Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:17 WIB. Indosat - BAKTI dan Indosat menandatangani MoU mengenai pemanfaatan Layanan Palapa Ring.
  • 12:16 WIB. Haji - Kemenag akan bahas tambahan kuota jamaah haji pekan depan.
  • 11:55 WIB. AP I - AP I menyediakan 2.520 kuota untuk kursi gratis mudik lebaran.
  • 11:27 WIB. Telkomsel - Trafik layanan data Telkomsel naik 16,3% saat Pemilu 2019.

PR untuk Dirut Baru Swarna Dwipa

PR untuk Dirut Baru Swarna Dwipa - Warta Ekonomi
WE Online, Palembang -

Direktur baru PD.Perhotelan Swarna Dwipa, Rebo Iskandar melakukan Audiensi dengan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di ruang tamu Wakil Gubernur, Jumat (9/11/2018).

Momen ini dimanfaatkan Rebo dan rombongannya untuk curhat soal PR yang ditinggalkan Direktur Swarna Dwipa sebelumnya.

Diakui Rebo, selama 19 hari dirinya menjabat di PD Swarna Dwipa, peninggalan lama uang real tak sampai dari Rp1 miliar. Menurutnya hal itu tidak masuk akal bila dievaluasi, karena aset Swarna Dwipa yang mencapai kurang lebih Rp1 triliun namun uang operasionalnya kurang dari Rp1 miliar. 

"Jujur saya katakan, untuk bayar gaji pun kami kewalahan, saya khawatir kalo tidak dibayar ini akan jadi gejolak di karyawan. PBB dari hotel pun sampai sekarang belum terbayarkan, karena uang operasionalnya kurang memadai, dan kami harus putar otak mengatasinya." jelas Rebo.

Lebih jauh dijelaskan Rebo, sebenarnya dana bukan tidak ada, akan tetapi sudah terpakai untuk membayar uang muka (DP) pada pekerjaan besar yang dilaksanakan direksi sebelumnya.

"Menurut evaluasi internal kami, ada dana yang terpakai dengan pihak ke-3 oleh direksi lama. Bila dana ini tidak terpakai akan mudah untuk membayar 6 bulan ke depan," tuturnya.

Menanggapi hal ini, Wagub meminta untuk semua memahami kondisi karena saat ini sedang masa transisi kepemimpinan. Ia juga tak ingin terburu-buru dan harus mempelajari hal ini lebih dalam, serta harus mengevaluasi dari berbagai aspek.

"Sebelum saya memberikan solusi, saya ingin semuanya memahami kondisi sumsel karena ada pergantian pimpinan. Tentunya untuk melangkah ke depan tidak akan mungkin melangkah sembarangan, apabila ceroboh tidak akan mungkin nanti smua masalah hasilnya akan baik." jelasnya saat memimpin rapat.

Lebih jauh Mawardi Yahya juga sempat menanyakan kejelasan apa yang menjadi akar masalah, agar dapat disimpulkan dan menjadi hasil untuk kami bertindak.

"Tidak akan mungkin kepempinan baru akan melanjutkan program yang lama bila tidak tahu betul apa permasalahannya, siapa pun pimpinannya, siapapun orangnya. Kami ingin tau apa masalahnya apa kekurangannya, baru kita cari solusi." tegasnya.

Seperti diketahui pemegang saham PD. Swarna Dwipa adalah Pemprov Sumsel. Hanya saja dalam beberapa waktu, Direksi lama melangkah dan mengikat kontrak pada pihak ke-3 tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemegang saham.

"Bila tanpa sepengetahuan pemegang saham, berarti itu tanggung jawab full dari manajemen Swarna Dwipa. Contohnya saja, apabila anak kita berhutang tanpa sepengetahuan orang tua, yang wajib membayar tetap anak tersebut tetapi bila anak itu berhutang dengan persetujuan orang tua, berarti orang tua juga dapat bertanggung jawab atas itu." Jelasnya.

Terkait hal itu Mawardi Yahya meminta kepada manajemen Swarna Dwipa untuk mengaudit secara keseluruhan dan bekerja sama dengan BPKP. 

"Saya minta untuk manajemen Swarna Dwipa untuk menurunkan BPKP untuk melihat di lapangan, keseimbangan antara fisik dan pembayaran. Kami belum bisa melangkah lebih lanjut sebelum manajemen mengaudit segala kegiatan. Apabila sudah diaudit nanti kita bicarakan lagi, mau disetop atau dilanjutkan," tuturnya.

Belajar dari hal ini, Mawardi berharap manajemen Swarna Dwipa yang baru mulai menggunakan manajemen terbuka agar Swarna Dwipa tidak menjadi beban prov Sumsel. 

"Hati-hati dalam melangkah, tidak akan maju apabila manajemen tidak berani, tetapi tetap harus punya perhitungan. Selain itu juga berorientasi pada bisnis, harus pengeluaran seefisien mungkin dan pendapatan sebanyak mungkin, harus untung bukan rugi, intinya harus melihat selera konsumen." ujarnya.

Tag: Perhotelan, Palembang

Penulis: Irwan Wahyudi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Irwan Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26