Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:21 WIB. Samsung - Samsung optimis masyarakat masih minat terhadap ponsel premium.
  • 10:18 WIB. Telsa - Elon Musk tegaskan tidak garap crytocurrency.
  • 10:17 WIB. Huawei - Huawei bantah beri bonus ke pegawai yang curi properti lawan.
  • 09:58 WIB. Samsung - Samsung Galaxy Home rilis pada April.
  • 09:05 WIB. TCL - TCL kembangkan ponsel layar lipat terunik, kabarnya rilis tahun depan.
  • 09:00 WIB. IHSG - Akhir pekan, IHSG dibuka merah 0,30% ke level 6.518,19.
  • 08:55 WIB. PGN - PGN optimistis dapat membukukan kinerja lebih moncer pada tahun ini.
  • 08:55 WIB. BTN - BTN menilai naiknya batasan gaji penerima FLPP akan berdampak positif bagi industri properti.
  • 08:55 WIB. Realme - Realme umumkan C1 2019 dengan memori lebih besar.
  • 08:43 WIB. Samsung - Selama 10 tahun, Samsung sudah jual 2 miliar unit Galaxy.
  • 08:42 WIB. Pinterest - Pinterest ajukan IPO untuk Juni.
  • 08:38 WIB. Zuckerberg - Zuckerberg gelar pertemuan tertutup dengan Pemerintah Inggris.
  • 08:36 WIB. Realme - Realme 3 meluncur bulan depan.
  • 08:35 WIB. Qlue - Qlue dapat penghargaan di Dubai.
  • 08:34 WIB. Simbadda - Simbadda rilis dua speaker baru sekaligus.

Manfaatkan SIAL Interfood 2018, Indonesia Seaweed Percaya Mampu Buka Pasar Internasional

Foto Berita Manfaatkan SIAL Interfood 2018, Indonesia Seaweed Percaya Mampu Buka Pasar Internasional
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli), produsen rumput laut hydrocolloids tropis terbesar di dunia di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP) serta didukung oleh program SMART-Fish Program oleh UNIDO (United Nations Industrial Development Organization), akan berpartisipasi di SIAL InterFood 2018, Hall C2 dengan nomer stan E018, Jakarta International Expo, Kemayoran, pada tanggal 21–24 November 2018 mendatang.

Di acara ini, yang merupakan payung dari industri rumput laut di Indonesia akan melakukan brand launching “Indonesia Seaweed” yang bertempat di panggung utama Hall B2, pada hari Jumat 23 November, pukul 10.00-11.00 WIB.

Indonesia terkenal sebagai pebudidaya rumput laut terbesar di dunia. Sebagian besar rumput laut diekspor ke negara-negara lain tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa Indonesia memiliki perusahaan manufaktur Agar yang berkualitas tinggi, serta semi-refined Carrageenan, refined Carrageenan, Alkali Treated Cottonii Chips dan Alkali Treated Gracilaria.

Partisipasi Astruli pada SIAL InterFood dan juga brand launching Indonesia Seaweed adalah langkah awal untuk membuka peluang lebih besar ke pasar internasional sebagai prosesor hydrocolloids yang berkualitas. Astruli bersama-sama dengan para anggotanya yang merupakan prosesor rumput laut Indonesia, siap untuk bersaing dan menawarkan produk berstandar internasional kepada dunia. Momentum partisipasi di SIAL InterFood 2018 di Jakarta dipilih sebagai momentum untuk brand launching berdasarkan potensinya sebagai acara dengan skala internasional yang menawarkan kesempatan besar untuk kegiatan ekspor.

Sudari Pawiro dari SMARTFish Indonesia, mengungkapkan bahwa UNIDO melalui program SMARTFish sangat mendukung industri rumput laut di Indonesia agar menjadi lebih kompetitif di pasar global.

