Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:14 WIB. Pertamina - Pertamina gandeng BMW kenalkan stasiun pengisian energi listrik.
  • 17:08 WIB. Lazada - Pierre Poignant jadi CEO baru Lazada Group.
  • 17:04 WIB. Apple - Apple ingin bikin modem sendirI untuk iPhone.
  • 17:02 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi masih galau soal impor Pajero Sport.
  • 16:53 WIB. Telkomsel - Pelanggan Telkomsel keluhkan SMS iklan mengganggu.
  • 16:52 WIB. SoftBank - SoftBank Group asal Jepang bakal ganti perangkat Huawei dengan Nokia dan Ericsson
  • 16:50 WIB. Samsung - Samsung tutup satu pabrik ponsel di China pada akhir 2018.
  • 16:48 WIB. Yamaha - Yamaha suntik dana Rp2,1 triliun ke Grab.
  • 16:45 WIB. Google - Google bakal buka kantor dan data center di Vietnam.
  • 16:03 WIB. IHSG - Akhir sesi II, IHSG ditutup menghijau ,02% ke level 6.177,71. 
  • 15:07 WIB. BUVA - BUVA bentuk entitas anak perusahaan baru bernama PT Abirama Raya Prima.
  • 15:07 WIB. Bank Indonesia - BI imbau masyarakat waspadai peredaran Sertifikat Bank Indonesia (SBI) palsu. 

Hadapi MEA, Pengusaha Wajib Melek Digital Marketing

Foto Berita Hadapi MEA, Pengusaha Wajib Melek Digital Marketing
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Mengadapi era digital dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang ini menuntut para pengusaha untuk bisa melek teknologi dan digital marketing dalam mempromosikan produk dan keterampilanya.

Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nuning, Nisha Rinjani mengatakan pemahaman terhadap digital marketing sangatlah penting, mengingat ketatnya persaingan usaha. Ditambah lagi dengan sudah berlakunya perdagangan bebas Masyarajat Ekonomi Asean (MEA) yang memungkinkan persaingan dengan pengusaha asing. 

"Saat ini memang persaingan usaha cukup ketat. Makanya pengusaha tata rias pengantin dituntut untuk bisa melek teknologi dan digital marketing. Sehingga bisa mempromosikan produk dan keterampilan mereka ke masyarakat," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (15/11/2018).

Selain melek teknologi, kata Nisha, pelaku usaha Tata Rias juga harus mampu memfasilitasi lulusannya dengan sertifikasi profesi agar mampu bersaing di dunia kerja. 

Pengusaha tata rias juga harus mengikuti uji kompetensi, sehingga memiliki sertifikasi yang bisa mendorong pengembangan usaha.

"Kebetulan LKP Nuning juga merupakan TUK atau Tempat Uji kompetensi tata rias pengantin di cimahi. Jadi LKP Nuning pun menjadi salah satu lembaga yang menjadi Tempat Uji Kompetensi untuk sertifikasi," jelasnya.

Nisha mengungkapkan jenis usaha di bidang tata rias pengantin menjadi trend saat ini. Bahkan usaha tersebuy cukup menjanjikan dan tidak terlalu rumit. Apalagi di LKP yang memberikan pelajaran tata rias pengantin tradisional seperti pengantin sunda, pengantin tasik, pengantin ciamis,  pengantin cirebon ini memberikan pembelajaran yang cukup baik dipahami peserta didik. Bahkan peserta didik pun akan diberikan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi. 

"Kita konsen pada tata rias tradisional, jadi perserta kursus tidak hanya dituntut untuk bisa make up saja,  tapi dituntut harus tahu nilai nilai tradisional," pungkasnya.

Tag: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00