Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:57 WIB. Mitra - Indonesia-Korea Selatan aktifkan kembali kemitraan ekonomi.
  • 19:56 WIB. Kementan - Kementan memfasilitasi kerja sama petani jagung-peternak ayam di Kab.Blora.
  • 19:55 WIB. Jernang - Pengusaha pembibitan tanaman jernang asal Aceh mulai kembangkan komoditas "Dragon Blood".
  • 19:53 WIB. Migas - Defisit migas pada tahun 2050 akan semakin besar, yakni 3,82 juta BOPD minyak dan 24.398 MMSCFD.
  • 19:52 WIB. Ekspor - Produk kerajinan mozaik asal Bantul tahun ini akan diekspor ke Eropa.
  • 19:51 WIB. Migas - Pemerintah siap kucurkan $1,1 miliar atasi defisit migas.
  • 19:50 WIB. UMKM - Produk UMKM Sulut dipamerkan secara online.
  • 19:49 WIB. UKM - DPR mengatakan BUMN perbankan perlu lebih membantu kinerja UKM.
  • 19:48 WIB. Ekspor - NTT ekspor 75 ton rumput laut ke China.
  • 19:47 WIB. Kebun - Direktur Eksekutif PASPI: pembangunan perkebunan perlu kebijakan jangka panjang.
  • 19:24 WIB. BNI - BNI menargetkan penyaluran kredit ke BUMN tumbuh 12%-15% tahun ini.
  • 19:24 WIB. BRI - BRI membidik penyaluran kredit ke BUMN tumbuh hingga 6% di tahun 2019.
  • 19:21 WIB. BRI - BRI ingin menyalurkan menjadi 77% kredit ke UMKM.
  • 19:19 WIB. Finraya - Saham Finraya dimiliki Mandiri, BRI dan BNI masing-masing 20%.
  • 19:19 WIB. BTN - BTN dipastikan akan menjadi salah satu pemegang saham Finraya.

Perdana Menteri & Presiden Pecah Kongsi, Krisis Menghantui Sri Lanka

Foto Berita Perdana Menteri & Presiden Pecah Kongsi, Krisis Menghantui Sri Lanka
Warta Ekonomi.co.id, Sri Lanka -

Perdana Menteri baru Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, dan 44 mantan politisi telah membelot dari partai yang dipimpin oleh Presiden Maithripala Sirisena.

Sirisena membubarkan Parlemen pada Jumat malam dan menyerukan pemilihan umum pada 5 Januari dalam sebuah langkah yang telah menarik kecaman internasional karena kemungkinan akan memperdalam krisis politik negara itu.

Perebutan kekuasaan yang kuat telah meletus di Sri Lanka dalam dua minggu terakhir setelah Sirisena secara tiba-tiba memecat Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan penunjukan Mahinda Rajapaksa, seorang tokoh pro-Cina, di tempatnya.

Rajapaksa dan 44 mantan politisi dari Partai Kebebasan Sri Lanka (SLFP) kiri-tengah yang dipimpin oleh Sirisena bergabung dengan partai Sri Lanka Podujana Peremuna (SLPP), sebuah partai politik yang dibentuk pada 2016 oleh adik Rajapaksa, Basil, yang pernah menjabat sebagai menteri ekonomi.

Sumber SLPP mengatakan 65 dari 82 mantan anggota parlemen SLFP akhirnya akan bergabung dengan partai baru.

Farhan Haq, juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Guterres telah menggarisbawahi pentingnya menghormati proses dan institusi demokrasi dan menyelesaikan perbedaan sesuai dengan aturan hukum dan proses hukum.

"Dia memperbarui seruannya pada pemerintah Sri Lanka untuk menjamin perdamaian dan keselamatan bagi semua warga Sri Lanka dan menjunjung tinggi komitmennya terhadap hak asasi manusia, keadilan dan rekonsiliasi," ungkap Farhan, seperti dilansir dari ABC News, Senin (12/11/2018).

Sirisena sebelumnya membelot dari SLFP, kemudian dipimpin oleh Rajapaksa, pada tahun 2014 untuk bergabung dengan koalisi oposisi yang menyingkirkan Rajapaksa.

Kemudian Sirisena kembali bergabung dengan SLFP, mengambil alih kepemimpinannya dan membentuk pemerintahan nasional dengan partai dibawah kepemimpinan Wickremesinghe.

Namun, keretakan berkembang atas kebijakan terhadap China dan India antara Sirisena dan Wickremesinghe. Wickremesinghe lebih menyukai investasi dari India sebagai perlawanan terhadap jalan-jalan China dalam proyek-proyek infrastruktur di Sri Lanka.

Tag: Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Via The National

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02