Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:17 WIB. Indosat - BAKTI dan Indosat menandatangani MoU mengenai pemanfaatan Layanan Palapa Ring.
  • 12:16 WIB. Haji - Kemenag akan bahas tambahan kuota jamaah haji pekan depan.
  • 11:55 WIB. AP I - AP I menyediakan 2.520 kuota untuk kursi gratis mudik lebaran.
  • 11:27 WIB. Telkomsel - Trafik layanan data Telkomsel naik 16,3% saat Pemilu 2019.

2019, Dana Bergulir Pola Syariah Bisa Langsung Diakses UMKM Tanpa Perantara

2019, Dana Bergulir Pola Syariah Bisa Langsung Diakses UMKM Tanpa Perantara - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Skim pembiayaan syariah dana bergulir segera bisa diakses langsung para pelaku UMKM tanpa melalui lembaga perantara keuangan atau koperasi. Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM, Jaenal Aripin, mengatakan pihaknya sedang dalam proses mengusulkan perubahan tarif kepada Kementerian Keuangan agar ada perubahan skim pembiayaan.

"Dengan begitu khusus untuk skim pembiayaan syariah ada perubahan ketentuan sehingga bisa diakses langsung UMKM tanpa melalui lembaga perantara," kata Jaenal dalam acara diskusi bertema Sinergi dalam mengembangkan Industri Ekonomi Kreatif berbasis Syariah, di Jakarta, Selasa (13/11/2018)

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 75 Tahun 2011 tentang Tarif Layanan Dana Bergulir disebutkan bahwa skim pembiayaan syariah belum bisa disalurkan langsung kepada para pelaku UMKM tetapi harus melalui lembaga perantara misalnya lembaga keuangan bank, nonbank, dan koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah.

"Dengan pengajuan yang dilakukan tersebut, tahun depan ditargetkan bisa direalisasikan akses langsung UMKM terhadap dana bergulir melalui skim syariah," kata Jaenal.

Jaenal melihat, dari sisi kualitas potensi pembiayaan syariah semakin baik bahkan lebih besar seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap skim pembiayaan syariah. Secara kuantitas animo masyarakat cukup tinggi karena lembaga tersebut menggandeng komunitas-komunitas yang terkait.

"Jaringan komunitas ini dalam memberikan informasi sangat kuat sehingga edukasi bisa lebih efektif," kata Jaenal.

Menurut Jaenal, pola syariah dianggap berbagai lebih berkeadilan dan lebih memanusiakan pelaku usaha.

"Lembaga keuangan syariah juga dinilai pelayanannya lebih ramah, humanis, dan menempatkan nasabah sebagai mitra," ungkap Jaenal seraya menyebutkan bahwa LPDB KUMKM mentargetkan bisa menyalurkan dana bergulir dengan skim syariah sebesar Rp450 miliar sampai akhir tahun ini.

Untuk itu, lanjut Jaenal, pihaknya akan menggelar Indonesia Syariah Fair, sebagai event untuk mempertemukan UMKM pada lembaga pembiayaan permodalan syariah pada 27-29 November 2018.

"Kami berharap ajang ini mampu semakin mendorong inklusi dan literasi pembiayaan syariah di kalangan masyarakat kita," katanya.

Pembicara lain, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) M. Bagus Teguh menyebutkan bahwa perlu keberpihakan dari seluruh stakeholder di negeri ini agar dapat meningkatkan lembaga keuangan berbasis syariah.

"Karena, masih ada contoh bisnis berbasis syariah tapi menggunakan pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Harusnya bisnis syariah dengan dukungan pembiayaan lembaga keuangan yang berbasis syariah pula," kata Bagus.

Oleh karena itu, Bagus tak merasa heran bila literasi keuangan syariah di Indonesia masih terbilang kecil.

"Padahal, jika kita ingin mengembangkan ekonomi syariah, ada tiga sektor penting yang harus sama-sama bergerak maju bersama. Yaitu, sektor keuangan, sektor sosial, dan sektor riil. Ketiganya harus bergerak bersama dengan pola syariah. Kalau salah satu tidak bergerak, maka akan lahir ketimpangan. Sektor sosial itu misalnya Badan Amil Zakat yang harus membiayai sektor riil atau usaha mikro ketika dia tidak bankable," tukas Bagus.

Menurut Bagus, ekonomi syariah bisa membuka ruang inovasi dan kreatifitas dalam transaksi. Begitu juga banyak produk keuangan syariah yang dapat mendukung industri keuangan syariah.

"Maka, perlu sosialisasi ekonomi syariah kepada pelaku industri ekonomi kreatif, mulai dari usaha mikro hingga yang sudah go public," tandas Bagus.

Sementara Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo, mengatakan, untuk mengembangkan ekonomi syariah perlu ada sinergi banyak pihak.

"Karena, ada pihak-pihak yang harus kerjasama dengan tugas dan fungsi masing-masing yang perlu disinergikan. Membangun ekonomi syariah itu ibarat sebuah lingkaran ekosistem dari hulu hingga hilir," ujar Fadjar.

Fadjar mengungkapkan, pelaku usaha di luar negeri melihat segmen pasar Islam (halal) itu sangat besar. Bukan hanya negara Islam, negara seperti Thailand saja memiliki pusat riset halal yang luar biasa hebatnya.

"Tinggal kita orang Indonesia memilih, mau jadi konsumen atau pemain. Kalau kita mau jadi pemain bukan sekadar pedagang, maka kita harus segera ambil bagian dalam perebutan segmen pasar tersebut," pungkas Fadjar.

Tag: Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6507.221 25.680 632
2 Agriculture 1488.400 -0.956 21
3 Mining 1783.288 -3.538 47
4 Basic Industry and Chemicals 848.126 -1.627 71
5 Miscellanous Industry 1355.756 16.130 46
6 Consumer Goods 2546.270 -36.045 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.429 6.710 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.446 9.331 73
9 Finance 1310.375 20.186 91
10 Trade & Service 811.400 -3.387 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 300 374 74 24.67
2 SAPX 555 690 135 24.32
3 APEX 645 790 145 22.48
4 CNTX 414 496 82 19.81
5 MIDI 1,020 1,200 180 17.65
6 INPP 675 790 115 17.04
7 BBLD 484 565 81 16.74
8 KICI 284 330 46 16.20
9 SSIA 570 660 90 15.79
10 GHON 1,325 1,525 200 15.09
No Code Prev Close Change %
1 INRU 720 600 -120 -16.67
2 TMPO 208 180 -28 -13.46
3 MLPT 1,340 1,200 -140 -10.45
4 KOIN 226 204 -22 -9.73
5 SIPD 800 725 -75 -9.38
6 TPMA 278 252 -26 -9.35
7 TRIO 177 161 -16 -9.04
8 JSKY 1,300 1,185 -115 -8.85
9 BDMN 9,425 8,600 -825 -8.75
10 ABMM 2,200 2,010 -190 -8.64
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,340 4,460 120 2.76
2 BBCA 27,475 28,125 650 2.37
3 CPRI 167 177 10 5.99
4 WSKT 2,110 2,160 50 2.37
5 BMRI 7,625 7,800 175 2.30
6 ABBA 178 163 -15 -8.43
7 BGTG 83 82 -1 -1.20
8 UNTR 26,425 26,075 -350 -1.32
9 WIKA 2,330 2,420 90 3.86
10 TLKM 3,870 3,860 -10 -0.26