah petani yang ikutserta program BPJS Ketenagakerjaan.

Tag: Petani, BPJS Ketenagakerjaan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56