Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:14 WIB. Ekspor - Kemenko maritim menyambut baik dukungan BPOM untuk ekspor garam kristal.
  • 19:12 WIB. Listrik - Diskon tarif listrik 900 VA tingkatkan daya beli.
  • 19:11 WIB. Ekspor - Kemenperin memacu ekspor lima sektor industri yang pertumbuhannya di atas 5%.
  • 19:10 WIB. Debat - Debat kedua diamankan 2.981 personel gabungan.
  • 19:09 WIB. AirAsia - AirAsia indikasikan ada intervensi kompetitor ke agen perjalanan online.
  • 19:08 WIB. VAR - Kementan kirim 9.000 dosis VAR ke NTB.
  • 19:07 WIB. Debat - Jokowi bukan hanya menekankan soal infrastruktur saat debat capres kedua.
  • 19:06 WIB. TCL - TCL sedang membuat 5 gawai yang bisa dilipat jadi jam tangan.
  • 19:03 WIB. Bola - Persija 2-2 Tira-Persikabo.
  • 19:03 WIB. Debat - Jokowi bakal All Out di debat capres kedua (17/2/2019).

OJK: Hadapi Kemajuan Teknologi di Sektor Keuangan dengan Sinergi

Foto Berita OJK: Hadapi Kemajuan Teknologi di Sektor Keuangan dengan Sinergi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam rangka menyambut HUT ketujuhnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan seminar nasional bertajuk "Financial Sector 4.0: Synergizing Fintech and Financial Institutions" di OJK Infinity, Jakarta, Selasa (13/11/2018). Seminar tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Komisaris OJK, Nurhaida. 

Dalam sambutannya, Nurhaida mengatakan, saat ini OJK tengah menghadapi tantangan terkait dengan kemajuan teknologi di bidang jasa keuangan. Kemajuan teknologi perlu dihadapi dengan perhatian dan partisipasi dari seluruh stakeholders di industri jasa keuangan karena memiliki pengaruh yang besar.

"Hal itu harus diantisipasi oleh para stakeholders di bidang jasa keuangan. Melalui kolaborasi, tantangan bisa diubah menjadi kesempatan, kerja sama antara para stakeholders akan sangat dibutuhkan," ujarnya.

Selain itu, ia berujar, dengan adanya kolaborasi antara lembaga jasa keuangan dan perusahaan financial technology (fintech), kemajuan industri keuangan di Indonesia pun akan berjalan dengan baik. Inovasi keuangan digital dari fintech tidak akan mematikan lembaga jasa keuangan konvensional, begitu pula sebaliknya.

"Sebetulnya malah bisa disinergikan. Lembaga jasa keuangan, perusahaan efek, asuransi, untuk mencapai masyarakat yang jauh, mereka butuh biaya besar. Di situlah bisa dibangun kerja sama dengan fintech yang memiliki kemampuan jangkauan yang lebih luas untuk meminimalisir biaya," papar Nurhaida.

Ia menambahkan, kedua stakeholders itu tak harus berkompetisi. Sebaliknya, mereka bisa berkoordinasi dan berkolaborasi, sehingga sektor keuangan lebih maju dan meningkat. Dengan begitu, sektor keuangan di Indonesia bisa menciptakan terobosan agar tidak tertinggal dari negara lain. 

Nurhaida berkata, "Semoga bisa tercipta banyak pengembangan bagi industri jasa keuangan di indonesia melalui sinergi dan kolaborasi."

Revolusi industri sebelumnya telah meningkatkan pendapatan per kapita, menurut Nurhaida. Oleh karena itu, ia berharap revolusi industri 4.0 juga memiliki dampak serupa. Karena itu seluruh pihak di industri jasa keuangan perlu bekerja sama untuk menghadapi persaingan di revolusi industri 4.0 ke depannya. 

"Persiapan menghadapi industri 4.0 harus menjadi prioritas utama kita. Banyak perusahaan harus melakukan perubahaan yang memanfaatkan teknologi, mulai dari robotik, AI, dan Big Data. Kami mengajak para stakeholders untuk bekerja sama. Kalau tidak dihadapi bersama, tentu kita akan kalah bersaing dengan negara lain," tutup Nurhaida dalam sambutannya.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), revolusi industri

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31