Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford
  • 23:52 WIB. Twitter - Twitter pertimbangkan bikin fitur klasifikasi.
  • 23:50 WIB. Facebook - Facebook terancam kena denda jutaan dolar karena sejumlah masalah privasi.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Kisah Sukses Pendiri Bank BCA, yang Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia

Foto Berita Kisah Sukses Pendiri Bank BCA, yang Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Soedono Salim merupakan orang yang begitu berjasa di bidang perekonomian. Ia mampu mendirikan Bank Central Asia (BCA) yang waktu itu sempat menjadi bank terbesar kedua di Indonesia. Selain itu, ia juga banyak mendirikan perusahaan yang sampai saat ini namanya semakin besar di tanah air yang masuk ke dalam Salim Grup.

Pria yang memiliki nama Tionghoa Liem Sioe Liong ini lahir di Tiongkok 19 Juli 1916, dia merupakan pendiri grup Salim. Kepemilikan Grup Salim meliputi Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, Pt Mega, Bank Windu Kencana, PT Hanurata. Ia merupakan salah satu konglomerat dan pengusaha sukses asal Indonesia. Saat itu, Liem juga sempat menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia.

Perjalanan suksesnya dimulai di sebuah pelabuhan kecil, Fukien di bilangan Selatan Benua Tiongkok. Di tengah hiruk pikuknya usaha ekspansi Jepang ke Pasifik kala itu, dibarengi dengan dongeng harta karun kerajaan-kerajaan Eropa di Asia Tenggara, tahun 1939, Liem memutuskan untuk mengikuti jejak kakaknya yang tertua untuk bermigrasi ke Indonesia.

Dari Fukien, ia berangkat ke Amoy, tempat di mana bersandar sebuah kapal dagang Belanda yang membawanya menyebrangi Laut Tiongkok. Membutuhkan waktu selama sebulan untuk ia sampai di Indonesia. Sesampainya di Indonesia, Liem memilih memberhentikan perjalanannya di Kota Kudus, yang terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek.

Kota Kudus yang sudah terkenal sebagai pusat pabrik rokok kretek itu sangat membutuhkan bahan baku tembakau dan cengkeh. Sejak tinggal di sana, Liem Sioe Liong sudah terlatih menjadi supplier cengkeh, dengan jalan menyeludupkan bahan baku tersebut dari Maluku, Sumatera, Sulawesi Utara melalui Singapura untuk kemudian melalui jalur-jalur khusus penyeludupan menuju Kudus. Sehingga tidak heran, dagang cengkeh merupakan salah satu pilar pertama bisnis seorang Liem Sioe Liong.

Setelah menikah dengan seorang gadis asal Lasem, Liem semakin ulet bekerja dan berusaha. Usaha yang dirintisnya terus berkembang. Tetapi, ketika awal 1940-an Jepang menjajah Indonesia, usahanya mengalami kebangkrutan. Ditambah lagi, dia mengalami kecelakaan saat mobil yang ditumpanginya masuk jurang. Seluruh penumpang meninggal kecuali dirinya. Setelah kecelakaan itu, Liem akhirnya pindah ke Jakarta.

Seirama dengan masa pemerintahan dan pembangunan Orde Baru, bisnisnya pun berkembang semakin pesat. Pada tahun 1969, Liem bersama Sudwikatmono, Djohar Sutanto, dan Ibrahim Risjad mendirikan CV Waringin Kentjana. Liem menjabat sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO. Kemudian pada tahun 1970, mereka mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari Bogasari yang memonopoli suplai tepung terigu untuk Indonesia bagian Barat, yang meliputi sekitar 2/3 penduduk Indonesia, di samping PT Prima untuk Indonesia bagian Timur.

Bogasari merupakan perusahaan swasta yang paling unik di Indonesia, karena hanya Bogasarilah yang diberikan pemerintah fasilitas pelabuhan sendiri. Ketika pertama kali berdiri, PT Bogasari berkantor di Jalan Asemka, Jakarta dengan kantor hanya seluas 100 meter.

Tidak berhenti di situ, Liem dan kelompoknya kembali mendirikan perusahaan, kali ini tahun 1975, pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa berdiri. Ia pun mulai merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan BCA bersama Mochtar Riyadi. Berdirinya BCA mampu membuat Liem dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia, dan namanya pun masuk ke dalam daftar 100 orang terkaya di dunia.

Namanya kehidupan, pasang-surut pasti terjadi. Ketika massa reformasi, Liem mengalami penurunan kekayaan akibat terjadinya krisi moneter. Hal itu menyebabkan Liem harus pindah bermukim ke Singapura. Setelah peristiwa tersebut, ia mulai mengalihkan kepengurusan bisnisnya kepada anaknya Anthony Salim, lalu memutuskan menetap di Singapura hingga tutup usia.

Tag: PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31