Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:40 WIB. BUMN - BUMN membuka kesempatan bagi 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang bersertifikat.
  • 22:40 WIB. Dahana - Dahana menggelar acara pengiriman pertama ekspor Cartridge Emulsion ke Australia.
  • 22:39 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV diminta terus tingkatkan pelayanannya di Indonesia Timur.
  • 22:33 WIB. PLN - PLN Disjaya siap sediakan 52 juta VA untuk pengembangan kawasan Astra Modern Land.
  • 22:33 WIB. BTN - BTN menginisiasi sekolah properti bagi pengembang perumahan.
  • 22:33 WIB. MTF - MTF menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp15 miliar dari ajang MTF Autofiesta 2019.
  • 22:32 WIB. Pelindo I - Pelindo I merencanakan belanja modal Rp8 triliun tahun ini.
  • 22:31 WIB. Pelindo I - Pelindo I tengah mencari mitra strategis untuk mengelola kawasan industri Kuala Tanjung.
  • 22:29 WIB. KAI - KAI masih memiliki tujuh lahan potensial untuk dibangun TOD.
  • 21:45 WIB. KA - Progres pengerjaan rel KA Trans Sulawesi Tahap I sudah dalam masa perampungan.
  • 21:44 WIB. Pelindo II - DPR memparpanjang kerja Pansus Pelindo II.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap dapat menyelesaikan proses akuisisi Phapros sebelum Maret 2019.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma menyebutkan nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun-Rp1,5 triliun.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI bidik transaksi EDC Rp107 triliun tahun ini.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI menargetkan pertumbuhan sebesar 94,5% secara yoy transaksi mesin EDC.

Urai Antrean Kapal, Pelindo IV Tambah 6 Alat Baru

Urai Antrean Kapal, Pelindo IV Tambah 6 Alat Baru - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo IV segera mendatangkan 6 unit alat reach stacker dan 1 unit Rubber Tired Gantry (RTG) baru. Pengadaan alat baru dilakukan untuk mengurai antrian kapal yang terjadi di Terminal Petikemas Makassar (TPM) beberapa waktu belakangan ini.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang, mengatakan pihaknya menyadari bahwa belakangan ini ada kenaikan kegiatan bongkar muat barang sebanyak 20% di TPM, ditambah dengan uji coba pengoperasian di pelabuhan baru Makassar atau Makassar New Port (MNP) yang baru dilakukan soft launching pada 2 November lalu.

“Kami mencoba mencari solusi [untuk mengatasi antrian kapal di TPM] dan salah satu solusinya adalah menambah peralatan baru, terutama di TPM,” kata Farid usai menerima stakeholder yang terdiri dari pelaku usaha perusahaan pelayaran dan pelaku usaha ekspor di Ruang Rapat Lantai 6, Senin (12/11). 

Selain menambah alat baru, dia juga mengatakan pihaknya segera melakukan pengaturan sistem yang lebih baik lagi di pelabuhan, terutama di Pelabuhan Makassar dan TPM yang tercatat sebagai pelabuhan tersibuk di antara 27 pelabuhan yang dikelola oleh BUMN penyedia jasa kepelabuhanan ini.

“Kami akan melakukan perencanaan operator di pelabuhan dengan lebih baik lagi. Tentunya, kami juga akan mengoptimalkan shift 3 dengan lebih maksimal,” terangnya.

Farid menyebutkan dalam dua hari ini, pihaknya segera mendatangkan 6 unit alat reach stacker untuk kegiatan receiving dan delivery dari TPM. Sementara untuk tambahan alat RTG, akan segera dipercepat. “Tadinya kami merencanakan kedatangan alat RTG baru pada April tahun depan. Tapi kemungkinan akan dipercepat pada Desember 2018,” ujarnya.

Terkait dengan pengoperasian MNP, Farid menegaskan kehadiran pelabuhan baru itu di Makassar bukan untuk mematikan atau melemahkan keberadaan Pelabuhan Makassar, utamanya TPM. Justru lanjut orang nomor satu di Pelindo IV ini, kehadiran MNP untuk memperkuat posisi TPM yang selama ini dikenal sebagai pelabuhan tempat bongkar muat dan ekspor impor barang terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Bahkan, pihaknya akan mempercepat pengoperasian MNP begitu izin dari Kementerian Perhubungan dikeluarkan, guna meminimalisir antrian di pelabuhan yang lama di Makassar. Pihaknya juga menampik bahwa dermaga MNP hanya diperuntukkan bagi kapal milik perusahaan pelayaran asing. “Tentunya, MNP juga akan melayani kapal-kapal barang milik perusahaan pelayaran nasional, seperti yang selama ini dilakukan di TPM.”

General Manager Pelindo IV Cabang TPM, Yosef Benny Rohy, menuturkan kedatangan 6 unit alat reach stacker untuk kegiatan receiving dan delivery dari TPM, bukan untuk menutupi kekurangan alat yang di TPM, tetapi memperkuat kekuatan alat yang selama ini sudah dimiliki. 

“Sekarang alat reach stacker yang beroperasi ada 16 unit, ditambah dengan 6 unit, akan jadi 22 unit alat reach stacker yang melayani kegiatan receiving dan delivery di TPM,” sebutnya.

Dia mengatakan dengan total 22 unit alat reach stacker yang nanti dimiliki, TPM sudah bisa melayani kegiatan receiving dan delivery sebanyak 300 box per hari. Dengan jumlah alat yang ada sekarang, pihaknya mengakui hanya bisa melayani 150 sampai 200 box per hari.

Meski begitu, Yosef menjelaskan bahwa sebenarnya kegiatan receiving dan delivery berputar, bahkan rerata dalam sehari bisa melayani 2.000 box. “Hanya memang dengan banyaknya kegiatan receiving dan delivery, tentunya kami membatasi kegiatan bongkar muat. Tapi dengan alat yang baru nanti, kami bisa lebih fokus meningkatkan dan mengakselerasikan antara kegiatan bongkar muat dengan receiving dan delivery.” 

“Kedatangan alat RTG yang baru nanti akan difokuskan untuk kegiatan bongkar muat, sedangkan reach stacker difokuskan pada receiving dan delivery,” tegas Yosef.

Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Kapal Indonesia (Indonesia National Shipowners Association/INSA) Makassar, Zulkifli Zahril mengungkapkan bahwa kehadiran MNP merupakan salah satu solusi yang bagus sekali. 

Apalagi menurutnya, antrian kapal di TPM yang terjadi beberapa waktu belakangan ini membuat pengeluaran yang harus dirogoh dari dalam koceknya cukup membengkak. “Semoga Pelindo IV segera menemukan solusi atau kebijakan terbaik, agar bisa segera mengatasi permasalahan ini,” katanya. 

Sementara Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief R. Pabettingi, berterima kasih atas pembangunan MNP yang diinisiasi oleh PT Pelindo IV. Menurutnya, kecepatan dan pelayanan pelabuhan sangat menentukan ekspor Sulsel bisa diterima dengan cepat di negara tujuan.

Dia berharap dengan kehadiran MNP, pelayanan yang dilakukan Pelindo IV selama ini bisa meningkat lebih baik lagi.

Para stakeholder pelabuhan mengakui, setiap kejadian yang terjadi di pelabuhan utamanya di TPM, bukan sepenuhnya kesalahan Pelindo IV. Namun mereka berharap, selalu ada solusi terbaik dari setiap permasalahan yang terjadi. 

Tag: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) IV - Pelindo IV, Pelabuhan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Pelindo IV

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24