Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:08 WIB. Honorer - Anggota DPRD Maluku Utara desak Pemprov bayarkan gaji 1.228 guru honorer.
  • 07:57 WIB. Avtur - Harga avtur Bandara Soetta turun 26% menjadi Rp7.960 per liter.
  • 07:55 WIB. CPO- Tahun 2018, produksi CPO AALI menigkat 18,5%. 
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Perbanas: Perbankan Secara Alami Akan Konsolidasi di Era Digital

Foto Berita Perbanas: Perbankan Secara Alami Akan Konsolidasi di Era Digital
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai perbankan khususnya bank kecil di masa mendatang secara alami akan melakukan konsolidasi. Hal ini lantaran seluruh bank harus lebih cepat dan serius dalam melakukan pengembangan digital.

Ketua Umum Perbanas, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan bukan hanya bank besar saja yang harus punya kemampuan untuk mengembangkan digital banking dan mengelola likuiditas, namun bank kecil juga dituntut melakukan hal serupa. Untuk menjawab hal tersebut, bank kecil harus melakukan konsolidasi.

"Perbankan di masa depan memang harus ada konsolidasi. Karena memang itu ke depan tantangannya, terutama dari sisi likuiditas," katanya di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Tiko sapaan akrab Kartika menyebut, bukan hanya teknologi saja yang menjadi tantangan bagi bank kecil ke depan. Masalah likuiditas juga menjadi isu penting yang harus dapat diatasi.

Apalagi saat ini, sejalan dengan iklim ekonomi yang belum stabil dibarengi dengan tren kenaikan bunga, perebutan Dana Pihak Ketiga (DPK) terutama Dana Murah (CASA) bakal semakin sengit.

Faktanya saat ini, bank yang punya platform serta cabang yang cukup banyak memang lebih punya peluang untuk mengumpulkan DPK yang lebih banyak. Hal ini pula yang menjadi kendala bagi sebagian bank kecil yang kapasitasnya tidak sebesar bank-bank raksasa. 

Maka dari itu, dengan sendirinya bank akan melakukan konsolidasi guna memperkuat struktur baik permodalan dan teknologi, yang nantinya dapat mendorong perluasan bisnis.

"Ini memang menjadi tantangan. Kami (Perbanas) melihat proses konsolidasi tidak harus secara terstruktur dan diarahkan, tapi harus secara natural. Pun, proses ini akan terjadi 100%," katanya.

Contoh konsolidasi bank saat ini pun telah terjadi, paling baru misalnya PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk yang diakuisisi oleh Sumitomo Mitsui Banking Coorporation (SMBC) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk yang dicaplok oleh The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ (MUFG).

"Secara natural konsolidasi pasti terjadi, karena ada kebutuhan investasi IT, pembangunan branch (cabang). Ini memang menjadi keharusan untuk pertahanan mereka. Hal ini akan terjadi tanpa adanya arahan dari regulator," ungkapnya.

Atas pertimbangan tersebut, Tiko menyebut bank di Tanah Air akan berkurang. Pasalnya, hanya bank-bank yang memiliki kekuatan secara skala fisik dan digital yang bisa bertahan di era digital saat ini.

Tag: Perbankan, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Warta Ekonomi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31