Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:44 WIB. Liga Eropa - Valencia 2 vs 0 Villarreal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Napoli 0 vs 1 Arsenal
  • 05:43 WIB. Liga Eropa - Eintracht Frankfurt 2 vs 0 Benfica
  • 05:42 WIB. Liga Eropa - Chelsea 4 vs 3 Slavia Prague
  • 21:15 WIB. BBM - Terjadi peningkatan konsumsi BBM sebanyak 2,4% dan LPG sebanyak 2% di Sumbagut.
  • 21:08 WIB. KBS - Krakatau Bandar Samudra Teken Kesepakatan Akuisisi WSB dan MSB.
  • 21:06 WIB. AP II - AP II sedang mengkaji kembali tiga calon lokasi pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penyaluran kredit sektor agribisnis tahun ini akan lebih baik dari realisasi 2018.
  • 20:57 WIB. BNI - BNI memproyeksikan penurunan suku bunga kebijakan BI tahun ini sekitar 25 bps.
  • 20:56 WIB. BNI - BNI memperkuat sistem keamanan digital banking.
  • 20:55 WIB. Garuda - Garuda Indonesia mencatat laba bersih US$20,48 juta pada kuartal I-2019.
  • 20:55 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah berharap nantinya 20% pembukaan rekening bisa dilayani secara digital.
  • 20:42 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019.
  • 20:42 WIB. KAEF - Kimia Farma menggali potensi penjualan kosmetik di tahun ini.

Menlu Retno: Kerja Sama Multilateral Hasilkan Pembangunan Global Inklusif

Menlu Retno: Kerja Sama Multilateral Hasilkan Pembangunan Global Inklusif - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam peringatan Hari PBB (UN Day) ke-73 menekankan pentingnya memelihara kerja sama multilateral dan prinsip multilateralisme untuk mencapai pembangunan global yang inklusif.

"Kerja sama dan sinergi antarnegara diperlukan dalam upaya mencapai pembangunan global yang inklusif," tutur Menlu Retno Marsudi saat membuka kegiatan "talkshow" dan pameran foto bertema "UN and Us: Enggaging People in the Realizing of 2030 Sustainable Development Agenda" di Museum Nasional di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Pada kesempatan itu, Menlu Retno menyampaikan keprihatinan tentang keadaan dunia internasional saat ini yang cenderung meninggalkan prinsip multilateralisme, di mana beberapa negara mulai menganut nilai-nilai unilateralisme dan kepentingan nasional yang sempit.

"Kami mengamati saat ini adanya kecenderungan mengkhawatirkan dari unilateralisme dan kepentingan nasional yang sempit. Dunia cenderung mengabaikan berbagai komitmen dan kesepakatan internasional. Singkatnya, prinsip multilateralisme dan manfaat keberadaan PBB dipertanyakan," ujar dia.

Untuk itu, Menlu RI menekankan bahwa bagi Indonesia, tantangan yang dihadapi dunia saat ini hanya dapat diatasi dengan melestarikan dan memperkuat multilateralisme. Tantangan itu hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama dan kolaborasi antarnegara.

"Prinsip-prinsip multilateralisme memastikan bahwa semua negara memiliki persamaan hak dan suara yang setara. Prinsip-prinsipnya memastikan bahwa yang kuat tidak akan menaklukan yang lemah. Prinsip-prinsip multilateralisme memastikan bahwa paradigma sama-sama menang akan selalu berlaku," ucapnya.

Menlu RI menambahkan bahwa prinsip multilateralisme dapat memastikan kerja sama antarnegara untuk mencapai pembangunan global yang inklusif dengan menegakkan prinsip "kemakmuran untuk semua dan tidak ada yang tertinggal".

Untuk itu, menurut Retno, diperlukan tindakan dan kebijakan afirmatif yang mendukung dan berpihak kepada kelompok dan orang-orang yang cenderung mengalami diskriminasi dan atau terpinggirkan.

"Tanpa tindakan dan kebijakan afirmatif, maka mencapai kemakmuran bersama akan sangat sulit," imbuhnya.

"Keberpihakan menjadi sangat penting dalam hubungan internasional, keberpihakan terhadap kelompok rentan, keberpihakan terhadap kepentingan negara-negara berkembang dan negara tertinggal, keberpihakan terhadap negara-negara kepulauan kecil, keberpihakan terhadap perempuan dan anak-anak," pungkas Menlu RI.

Tag: Retno Marsudi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Hafit Yudi Suprobo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26