Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. AP II - AP II resmi mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap I 2018 sebesar Rp750 miliar di pasar modal.
  • 16:08 WIB. BTN - BTN membidik penjualan aset sebesar Rp600 miliar di tahun depan lewat KPR Lelang.
  • 16:03 WIB. Infrastruktur - Jembatan Batang Kula jalur Padang-Bukittinggi, sudah bisa dilalui besok.
  • 16:02 WIB. IHSG - Akhir pekan ini IHSG ditutup melemah 0,13% ke level 6.169,84.  
  • 14:20 WIB. Rupiah - Pukul 14.20, rupiah masih tertekan 0,49% di Rp14.570 per dolar AS. 
  • 14:02 WIB. Youtube - Youtube hapus 58 juta video spam.
  • 14:02 WIB. Grab - Grab yakin bakal jadi Decacorn pertama di Asia Tenggara.
  • 14:01 WIB. Fintech - Sejumlah situs fintech ilegal masih bisa diakses.
  • 14:01 WIB. Jepang - Cegah monopoli, Jepang akan perketat regulasi untuk Google cs.
  • 14:01 WIB. Renault - Renault pilih tak pecat Carlos Ghosn.

OJK: Realisasi Asuransi Agribisnis di Sulsel Terus Digenjot 

Foto Berita OJK: Realisasi Asuransi Agribisnis di Sulsel Terus Digenjot 
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 6 OJK Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua), Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan pihaknya terus mendorong pengembangan asuransi agribisnis di Sulsel. OJK mendorong berbagai pihak terkait, seperti Jasindo, pemerintah daerah dan perbankan untuk mampu bersinergi. 

Yusuf memaparkan sejauh ini realisasi asuransi agribisnis untuk sektor asuransi pertanian alias asuransi usaha tani padi telah menjangkau 8.356,51 hektar. Asuransi pertanian itu memiliki nilai premi mencapai Rp1,5 miliar dan nilai klaim Rp2,67 miliar. Sedangkan, asuransi usaha ternak sapi telah meng-cover 12.776 ekor sapi dengan nilai premi Rp2,55 miliar dan nilai klaim Rp3,58 miliar. 

Sedangkan untuk asuransi nelayan, Yusuf menyebut datanya masih dalam proses. Tapi, pada tahun lalu asuransi nelayan mengjangkau 47.755 orang dengan nilai premi menembus Rp6 miliar dan nilai klaim Rp15,69 miliar. "Realisasi asuransi agribisnis terus digenjot," ucap Yusuf belum lama ini.

Menurut Yusuf, asuransi agribisnis yang menyentuh petani, peternak dan nelayan merupakan upaya pemerintah melindungi usaha wong cilik. Itu dibuktikan dengan pembayaran premi yang rata-ratanya lebih besar disubsidi oleh pemerintah. Misalnya, untuk asuransi tani dan ternak, biaya preminya sebesar 80% ditanggung Kementerian Pertanian. 

Terlepas dari kemudahan itu, Yusuf mengakui pengembangan ataupun realisasi asuransi agribisnis memang masih menemui kendala atau tantangan. OJK mengidentifikasi setidaknya empat persoalan. Di antaranya yakni keterbatasan jaringan kantor PT Jasindo yang hanya ada di Kota Makassar dan Kota Parepare. 

Tantangan lain, Yusuf menuturkan mindset alias pola pikir petani dan peternak terhadap asuransi memang belum menjadi kebutuhan, apalagi kewajiban. Selanjutnya, kata dia, perlu dipikirkan bagaimana cara mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan data rekomendasi calon peserta asuransi tani dan ternak kepada PT Jasindo dan adanya dukungan alokasi APBD untuk pembayaran subsidi premi yang menjadi beban petani dan peternak. 

"Diperlukan juga adanya dukungan APBD untuk pendataan nelayan sesuai kriteria, dimana kriteria peserta asuransi nelayan tahun ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti program asuransi tahun sebelumnya," pungkasnya. 

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agribisnis

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00