Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:57 WIB. Avtur - Harga avtur Bandara Soetta turun 26% menjadi Rp7.960 per liter.
  • 07:55 WIB. CPO- Tahun 2018, produksi CPO AALI menigkat 18,5%. 
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Sutradara ini Sudah Tonton A Man Called Ahok, Giliran Hanum dan Rangga Belum

Foto Berita Sutradara  ini Sudah Tonton A Man Called Ahok, Giliran Hanum dan Rangga Belum
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Persaingan antara film "Hanum dan Rangga" versus "A Man Called Ahok" yang tengah menjadi trend perdebatan membuat sutradara Indonesia Nurman Hakim angkat suara dengan meminta penonton Indonesia agar melihat, menikmati dan menghargai kedua film tersebut murni sebagai sebuah film dan karya seni.

"Lepaskan dari konteks politik yang luas, ketika membaca dan menafsir film tersebut. Lihat itu sebagai sebuah film dan karya seni, pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan di situ kendati pada saat kita menontonnya dalam hati kita ada ketidaksetujuan," ujar Nurman seperti dilansir dari Antaranews di Jakarta, Selasa malam.

Dia mengajak agar masyarakat menikmati dan mengapresiasi kedua film tersebut sekaligus mendapatkan suatu pesan atau pelajaran dari kedua film tersebut.

"Kalau kita datang dan menontonnya dengan pretensi tertentu, apa saja yang disampaikan dalam film itu akan dianggap salah," tutur Nurman.

Dia sendiri mengakh sudah menonton film "A Man Called Ahok", sementara  untuk  film "Hanum dan Rangga" dia berencana untuk segera menontonnya. 

Film "Hanum dan Rangga" serta "A Man Called Ahok" saat ini mengalami persaingan keras bahkan menjadi bahan perdebatan politik di tengah masyarakat Indonesia. Mulai dari membanding-bandingkan jumlah kursi penonton yang terisi hingga adanya instruksi untuk nonton bareng mewarnai persaingan kedua film tersebut.

Menurut Nurman, ada unsur lain bersifat non-bisnis memiliki porsi besar yang mewarnai persaingan kedua film ini hingga menjadi bahan perdebatan politik.

"Mungkin ada unsur bisnis tapi ada juga unsur lain yang saya rasa porsinya itu lebih besar karena perbedaan pandangan, paham, dan politik dalam konteks antara kelompok A dan kelompok B. Dengan demikian aromanya menjadi politik identitas," katanya usai konferensi pers Borobudur Writers and Cultural Festival.

"Itu berpengaruh pada perolehan jumlah penonton," katanya dalam wawancara yang berlangsung santai.

Nurman juga menambahkan karena hal tersebut akhirnya film sebagai sebuah teks dibaca dengan konteks yang terlalu luas.

"Hanum dan Rangga" mengisahkan kisah romansa suami-istri yakni Rangga dan Hanum di negeri orang dimana Hanum berupaya mengejar cita-citanya untuk berkarier di sebuah media serta pengorbanan Rangga sebagai seorang suami.

Sedangkan "A Man Called Ahok" menceritakan kisah drama mengenai hubungan Ahok atau bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama dengan ayahnya serta bagaimana awal mula terbentuknya karakter, dan hal-hal yang membuat Ahok menjadi sosok yang dikenal masyarakat seperti sekarang.

Tag: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hanum Salsabiela Rais

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31