Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:18 WIB. Kamboja - Pemerintah Kamboja telah memastikan  1.600 ton sampah plastik dari AS dan Kanada adalah ilegal.
  • 09:08 WIB. Selat Hormuz -  Trump: AL AS menembak drone Iran yang mendekati kapal perang AS.
  • 09:02 WIB. MediaTek - Sambut 5G, MediaTek rilis platform AI IoT i700, komputasi edge AI berkecepatan tinggi.
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,22% di awal sesi I.
  • 08:00 WIB. Instagram - Instagram uji fitur untuk sembunyikan jumlah likes.
  • 06:12 WIB. India - Future Group (riteler India) akan luncurkan 7-Eleven pertama di India.
  • 06:08 WIB. Tokopedia - Tokopedia buka fitur tukar tambah smartphone.
  • 05:57 WIB. Go-Jek - Go-Jek dan Astra buka layanan sewa mobio Go-Fleet untuk mitra pengemudi.
  • 22:50 WIB. India - Paytm (perusahaan pembayaran digital India) peroleh transaksi US$ 150 juta dari eBay untuk perkuat daya tawar dengan Amazon

Antam Eksis Jadi Bagian Indeks LQ45, Kok Bisa?

Antam Eksis Jadi Bagian Indeks LQ45, Kok Bisa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia untuk periode perdagangan Agustus 2018 sampai Januari 2019. 

Direktur Keuangan Antam, Dimas Wikan Pramudhito, menyatakan pencapaian Antam untuk tetap menjadi bagian dari indeks LQ45 didukung oleh kinerja produksi dan penjualan yang terus tumbuh positif. 

“Antam berkomitmen untuk meningkatkan capaian kinerja yang solid melalui pengembangan strategi proyek-proyek hilirisasi. Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan struktur keuangan serta meningkatkan kinerja saham Antam,” ungkap Dimas dalam rilis yang diterima di jakarta, Kamis (15/11/2018). 

Lebih lanjut, Dimas menyampaikan bahwa sampai dengan September 2018, Antam berhasil memproduksi feronikel sebesar 19.264 TNi, naik 21% dari tahun lalu yang hanya 15.813 TNi. Sama halnya dengan feronikel, produksi emas dalam periode tersebut juga meningkat sebesar 0,3% dari 1.473 kg menjadi 1.478 kg. 

“Produksi bijih nikel tercatat sebesar 6,49 juta wmt, naik 84% dari tahun lalu yang hanya 3,51 juta wmt. Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif dengan capaian produksi mencapai 788 ribu wmt, naik 73%,” tambah Dimas. 

Sejalan dengan peningkatan produksi, Antam mencatat bahwa kinera penjualan setiap komoditas tersebut juga turut mengalami peningkatan. 

Pada periode yang sama, kinerja penjualan feronikel meningkat 49% dari 12.816 TNi menjadi 19.149 TNi dan penjualan bijih nikel meningkat 99% dari 2.061.545 Wmt menjadi 4.109.324 Wmt. Sementara itu, komoditas emas dan bauksit masing-masing meningkat 221% menjadi 22.388 kg dan 39% menjadi 693.551 Wmt. 

“Antam terus berupaya mengembangkan strategi melalui proyek-proyek hilirisasi yang mencakup proyek pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan kapasitas 13.500 TNi,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Antam bekerja sama dengan PT indonesia Asahan Alumunium (Inalum) tengah fokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumunia Refinery (SGAR). Pabrik tersebut ditujukan untuk pengembangan komoditas bauksit. 

 

Tag: PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Emas

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6403.294 8.685 652
2 Agriculture 1359.779 -0.916 21
3 Mining 1655.430 15.724 49
4 Basic Industry and Chemicals 816.021 16.130 72
5 Miscellanous Industry 1264.885 5.069 49
6 Consumer Goods 2385.818 14.333 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.521 0.306 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1233.628 3.292 74
9 Finance 1316.824 -9.517 91
10 Trade & Service 816.856 -0.632 163
No Code Prev Close Change %
1 HRME 545 680 135 24.77
2 POLU 1,010 1,260 250 24.75
3 ARKA 830 1,035 205 24.70
4 PICO 390 486 96 24.62
5 GLOB 406 505 99 24.38
6 PAMG 362 416 54 14.92
7 SAPX 655 745 90 13.74
8 MINA 1,250 1,400 150 12.00
9 INPP 720 800 80 11.11
10 SOTS 270 300 30 11.11
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 480 372 -108 -22.50
2 BRAM 14,000 11,200 -2,800 -20.00
3 PCAR 2,430 2,010 -420 -17.28
4 TMAS 210 174 -36 -17.14
5 AKSI 338 284 -54 -15.98
6 ARTA 400 342 -58 -14.50
7 POSA 242 214 -28 -11.57
8 BTEK 83 74 -9 -10.84
9 SKBM 440 400 -40 -9.09
10 OASA 290 264 -26 -8.97
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 350 6 1.74
2 IPTV 244 242 -2 -0.82
3 MNCN 1,420 1,365 -55 -3.87
4 POSA 242 214 -28 -11.57
5 ANTM 900 950 50 5.56
6 BBRI 4,520 4,450 -70 -1.55
7 INKP 7,900 8,475 575 7.28
8 INCO 3,130 3,180 50 1.60
9 BKSL 134 142 8 5.97
10 INOV 422 442 20 4.74