"Meskipun Indonesia merupakan penghasil rumput laut terbesar di dunia, tetapi nilai produk ekspor ekstrak rumput laut seperti Carrageenan dari Indonesia, masih dibawah nilai ekspor negara penghasil rumput laut lainnya seperti Tiongkok dan Filipina," ujar Sudari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Sudari melanjutkan, program SMART-Fish bekerja sama dengan para anggota Astruli dan KKP dalam memperkenalkan metode penanaman rumput laut yang lebih produktif kepada produsen rumput laut di berbagai tempat di Indonesia, meningkatkan efisiensi dalam pengolahan rumput laut, serta proyek pilot untuk Seaweed Trace (external traceability) Bersama dengan 8 perusahaan dan melibatkan lebih dari 3000 petani rumput laut serta mengembangkan merek Indonesia Seaweed.

"Melalui usaha-usaha tersebut, kami percaya bahwa prosesor rumput laut Indonesia dapat menawarkan kualitas produk yang lebih baik dan konsisten, berkelanjutan serta dapat dilacak  kepada pasar internasional," tambahnya.

Sementara itu, alasan mengapa rumput laut Indonesia memilih slogan “Natural Binding Solutions to the World”, McDonny, Ketua dari Astruli menjelaskan, ada berbagai alasan mengapa rumput laut Indonesia adalah solusi pengikat alami untuk dunia. Pembeli akan mendapatkan produk rumput laut langsung dari negara sumber yang menghasilkan 75%  produksi global tropical seaweed di dunia.

"Ditambah lagi, Indonesia memiliki berbagai prosesor yang berstandar internasional dan menawarkan hydrocolloids Agar dan (semi) refined carrageenan yang berkualitas tinggi," ujar McDonny.

Ia menambahkan, anggotanya memenuhi persyaratan international food safety standards, meningkatkan ketertelusuran produk dan jejak karbon rendah karena rantai pasokan yang pendek. Selain itu, stabilitas harga dan tanggung jawab sosial kepada petani dan masyarakat setempat.

"Jika Anda ingin menemukan lebih banyak manfaat rumput laut Indonesia dan bertemu dengan para pengusaha industry rumput laut Indonesia, datang dan temui kami di acara SIAL InterFood. Kami senang menyambut Anda di acara peluncuran merek dan networking di SIAL InterFood," pungkasnya.

Tag: Rumput Laut, Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia (Astruli)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Astruli

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.30 3,729.07
British Pound GBP 1.00 18,411.72 18,223.66
China Yuan CNY 1.00 2,101.61 2,080.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,127.00 13,987.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,109.28 10,006.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.01 1,782.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,447.42 10,343.12
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,020.02 15,854.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.01 3,432.39
Yen Jepang JPY 100.00 12,756.91 12,629.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6537.766 24.982 628
2 Agriculture 1616.672 15.458 21
3 Mining 1935.600 28.600 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.282 9.632 71
5 Miscellanous Industry 1347.154 -12.736 46
6 Consumer Goods 2654.468 -5.813 51
7 Cons., Property & Real Estate 459.894 1.147 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.069 7.199 72
9 Finance 1243.721 7.000 91
10 Trade & Service 827.313 1.685 155
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 288 432 144 50.00
2 OCAP 54 72 18 33.33
3 PUDP 356 430 74 20.79
4 PJAA 1,260 1,500 240 19.05
5 YULE 175 208 33 18.86
6 INPS 2,100 2,400 300 14.29
7 BRAM 6,200 7,000 800 12.90
8 IKAI 179 200 21 11.73
9 INDY 1,955 2,180 225 11.51
10 IBFN 240 266 26 10.83
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,900 1,425 -475 -25.00
2 ARTA 980 780 -200 -20.41
3 KBLV 525 454 -71 -13.52
4 CSAP 600 540 -60 -10.00
5 AKPI 690 625 -65 -9.42
6 CLAY 1,540 1,395 -145 -9.42
7 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
8 PSDN 260 242 -18 -6.92
9 SIPD 1,030 960 -70 -6.80
10 TRIS 236 220 -16 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,490 2,640 150 6.02
2 ADRO 1,345 1,415 70 5.20
3 JPFA 2,310 2,330 20 0.87
4 INDY 1,955 2,180 225 11.51
5 BUMI 150 163 13 8.67
6 BMRI 7,100 7,325 225 3.17
7 UNTR 26,000 26,500 500 1.92
8 ESTI 91 92 1 1.10
9 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
10 LEAD 92 86 -6 -6.52