Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:48 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV optimistis kinerja ekspor dari wilayah Indonesia Timur tumbuh hingga 30%.
  • 20:47 WIB. KAI - Menyambut Natal dan Tahun Baru, KAI Daop 4 Semarang akan mengoperasikan 82 perjalanan KA setiap harinya.
  • 20:45 WIB. Sucofindo - Sucofindo memproyeksikan tahun depan bisa mensertifikasi 100 perusahaan jasa PPIU.
  • 20:42 WIB. WTON - WIKA Beton berencana mengakuisisi atau menguasai sumber material alam pada 2019.
  • 20:38 WIB. BTN - BTN akan menahan bunga KPR hingga awal 2019.
  • 20:37 WIB. Pertamina - Pertamina membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum sebagai sarana pengisi daya kendaraan listrik.
  • 20:33 WIB. ADHI - Adhi Karya mendapat pembayaran proyek LRT sebesar Rp2,5 triliun dari KAI.
  • 20:33 WIB. KAI - KAI menyebutkan hunian terintegrasi dengan stasiun kereta bisa kurangi kemacetan.
  • 20:25 WIB. Pertamina - Pertamina hanya bermitra dengan Overseas Oil and Gas LLC untuk proyek kilang Bontang.
  • 20:24 WIB. Pelindo I - Pelindo I menerapkan sistem e-berthing dan e-pass di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.
  • 19:04 WIB. Carlos Ghosn - Carlos Ghosn secara resmi dinyatakan bersalah dalam skandal pelanggaran keuangan.
  • 19:03 WIB. Asia - Bank Dunia: Penduduk Asia Timur ingin berpenghasilan tinggi.
  • 19:02 WIB. Uni Eropa - Uni Eropa siapkan sanksi tambahan untuk otoritas Myanmar.
  • 19:02 WIB. Donald Trump - Trump mendukung permintaan anggaran pertahanan senilai $750 miliar kepada Kongres.
  • 19:01 WIB. China - China dan Ukraina memperbarui perjanjian swap mata uang bilateral bilateral

OJK: Bunga Utang di Fintech Maksimal 100%

Foto Berita OJK: Bunga Utang di Fintech Maksimal 100%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebagai pengawas di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memastikan perusahaan (financial tecnology) fintech yang dinaunginya mampu memberikan perlindungan terhadap konsumen alias peminjam. Salah satu wujud perlindungan konsumen diberikan dalam pembatasan besaran bunga melalui asosiasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hendrikus Passagi, mengatakan, bunga maksimum hanya boleh sebesar 100% dari pokok. Kemudian, bila peminjam mengalami kesulitan membayar atau kredit macet, proses penagihan hanya boleh dilakukan hingga hari kesembilan puluh.

“Jadi kalau seseorang pinjam 1 juta, bila tidak bisa membayar utang sampai hari ke-90, bahkan jika pembayarannya dilakukan 10 tahun kemudian, maksimal jumlah tagihannya hanya Rp2 juta. Inilah upaya perlindungan konsumen dari asosiasi AFPI,” jelas Hendrikus kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Selain itu, mereka yang menggunakan fintech P2P lending legal hanya akan ditagih dari hari pertama hingga hari kesembilan puluh. Melalui AFPI, penyedia layanan fintech kemudian wajib memenuhi code of conduct (aturan), salah satunya tak boleh melanjutkan penagihan tersebut.

“Selanjutnya, data peminjam itu harus dimasukkan ke pusat data AFPI sebagai peminjam bermasalah sehingga tak bisa lagi melakukan peminjaman di fintech-fintech legal lainnya,” papar Hendrikus dengan tegas pada Senin (13/11/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Hendrikus juga menjelaskan seputar tingkat bunga layanan fintech yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia. Ia juga menyatakan, tidak adil bila tingkat bunga diatur. Selain itu, ia juga menyebutkan ‘bunga’ sebagai ‘bagi hasil’.

“Yang meminjam ke fintech biasanya adalah UMKM, penjualan mereka biasanya untungnya cukup besar. Beda dengan rumah, kalau dijual untungnya hanya 1%. Kalau UMKM, contoh air mineral, itu keuntungan dalam sehari bisa 100%. Sekarang kalau saya katakan, saya pinjamkan 500.000, kita bagi hasil, sehari saya yang meminjamkan dapat bagi hasil sebesar 50%,” papar Hendrikus.

Pelaku UMKM tidak mencari pinjaman yang murah, tetapi yang cepat dan nyaman. Dalam hal ini, layanan fintech-lah yang cocok untuk mereka karena sifatnya yang melayani 24 jam sehari. Menurut Hendrikus, bila penyelenggara fintech mengenakan manfaat ekonomi (bagi hasil) sebesar 20%, tidak sebanding dengan keuntungan yang diterima pelaku UMKM.

“Misal pedagang beli sayur mayur 2 juta, dijual olehnya seharga 6 juta, artinya keuntungannya 300%. Sekali lagi, jangan anggap remeh bisnis UMKM. Modal mereka kecil, tetapi keuntungannya besar,” ujarnya.

Hendrikus pun berpesan, jangan melupakan manfaat yang telah diciptakan fintech P2P lending legal hanya karena sekelompok orang berkarakter buruk bertransaksi pada fintech ilegal. Fintech P2P lending yang legal telah mampu mengalirkan dana sampai ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Tag: Financial Technology (FinTech), Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.360 -14.996 620
2 Agriculture 1498.070 5.905 20
3 Mining 1737.944 -0.464 47
4 Basic Industry and Chemicals 843.964 1.637 71
5 Miscellanous Industry 1377.909 -12.076 45
6 Consumer Goods 2503.452 -5.828 49
7 Cons., Property & Real Estate 448.927 -0.797 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.764 -1.013 71
9 Finance 1163.047 -4.982 91
10 Trade & Service 790.568 -1.203 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 165 280 115 69.70
2 URBN 1,200 1,800 600 50.00
3 PTSN 645 805 160 24.81
4 MDIA 126 153 27 21.43
5 YULE 173 208 35 20.23
6 PJAA 1,125 1,350 225 20.00
7 MERK 5,400 6,475 1,075 19.91
8 YPAS 625 725 100 16.00
9 SHID 3,500 4,000 500 14.29
10 KPAS 442 505 63 14.25
No Code Prev Close Change %
1 DEAL 525 394 -131 -24.95
2 NUSA 210 158 -52 -24.76
3 HERO 920 770 -150 -16.30
4 AKSI 332 280 -52 -15.66
5 FORU 120 103 -17 -14.17
6 ETWA 85 73 -12 -14.12
7 LMAS 64 55 -9 -14.06
8 SIPD 1,100 960 -140 -12.73
9 PNSE 740 650 -90 -12.16
10 HDTX 150 132 -18 -12.00
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 442 505 63 14.25
2 RIMO 163 186 23 14.11
3 TLKM 3,670 3,680 10 0.27
4 NUSA 210 158 -52 -24.76
5 WSKT 1,845 1,845 0 0.00
6 BBRI 3,620 3,610 -10 -0.28
7 PTBA 3,990 4,020 30 0.75
8 ASII 8,225 8,150 -75 -0.91
9 ADRO 1,300 1,310 10 0.77
10 ITMG 20,425 19,800 -625 -3.06