Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:00 WIB. 4G - Koneksi 4G Indonesia masih lelet.
  • 07:32 WIB. Grab - Pengguna Grab bisa isi ulang saldo Ovo lewat BNI.
  • 07:31 WIB. Huawei - CEO Huawei sebut AS tak bisa hancurkan perusahaannya.
  • 07:30 WIB. Samsung - Ponsel laya lipat Samsung terungkap, namanya Galaxy Fold.
  • 07:29 WIB. China - Aplikasi Xuixi Qiangguo yang berisikan propaganda China kabarnya milik Alibaba.
  • 07:25 WIB. Blibli - Bos Blibli minta pemerintah dorong investor asing agar betah.
  • 07:20 WIB. Instagram - Instagram Stories uji coba stiker donasi.
  • 07:12 WIB. Amazon - Amazon sumbang dana lagi buat teknologi kendaraan otonom.
  • 07:08 WIB. Alibaba - Indomie hingga Kopi Kapal Api¬†catat transaksi capai Rp122 miliar di Alibaba dalam 24 jam.¬†
  • 19:24 WIB. BNI - BNI menargetkan penyaluran kredit ke BUMN tumbuh 12%-15% tahun ini.

PBB Segera Putuskan Status Konflik Rohingya

Foto Berita PBB Segera Putuskan Status Konflik Rohingya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Upaya pembelaan terhadap etnis Rohingya akhirnya mendekati hasil nyata. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) direncanakan akan menggelar sidang peradilan yang bakal diselenggarakan 10 Desember 2018 mendatang. Agenda utamanya melaporkan bukti-bukti otentik tentang kekerasan yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap kaum Muslim Rohingya.

Kepala penyidikan PBB untuk kekerasan di Myanmar, Marzuki Darusman mengatakan, tim pencari fakta telah melakukan fungsi penelitian dengan mengunjungi beberapa negara yang terkait dengan Rohingya. Kunjungan itu meliputi Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Inggris sepanjang 2017 hingga Juli 2018.

"Hasil tim pencari fakta memutuskan bahwa Myanmar terbukti melakukan tiga pelanggaran berat, yakni pidana perang, pidana kemanusiaan, dan genosida. Jadi, simpulannya, telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya. Untuk itu, diperlukan langkah–langkah lanjutan untuk melakukan pertanggungjawaban dan penuntutan kepada mereka yang harus bertanggung jawab," kata Marzuki dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Marzuki bercerita bahwa dalam melakukan penyelidikan, tim pencari fakta PBB tidak dapat memasuki wilayah Rakhine, Myanmar karena dihalangi oleh otoritas pemerintah setempat.

"Kami tidak diberi visa ke Myanmar. Sehingga, kami memilih cara dengan menemui pengungsi Rohingya di beberapa tempat di Bangladesh," ujarnya.

Marzuki mengungkapkan pelaku utama yang harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM dan kejahatan internasional di Rakhine, Kachin dan Shan adalah Tatmadaw (sebutan untuk militer Myanmar). Kejahatan operasi-operasi militer yang dilakukan Tatmadaw tidak mengindahkan keselamatan nyawa dan harta benda warga sipil.

"Bahkan Tatmadaw sengaja menyiri warga sipil terutama wanita dan laki-laki. Para prajuritnua melakukan tindakan pelanggaran HAM seperti narapidana. Jenderal dan pangima seniornya harus diselidiki dan diadili oleh pengadilan internasional yang kredibel atas kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang," pungkasnya.

Tag: Muslim Rohingya, Partai Bulan Bintang (PBB)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02