Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:44 WIB. Otomotif - Yamaha tingkatkan kapasitas produksi double di Filipina untuk tandingi Honda
  • 18:36 WIB. Investasi - China dan Singapura tingkatkan investasi asing di Myanmar
  • 17:28 WIB. Indonesia Open - Jepang  juara umum Indonesia Open 2019 setelah meraih dua gelar.
  • 15:10 WIB. Investor - Perusahaan global private equity sedang mencari dana segar dari Israel, yang sedang kelebihan dana.
  • 14:54 WIB. Bandara - Menhub ingin runaway 3 bisa dioperasikan pada 17 Agustus.
  • 14:01 WIB. Real Madrid - Zidane berharap Gareth Bale segera keluar dari Madrid.
  • 13:14 WIB. Wagub DKI - Gerindra: Wagub DKI Jakarta urusan DPRD, bukan kami.
  • 12:01 WIB. Plastik - Menteri KKP: Indonesia produsen sampah plastik no.2 di dunia.
  • 07:18 WIB. Apollo - Rekaman asli pendaratan Apollo 11 terjual US$1,8 juta pada lelang di Sotheby's.
  • 05:09 WIB. Bilateral - China puji hubungan diplomatik 35 tahun dengan Uni Emirat Arab sebagai hubungan terbaik 

Berani Jual Elpiji Melebihi HET, YLKI Minta Usut

Berani Jual Elpiji Melebihi HET, YLKI Minta Usut - Warta Ekonomi
WE Online, Padang -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat (Sumbar), meminta pihak terkait terutama Pertamina untuk menyelidiki adanya penjualan elpiji bersubsidi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Elpiji tiga kilogram adalah produk subsidi yang harus dijual sesuai ketentuan, karena itu kami mengingatkan pihak terkait seperti Pertamina, Hiswana Migas, dan instansi lain menyelidiki lebih lanjut," kata Ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad di Padang.

Penjualan melebihi HET, katanya, jelas menyalahi aturan. Mengingat pemerintah provinsi Sumbar melalui Peraturan Gubernur Sumatera Barat nomor 95 tahun 2014.

Ia mengatakan penyelidikan itu pertama untuk mencari tahu pada tingkat mana harga penjualan itu meningkat hingga melebihi HET.

"Apakah harga melebihi HET itu sudah naik di tingkat agen dan pangkalan, atau pengecer, bermasalah itu kalau kenaikan terjadi di agen resmi yang ditunjuk Pertamina," katanya.

Ia mengimbau bagi masyarakat yang merasa hak konsumennya tidak terpenuhi untuk melaporkan ke YLKI Sumbar.

 "Setiap laporan akan kita tindaklanjuti kepada instansi serta pihak terkait," katanya.

Sebelumnya harga elpiji bersubsidi di Kabupaten Agam, di tingkat pengecer berkisar Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per tabung sejak beberapa bulan terakhir.

Selain harga cukup tinggi, elpiji yang diperuntukkan untuk warga miskin juga sulit diperoleh, karena tidak semua pedagang pengencer memiliki persediaan.

Di Kabupaten Padang Pariaman harga elpiji tiga kilogram mencapai Rp30.000 per tabung karena habisnya stok bahan bakar tersebut di tingkat agen dan pangkalan daerah.

Tag: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), PT Pertamina (Persero)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Jojon

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67