Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:45 WIB. KA - Progres pengerjaan rel KA Trans Sulawesi Tahap I sudah dalam masa perampungan.
  • 21:44 WIB. Pelindo II - DPR memparpanjang kerja Pansus Pelindo II.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap dapat menyelesaikan proses akuisisi Phapros sebelum Maret 2019.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma menyebutkan nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun-Rp1,5 triliun.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI bidik transaksi EDC Rp107 triliun tahun ini.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI menargetkan pertumbuhan sebesar 94,5% secara yoy transaksi mesin EDC.
  • 16:42 WIB. Facebook - Pendiri WhatsApp Brian Acton kembali ajak hapus Facebook.

Bos BEI Tak Terima Jika Nilai Emisi IPO Dianggap Kecil

Bos BEI Tak Terima Jika Nilai Emisi IPO Dianggap Kecil - Warta Ekonomi
WE Online, Solo -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga saat ini sudah mengantarkan sebanyak 51 perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di pasar modal dengan nilai emisi sebesar Rp14,92 triliun. Malahan, hingga akhir tahun masih ada lebih dari 15 perusahaan lagi yang akan bergabung ke BEI.

Meski banyak perusahaan yang melakukan IPO di sepanjang tahun ini, namun nilai emisi ke 51 emiten tersebut terbilang kecil. Tercacat dari data BEI, hanya nilai emisi PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) dan PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) yang di atas Rp 1 triliun.

Direktur Utama BEI, Inarno, pun tak terima jika ada anggapan pihaknya dinilai hanya berhasil merangkul perusahaan kecil saja. Menurutnya, angka emisi yang sebesar Rp14,92 triliun menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan emisi IPO di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dari pencapain kita sudah termasuk yang tinggi dibandingkan 2010. Sebetulnya Rp14 triliun paling tinggi dari tahun sebelumnya. Jadi menurut saya apalagi?,” ungkapnya, di Sola, Jumat (16/11/2018).

Inarno berdalih jika pihaknya memang tidak hanya fokus menggiring perusahaan besar saja untuk mencatatkan saham, namun juga ke perusahaan kecil dan menengah atau startup. Malahan, Inarno Cs bakal menambah satu papan pencatatan yakni papan akselerasi. Saat ini, di BEI terdapat dua papan pencatatan yakni papan utama dan papan pengembangan.

“Kita tidak hanya konsentrasi ke emiten yang besar saja tapi kita beri kesempatan ke small medium enterprise. Nanti yang berikutnya kita akan ada satu lagi board namanya papan akselerasi untuk dorong perusahaan small medium enterprise atau startup,” jelasnya.

Nantinya BEI bakal mempermudah persyaratan bagi perusahaan-perusahaan startup yang mau mencari modal dibandingkan dengan perusahaan yang ada di papan utama.

“Papan akselerasi kita harapkan dalam waktu dekat bisa launch,” ucapnya.

Meski ada papan pencatatan baru BEI pada tahun 2019 hanya menargetkan sebanyak 35 perusahaan yang IPO. Jumlah tersebut sama dengan target di tahun ini.

“Sebenarnya target kita tahun ini juga 35 emiten, alhamdulillah sudah 51 yang di pipe line ada 10 lebih. Tahun depan kita tidak kurangi target sekarang. Jangan lihat realisasi waluapun ada pilpres kita tetap optimis ya mungkin bisa di atas itu,” pungkasnya.

Tag: Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24