Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:34 WIB. BM - Distributor ponsel lokal keluhkan rugi akibat ponsel BM.
  • 16:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo ungkap aduan pornografi tembus 868 ribu.
  • 16:32 WIB. Youtube - Youtube Rewind 2018 jadi video dengan dislike terbanyak.
  • 16:31 WIB. Mobile Legends - Mobile Legends siap rilis hero baru Kadita yang mirip Nyi Roro Kidul.
  • 16:30 WIB. Grab - Grab punya 220 engineer di pusat riset Jakarta.
  • 16:29 WIB. WhasApp - Pengguna WhatsApp Indonesia bisa nonton Youtube sambing chatting.
  • 16:22 WIB. California - Warga California akan kena pajak SMS.
  • 16:21 WIB. SoftBank - SoftBank tak lagi pakai Huawei.
  • 16:21 WIB. Apple - Fitur Connect Apple Music dimatikan.
  • 16:20 WIB. Apple - Apple digugat soal layar iPhone baru.
  • 16:19 WIB. Samsung - Samsung tambal celah berbahaya di situsnya.

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 5% Belum Optimal

Foto Berita Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 5% Belum Optimal
Warta Ekonomi.co.id, Depok -

Tantangan ekonomi terbesar di Indonesia adalah  mendorong pertumbuhan ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi stagnan diangka sekitar 5%.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan pertumbuhan ekonomi akan semakin memburuk jika pemerintah tidak melakukan apa-apa.

“Jika kita ingin menjadi ekonomi berpenghasilan tinggi dalam dua dekade mendatang kita perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati 6%. Oleh karena itu kita perlu mengisi kesenjangan 5% hingga 6% dengan reformasi kebijakan,” kata Bambang dalam pidatonya yang dibacakan Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bambang Priyambodo di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (12/11/2018).

Bambang mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi  tidak cukup  dibutuhkan  kebijakan fiskal dan moneter.

“Kita perlu mempercepat reformasi struktural yang mencakup investasi dalam infrastruktur, investasi sumber daya manusia, peningkatan teknologi dan reformasi pasar tenaga kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pendorong utama di balik pertumbuhan ekonomi yang stagnan adalah rendahnya produktivitas . Tingkat produktivitas Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

“Produktivitas kita tidak tumbuh tidak secepat negara–negara lainnya,” tegasnya.

Ia  mengungkapkan salah satu penyebab utama dari rendahnya produktivitas  adalah masalah transformasi struktural. Lebih dari 30% tenaga kerja bekerja di sektor pertanian. selain itu Indonesia juga mengalami kemungkinan deindustrialisasi dini.

“Meskipun pangsa industri manufaktur masih relatif tinggi tetapi dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia, pangsa industri manufaktur Indonesia turun terlalu cepat,” paparnya.

Buruknya kinerja industri manufaktur ini kata Bambang memiliki dampak terhadap kinerja perdagangan internasional. Selama kurun waktu 40 tahun, ekspor Indonesia masih didominasi oleh komoditas.“Pada tahun 1970 Malaysia dan Thailand juga bergantung pada komoditas dalam ekspor mereka. Sekarang pangsa terbesar ekspor mereka adalah elektronik,”pungkasnya.

Tag: Pertumbuhan Ekonomi

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00

Recommended Reading