Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:49 WIB. Apple - Apple rekrut CEO Otto, startup penyedia kunci pintar yang gagal.
  • 16:28 WIB. E-Commerce - Lazada dan Bhinneka umumkan kolaborasi.
  • 16:27 WIB. LG - LG tak ikutan lomba luncurkan ponsel layar lipat.
  • 16:01 WIB. IHSG - Akhir perdagangan sesi II, IHSG ditutup hijau 1,70% ke level 6.497,82. 
  • 15:56 WIB. Pembekuan Usaha - OJK Cabut pembekuan usaha PT Ridean Finance. 
  • 15:55 WIB. TAMU - PT Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) membentuk dua entitas anak usaha baru, yaitu PT Sentra Tamarin Samudra dan PT Samudra Sukses Gemilang. 
  • 15:54 WIB. Wismilak - Wismilak kantongi izin kawasan berikat di Surabaya, Jawa Timur. 
  • 13:59 WIB. Apple - Apple persiapkan jajaran produk baru untuk 2019.
  • 12:43 WIB. Twitter - Ada 1,5 juta tweet seputar Debat Pilpres 2019 semalam.

Perkembangan Industri dengan Potensi Go Digital di 2019

Foto Berita Perkembangan Industri dengan Potensi Go Digital di 2019
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Melihat semakin berkembangnya teknologi, tidakkah Anda penasaran dengan potensi industri yang akan melakukan transformasi ke dunia digital pada tahun 2019 nanti? Indonesia Data Center (IDC) membagikan pandangannya mengenai industri yang berpotensi melakukan go digital pada tahun depan.

Senior Research Manager for Consulting dan Heads of Operations IDC Indonesia, Mevira Munindra mengatakan, industri perbankan menjadi salah satu yang berpotensi go digital karena mereka memiliki behaviour sebagai komunitas. Perbankan juga akan selalu berhubungan dengan misi agaupun kolaborasi.

"Kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan layanan fintech ataupun internet business. Terakhir kan, ada Gojek yang kolaborasi dengan DBS, OVO dengan Grab. Nah itulah bentuk kolaborasi yang dimaksud," jelas Mevira di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Selain perbankan, layanan finansial dinilai juga akan mulai bertransformasi ke dunia digital. Ada pula dugaan, industri manufaktur akan melakukan hal yang sama. Hal itu berhubungan dengan akan terjadinya Revolusi Industri 4.0.

"Manufaktur akan go digital untuk meningkatkan produktivitas. Berdasarkan hasil observasi IDC, kendala produktivitas mereka ada pada mesin yang terkadang tiba-tiba macet. Jadi harusnya nanti ada teknologi baru yang bisa menangani hal tersebut," tambah Mevira.

Selain itu, transformasi digital juga akan terjadi pada culture industri manufaktur. Investment mereka pun begitu, meskipun tidak sebesar perbankan. Hal lain yang juga berubah adalah pola pikir pekerja dan manajemen industri manufaktur.

"Mereka mungkin akan banyak mengubah manajemen, seperti cara meyakinkan manajer dengan jabatan tinggi di manufaktur untuk melakukan transformasi digital. Jadi, lebih ke arah ubah manajemen dan ubah pola pikir pekerjanya," papar Mevira.

Berdasarkan data yang dimiliki IDC sekarang, transformasi digital di manufaktur juga akan diterapkan pada sistem operasional. Industri manufacturing di Indonesia umumnya akan menjual produknya ke retail business yang bekerja sama dengan mereka, di situlah peran teknologi berlangsung.

"Pada bagian supply chain, teknologi Internet of Things (IoT) akan digunakan untuk melacak aset manufaktur. Disini, manufacturing company-nya itu biasanya akan jual ke retail business-nya. Jadi proses pelacakan aset menggunakan IoT akan diimplementasikan pada saat itu," jelas Mevira kepada Warta Ekonomi.

Selain itu, industri retail juga akan mengalami hal yang sama karena pelayanan mereka tidak lepas dari konsumen. Jadi, yang akan terjadi pada 2019, industri-industri yang berhubungan langsung dengan konsumen akan bertransformasi digital pula. Hal itu dilakukan demi menciptakan layanan sesuai perilaku konsumen yang lebih sering berinteraksi dan bertransaksi lewat dunia digital.

Tag: Digital Economy

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Grab Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,780.63 3,741.87
British Pound GBP 1.00 18,315.27 18,130.41
China Yuan CNY 1.00 2,095.36 2,074.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,177.00 14,035.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.64 10,040.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.54 1,788.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,463.50 10,352.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,046.95 15,884.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.02 3,440.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.38 12,696.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31