Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:42 WIB. Perbankan - LPS akan menerapkan program PRP (program restrukturisasi perbankan) tahun depan.
  • 13:29 WIB. Apple - Apple jajal produksi AirPods di Vietnam.
  • 13:06 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,27% ke level Rp13.942 per dolar AS.
  • 12:08 WIB. Hong Kong - China sudah menyiapkan rencana untuk mengatasi masalah chaos di Hong Kong.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup minus 0,02% di akhir sesi I.
  • 11:45 WIB. Netflix - Jumlah pelanggan Netflix dari 60,2 juta pada kuartal I, menjadi 60,1 juta pada akhir Juni.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Mi A3, ada tiga kamera belakang dan fingerprint di layar.
  • 09:16 WIB. Perang Dagang - Para pemimpin China mengadakan pertemuan rahasia untuk mempersiapkan menghadapi delegasi AS.
  • 07:15 WIB. Perang Dagang - Para pemimpin China mengadakan pertemuan rahasia untuk mempersiapkan menghadapi delegasi AS.

Tetapkan Harga Rp2.950 Per Saham, DIVA Akan Ekspansi ke Luar Negeri

Tetapkan Harga Rp2.950 Per Saham, DIVA Akan Ekspansi ke Luar Negeri - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp2.950 per saham. Perseroan diketahui bakal melepas sebanyak 214.285.700 atau sekitar 30% dari modal disetor Perseroan. Alhasil, perusahaan bakal mengantongi dana IPO sebesar Rp632,14 miliar dari aksi tersebut.

Perseroan pun berencana untuk menggunakan 55% dari hasil IPO untuk modal kerja, 40% untuk belanja modal, dan 5% sisanya akan diarahkan ke investasi dalam Sumber Daya Manusia.

Direktur PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Stanley Tjiandra mengatakan bahwa dana sebesar Rp632,14 miliar akan dipergunakan perseroan guna memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan hingga tiga tahun mendatang.

"Setelah hitung-hitungan, kebutuhan pendanaan untuk cover ekspansi 3 tahun ke depan itu sekitar Rp632 miliaran. Jadi, kita sudah aman untuk 2019, 2020 hingga 2021," ujarnya, disela acara penawaran umum perdana saham DIVA, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Menurut Stanley, pada tahun 2017 lalu perseroan memang masih fokus menggarap produk digital. Namun, setelah IPO perseroan juga akan merambah ke bisnis yang berkaitan dengan subscription modal dan bisnis transaction fee.

"Kita mau punya bisnis model yang berbeda. Karena kalau hanya bisnis mifi mungkin gak perlu IPO. Kita punya strategi berbeda makanya IPO. Kita mau distrup diri kita sendiri sebelum kita di distrupt oleh yang lain," jelasnya.

Malah, Stanley menyebtkan apabila pasca IPO perseroan telah menyiapkan beberapa inisiatif baru. Salah satunya inisiatif yang berhubungan dengan internasional bisnis. Perseroan ingin melebarkan tiga lini bisnisnya hingga ke luar negeri. Sayangnya, perseroan masih enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan rencana tersebut.

Akan tetapi, Direktur Hubungan Internasional PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Michael Alamsyah, menuturkan jika pihaknya ingin mengambil pasar dari turis internasional yang berkunjung ke Indonesia. Dimana, negara yang disasar perseroan merupakan negara yang tergabung di kawasan Southeast Asia serta negara-negara yang merupakan penghasil turis terbesar ke Indonesia.

"Kita mau a track turis yang dari luar. Nantinya, kita akan kerja sama dengan travel agent. Kemungkinan akan mulai di kuartal I tahun depan, saat ini kita masih godog," pungkasnya.

Tag: PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Saham

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.80 3,707.38
British Pound GBP 1.00 17,469.01 17,293.50
China Yuan CNY 1.00 2,042.73 2,022.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,046.00 13,906.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.51 9,764.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.93 1,779.95
Dolar Singapura SGD 1.00 10,329.46 10,225.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,782.09 15,622.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.86 3,379.34
Yen Jepang JPY 100.00 13,045.42 12,914.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66