Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:31 WIB. Huawei - Dalam sebulan, penjualan Huawei di luar China turun 40%. 
  • 20:16 WIB. Walmart - Walmart Meksiko mulai terima pesanan via WhatsApp.
  • 20:05 WIB. Xiaomi - Xiaomi siap rilis dua smartphone seri baru Mi CC9.
  • 19:53 WIB. Asus - Kantongi sertifikat TKDN, Asus Zenfone 6 segera masuk Indonesia.
  • 19:29 WIB. Google - Proyek smart city Google di Kanada janji rahasiakan data pribadi.
  • 19:14 WIB. Tesla - AS kabulkan permohonan Tesla untuk keringanan cukai impor aluminium.
  • 19:01 WIB. Xiaomi - Xiaomi setop produksi smartphone Mi Note dan Mi Max.
  • 18:47 WIB. Asus - Asus bawa laptop gaming ROG dan TUF baru ke Indonesia.
  • 16:59 WIB. Indosat - Indosat Ooredoo kenalkan kualitas jaringan 4G Plus.

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu - Warta Ekonomi
WE Online, Palu -

Kota Palu, Sulawesi Tengah hingga kini masih dilanda kelangkaan semen yang membuat masyarakat resah mengingat bahan bangunan itu sangat dibutuhkan mereka pasca gempa bumi, tsunami dan likuifaksi banyak bangunan, termasuk rumah tinggal yang rusak diterjang bencana alam tersebut.

"Saya sudah keliling toko-toko yang biasanya menjual bahan bangunan, tetapi stok semen lagi kosong," kata Ridwan, seorang warga di bilangan Jalan Banteng, Palu Selatan, Selasa (20/11/2018).

Ia mengatakan membutuhkan semen untuk memperbaiki dinding rumah yang retak dan tembok pagar ambruk akibat gempabumi 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 yang juga disusul tsunami dan likuifikasi di beberapa lokasi permukiman warga di Kota Palu, Donggala dan Sigi.

Dia mengaku belum bisa memperbaiki rumah yang rusak, karena bahan bangunan semen di toko-toko pengecer masih kosong.

"Kami juga belum tahu kapan semen masuk di Palu," kata Ridwan menguitip keterangan seorang pedagang bahan bangunan di bilangan Jalan Monginsidi Palu Selatan.

Hal senada juga disampaikan Adrie, seorang warga di Jalan Karajalembah. Ia mengatakan sudah berlangsung dua pekan ini, toko-toko pengecer tidak lagi memiliki stok semen.

Kalau bahan bangunan lainnya seperti seng, tripleks, baja ringan, besi beton, paku, cat dan lainnya, stok cukup banyak, tetapi harganyapun sudah naik selama pasca gempabumi dan tsunami serta likuifaksi.

Ia mencontohkan, seng gelombang merek fumira dijual pedagang saat ini mencapai Rp57 ribu/lembar, naik dari sebelumnya hanya Rp47.000/lembar. Samahalnya tripleks 3 inci dijual pedagang Rp67.000/lembar dari sebelumnya hanya Rp60.000/lembar.

Sementara harga semen di pasaran sempat naik hingga mencapai Rp80.000/sak dari normalnya Rp65.000/sak.

Seorang distributor semen merek tonasa di Palu, Jimmy Hosan membenarkan semen di pasaran cukup langka karena pasokan terlambat. Selain pasokan terlambat, juga permintaan masyarakat selama sebulan terakhir ini mengalami peningkatan cukup tinggi karena dampak dari bencana alam banyak bangunan rusak.

Otomatis kebutuhan masyarakat meningkat, sebab banyak rumah yang rusak dan harus dibangun atau diperbaiki kembali.

"Ya bahan bangunan yang dibutuhkan adalah semen," kata dia.

Dia berharap segera ada pasokan sehingga semen bisa dijual lagi di toko-toko pengecer untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tag: Gempa Palu

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Basri Marzuki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.76 3,750.60
British Pound GBP 1.00 18,120.74 17,938.24
China Yuan CNY 1.00 2,071.89 2,051.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,209.00 14,067.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,897.99 9,796.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,820.08 1,801.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,505.73 10,399.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.63 16,042.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,430.47 3,393.73
Yen Jepang JPY 100.00 13,264.56 13,128.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6320.445 31.980 636
2 Agriculture 1462.734 12.139 21
3 Mining 1729.467 84.267 46
4 Basic Industry and Chemicals 773.084 8.727 71
5 Miscellanous Industry 1274.058 -1.017 47
6 Consumer Goods 2405.119 3.777 52
7 Cons., Property & Real Estate 486.531 -1.769 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1191.003 6.146 74
9 Finance 1291.358 1.492 90
10 Trade & Service 802.181 3.053 159
No Code Prev Close Change %
1 INDY 1,335 1,675 340 25.47
2 POSA 360 450 90 25.00
3 SMBR 875 1,090 215 24.57
4 ALKA 360 438 78 21.67
5 KONI 376 448 72 19.15
6 INPP 760 880 120 15.79
7 KIOS 635 735 100 15.75
8 KICI 268 310 42 15.67
9 GOLD 438 500 62 14.16
10 HRUM 1,395 1,590 195 13.98
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 468 352 -116 -24.79
2 HDFA 168 136 -32 -19.05
3 BRAM 10,000 8,100 -1,900 -19.00
4 YULE 181 161 -20 -11.05
5 ARTA 460 410 -50 -10.87
6 PGLI 476 430 -46 -9.66
7 PYFA 188 170 -18 -9.57
8 NICK 270 246 -24 -8.89
9 WIIM 252 230 -22 -8.73
10 MAYA 7,000 6,425 -575 -8.21
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,615 1,835 220 13.62
2 INDY 1,335 1,675 340 25.47
3 ANTM 795 845 50 6.29
4 PTBA 2,880 3,060 180 6.25
5 MNCN 1,000 985 -15 -1.50
6 SMBR 875 1,090 215 24.57
7 BBRI 4,310 4,330 20 0.46
8 TAMU 500 520 20 4.00
9 JPFA 1,495 1,520 25 1.67
10 ADRO 1,245 1,330 85 6.83