Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:32 WIB. PGN - PGN dan Krakatau Steel teken MoU pengembangan energi.
  • 19:22 WIB. PTPP - PT PP meneken nota kesepahaman dengan PT Hyundai Engineering & Construction.
  • 19:04 WIB. Pelindo III - Pelindo III segera menerapkan gate in online di pelabuhan Tanjung Perak.
  • 18:48 WIB. Pelindo III - Pelindo III tambah fasilitas shore connection di pelabuhan Tanjung Emas.
  • 18:36 WIB. Minyak - Harga minyak naik sampai US$63 per barel saat Iran menembak drone militer AS.
  • 18:24 WIB. BTN - BTN mengaku sedang melakukan penjajakan untuk mengakuisisi Bank Syariah Bukopin.

Meski Pasar Sedang Tak Bagus, IPO DIVA Oversubscribed 6 Kali

Meski Pasar Sedang Tak Bagus, IPO DIVA Oversubscribed 6 Kali - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) saat ini tengah dalam proses penawaran umum perdana saham (intial public offering/IPO). Dalam aksi ini perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 6 kalli.

"Kita sudah oversubscribed 6 kali, kalau exactly-nya itu 5,6 kali," ucap Direktur PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Stanley Tjiandra, di sela acara penawaran umum perdana saham DIVA, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Keputusan perseroan untuk menggelar IPO memang terbilang cukup berani disaat kondisi  pasar yang sedang berfluktuasi. Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Tbk (KREN), Octavianus Budiyanto selaku penjamin pelaksana emisi efek mengungkapkan jika sekarang ini minat investor mengalami pergeseran dari yang tadinya ke perusahaan oil and gas, menjadi ke perusahaan berbasis teknologi digital.

"Memang sekarang ini kondisi market sedang dalam tren turun, tetapi kami yakin dan sudah terbukti saham DIVA banyak peminat," jelasnya, dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Direktur PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), Suryandy Jahja mengatakan bahwa dalam proses IPO anak usaha MCash ini ada beberapa pembeli siaga. Ia menyebut bahwa pembeli siaga saham DIVA seperti Nikko Asset Management Singapura, Qilin Asset  Management Singapura, Sinarmas Asset Management.

"Encore cukup besar ada 15-16, mereka cukup merata kita bagi. Lokal juga cukup banyak. Ada satu yang sangat besar dari Singapura, kemudian ada Korean konsorsium," terangnya.

Sekedar informasi saja, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) berencana untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan November 2018. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 214.285.700 lembar saham baru, atau setara dengan 30% dari modal disetor Perseroan dengan harga penawaran sebesar Rp2.950 per saham. Dengan demikian, perusahaan akan mengantongi dana segar senilai Rp632,14 miliar.

Perseroan berencana untuk menggunakan 55% dari hasil IPO untuk modal kerja, 40% untuk belanja modal, dan 5% sisanya akan diarahkan ke investasi dalam Sumber Daya Manusia.

Sebagai perusahan‘digital business converter and accelerator’, DIVA bertujuan untuk memodernisasi 56,6 juta pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang saat ini beroperasidi Indonesia, memberdayakan mereka dengan teknologi dan berbagai produk inovatif, dan menyelaraskanstrategi mereka dengan visi Perseroan yang menempatkan UKM sebagai "pusat kekuatan" ekonomi digital Indonesia.

Melalui platform digitalnya, "DIVA Smart Outlet" (SO) dan "DIVA Intelligent Instant Messaging" (IIM), Perseroan memperkenalkan open infrastructure, platform plug and play yang diberdayakan dengan kemampuan distribusi multi-produk dan multi-channel untuk mendukung para retailers atau distributor dalammengelola bisnis mereka. DIVA SO adalah perangkat multi-payment terpadu yang dapat memproses berbagaiopsi pembayaran tunai dan non-tunai sebagai "point-of-sale" (POS), dan menawarkan berbagai varian produk digital.

Sementara, DIVA IIM adalah sistem platform terintegrasi, yang didukung oleh teknologi chatbot dan Artificial Intelligence (AI) termutakhir, yang memanfaatkan berbagai aplikasi Instant Messaging populer seperti WhatsApp, Telegram, dan LINE.

Dengan hampir 17.000 UKM yang saat ini terhubung dengan DIVA, Perseroan menawarkan produk paket bundling, melalui kolaborasi dengan berbagai industri. Melalui platform DIVA, visi Perseroan diterjemahkan lewat DBA (DIVA Business Architecture) untuk memberdayakan para agen telekomunikasi, perjalanandan branchless banking, termasuk UKM, dan mengkonversi mereka dari model distribusi produk dan channel tunggal menuju model distribusi multi-produk/multi-channel.

Tag: PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Initial Public Offering (IPO)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42