Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:42 WIB. Startup - Simona Ventures ingin danai startup yang usung kesetaraan gender.
  • 20:40 WIB. Pemilu - Saat mas tenang, netizen tak dilarang bahas pemilu di medsos.
  • 20:39 WIB. Samsung - Samsung bawa empat TV 8K ke Indonesia, paling mahal Rp1,5 miliar.
  • 20:39 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A10 dan Galaxy A20 meluncur di Indonesia bulan depan.
  • 20:38 WIB. Facebook - Facebook sepakat tak tayangkan iklan kampanye selama masa tenang.
  • 20:37 WIB. Vivo - Vivo jadi smartphone resmi kompetisi PUBG Mobile tingkat dunia.
  • 20:36 WIB. Oppo - Oppo A5s resmi meluncur di Indonesia, harganya Rp1,999 juta.
  • 19:53 WIB. GM - General Motors kucurkan investasi Rp25,7 triliun dan ciptakan 700 lapangan kerja baru di AS.
  • 19:49 WIB. Indosat - Indosat sebut biaya pasang jaringan telko di MRT Jakarta mahal.
  • 19:48 WIB. Apple - Apple kabarnya bikin video hingga gim berlangganan.
  • 19:47 WIB. WhatsApp - WhatsApp akan keluarkan fitur oountuk bantu kenali hoaks.
  • 19:46 WIB. PUBG - India larang keras PUBG, sampai tahan 10 mahasiswa.
  • 17:17 WIB. Minyak - Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Senin sore karena kekhawatiran perlambatan ekonomi.
  • 17:17 WIB. LKS - Ridwan Kamil kukuhkan pengurus LKS Tripartit Jabar 2018-2021.
  • 17:15 WIB. Rusun - Kementerian PUPR resmikan lima rusun di Provinsi Sumatera Selatan.

Rupiah Kok Kuat, Pengamat Meleset? (2)

Rupiah Kok Kuat, Pengamat Meleset? (2) - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengingatkan pergerakan rupiah yang positif masih bersifat sementara karena pasar dapat bereaksi negatif terhadap hasil tiga pengumuman data ekonomi terbaru. Reaksi yang dapat memicu perlemahan rupiah tersebut dapat terjadi terutama apabila hasil yang diharapkan berada diluar perkiraan konsensus dan pelaku pasar tidak melakukan antisipasi (price in).

"Meski terjadi penguatan rupiah dan kembalinya modal masuk ke pasar obligasi dan saham Indonesia, terdapat tiga pengumuman penting dalam beberapa hari kedepan yang dapat mempengaruhi sentimen pasar," ujarnya.

Pengumuman tersebut adalah realisasi defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2018, pencapaian neraca perdagangan pada Oktober serta Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada pertengahan November. Dalam rilis Bank Indonesia yang diterbitkan Jumat (9/11), defisit neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3,37 persen dari PDB atau sebesar 8,8 miliar dolar AS pada triwulan III-2018 atau secara akumulatif mencapai 2,86 persen terhadap PDB.

Pengumuman kinerja neraca perdagangan Oktober akan diumumkan bersamaan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, yang akan memutuskan penetapan suku bunga acuan, pada Kamis (15/11). Pembenahan berkelanjutan Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan sentimen global terkait normalisasi kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) dapat terus membayangi pergerakan rupiah.

Ia mengatakan selama The Fed masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga maka pergerakan dolar AS terus berpotensi meningkat dan menganggu stabilitas mata uang di negara berkembang. Kendati demikian, Reza memproyeksikan potensi terjadinya kembali depresiasi rupiah, masih terbatas, karena sentimen dalam negeri masih kondusif akibat membaiknya data perekonomian Indonesia.

Untuk itu, kesempatan ini merupakan momentum dari perbaikan defisit neraca transaksi berjalan guna meningkatkan daya tahan stabilitas rupiah agar tidak rentan dari tekanan eksternal hingga beberapa tahun mendatang.

Pemerintah juga telah mengantisipasi terjadinya gejolak mata uang pada 2019, yang dipicu oleh kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga The Fed tahun depan dan ketidakpastian dari perang dagang. Hal tersebut terlihat dari penetapan asumsi nilai tukar sebesar Rp15.000 per dolar AS dalam APBN 2019 dengan mempertimbangkan risiko global yang dapat memicu pergerakan arus modal kembali ke negara maju.

Penetapan ini ikut memperhatikan usulan Bank Indonesia yang memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah pada 2019 berada pada kisaran Rp14.500 per dolar AS-Rp15.200 per dolar AS. Melalui penyusunan APBN yang realistis dan kredibel, pemerintah bersama Bank Indonesia telah menyiapkan mitigasi fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang dapat terjadi tahun depan.

Dengan koordinasi tersebut, pergerakan rupiah terhadap dolar AS diyakini tidak akan terpengaruh oleh tekanan eksternal maupun domestik dalam jangka pendek maupun menengah panjang. Meski demikian, tugas untuk memperbaiki fundamental perekonomian melalui pembenahan neraca transaksi berjalan harus dilakukan secara berkelanjutan karena kabar gembira dari luar bisa saja merupakan angin surga dan tidak terjadi setiap saat.E

Tag: Rupiah, Perry Warjiyo

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,811.94 3,773.16
British Pound GBP 1.00 18,863.79 18,674.98
China Yuan CNY 1.00 2,130.32 2,109.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,294.00 14,152.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.01 10,009.71
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.61 1,803.45
Dolar Singapura SGD 1.00 10,574.83 10,465.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,152.22 15,986.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,512.90 3,474.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,022.96 12,890.06

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6411.251 -114.023 629
2 Agriculture 1467.681 -23.100 21
3 Mining 1862.488 -25.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 901.511 -8.856 71
5 Miscellanous Industry 1253.301 -31.590 46
6 Consumer Goods 2589.678 -73.784 52
7 Cons., Property & Real Estate 457.407 -8.163 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.772 -18.143 72
9 Finance 1244.414 -18.822 91
10 Trade & Service 817.509 -10.958 155
No Code Prev Close Change %
1 BEEF 190 240 50 26.32
2 COCO 525 650 125 23.81
3 BKDP 61 74 13 21.31
4 GAMA 58 70 12 20.69
5 STAR 104 120 16 15.38
6 JSKY 1,480 1,635 155 10.47
7 GDYR 2,100 2,300 200 9.52
8 ECII 990 1,080 90 9.09
9 PSSI 186 202 16 8.60
10 SRAJ 199 214 15 7.54
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 168 130 -38 -22.62
2 KONI 378 310 -68 -17.99
3 GLOB 440 380 -60 -13.64
4 TALF 340 300 -40 -11.76
5 HDFA 179 158 -21 -11.73
6 PEHA 2,630 2,330 -300 -11.41
7 BMSR 150 133 -17 -11.33
8 MFMI 830 740 -90 -10.84
9 KOIN 268 240 -28 -10.45
10 ARTA 700 630 -70 -10.00
No Code Prev Close Change %
1 INDF 7,400 6,775 -625 -8.45
2 JAYA 172 164 -8 -4.65
3 ICBP 10,325 9,400 -925 -8.96
4 ASII 7,250 7,050 -200 -2.76
5 ANTM 960 920 -40 -4.17
6 BBRI 4,060 4,000 -60 -1.48
7 SIMA 168 130 -38 -22.62
8 GGRM 85,900 81,800 -4,100 -4.77
9 BEEF 190 240 50 26.32
10 ADRO 1,425 1,365 -60 -4.21