Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:36 WIB. Huawei - Alasan kesehatan, bos Huawei minta dilepaskan.
  • 13:35 WIB. Apple - Apple patenkan Augmented Reality untuk identifikasi kendaraan.
  • 13:15 WIB. Saham - Harry Zulnardy dapat Rp115,7 juta dari penjualan saham PT Mahaka Media (ABBA).
  • 13:15 WIB. Capex - PT Jasa Marga Properti anggarkan capex Rp1,9 triliun untuk pembebasan lahan proyek.
  • 13:15 WIB. Harbolnas - Harbolnas 2018 diprediksi diikuti oleh lebih dari 300 e- commerce dengan total transaksi mencapai Rp7 triliun.
  • 12:10 WIB. IHSG - Akhiri sesi I, IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 6.09,95. 
  • 11:25 WIB. Lummus Technology - Chandra Asri percayakan desain furnace cracker kedua di Cilegon kepada Lummus Technology.
  • 10:48 WIB. Obligasi - Indonesia Eximbank siap bayar obligasi Rp2,8 triliun.
  • 10:02 WIB. IPO - PT Urban Jakarta Propertindo catatkan saham perdana di BEM dengan kode URBN. 
  • 10:02 WIB. IPO - PT Satria Mega Kencana catatkan saham perdana di BEI dengan kode SOTS.
  • 09:41 WIB. Fintech - 45 fintech baru resmi terdaftar di Bank Indonesia.
  • 09:03 WIB. Gaikindo - Gaikindo usul mobil listrik impor dulu sebelum rakit lokal.
  • 08:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Mix versi 5G mulai tersedia awal 2019 mendatang di sejumlah negara Eropa.
  • 08:36 WIB. Gim - Gim legendaris Crash Team Racing bakal dibuat ulang dan bisa online.
  • 08:33 WIB. Uber - Uber diam-diam ajukan IPO.

Iran Ancam Keluar dari Kesepakatan Nuklir

Foto Berita Iran Ancam Keluar dari Kesepakatan Nuklir
Warta Ekonomi.co.id, Istanbul -

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Selasa (20/11/2018) mengancam bahwa negaranya akan keluar dari kesepakatan nuklir 2015 jika kebutuhan negaranya tidak dipenuhi.

"Negara Uni Eropa dan negara lain yang berkomitmen pada kesepakatan nuklir mengetahui bahwa Iran takkan diam saja jika kebutuhan ekonomial tidak dipenuhi dalam kerangka kerja kesepakatan," kata Zarif kepada Islamic Consultative Assemby News Agency (ICANA).

Zarif mengatakan negara Uni Eropa telah menghadapi kesulitan untuk menemukan negara yang menampung sistem Special Purpose Vehicle (SPV), yang dikembangkan sebagai mekanisme konversi keuangan yang tidak tercakup oleh sanksi AS.

Diplomat senior Iran tersebut menekankan bahwa semua negara memiliki hak untuk mencari cara lain guna melindungi kepentingan nasional mereka, demikian laporan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Pada Senin (19/11), Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan AS mengancam semua negara yang mempertimbangkan untuk beralih ke sistem SPV.

Meskipun menghadapi kesaman dunia sehubungan dengan tindakan anti-Iran oleh Washington, Presiden AS Donald Trump secara sepihak menjatuhkan kembali sanksi atas Teheran pada 5 November dan memberlakukan apa yang katakan sebagai "tingkat paling tinggi" larangan ekonomi atas Republik Islam Iran.

Pada Agustus, AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru atas Iran, yang terutama ditujukan kepada sektor perbankan negeri itu, beberapa bulan setelah Washington keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran.

Gelombang kedua sanksi baru AS terhadap pengekspor terbesar ketiga OPEC secara resmi dimulai pada 5 November, dengan sasaran sektor keuangan, pelayaran, pembuatan kapal dan negeri Iran.

Sebagian besar pengamat percaya bahwa menjatuhkan sanksi atas sektor perminyakan Iran untuk waktu lama akan menaikkan harga minyak dan membuat lemah dolas AS di kancah internasional, yang akhirnya akan mengarah kepada kekalahan AS dan penarikan dirinya dari keputusan sepihaknya.

Tag: Nuklir, Iran

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Reuters/Heinz-Peter Bader

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21