Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:12 WIB. Oppo - Oppo rilis A7 RAM 3 GB seharga Rp2,69 juta. 
  • 08:00 WIB. 4G - Koneksi 4G Indonesia masih lelet.
  • 07:32 WIB. Grab - Pengguna Grab bisa isi ulang saldo Ovo lewat BNI.
  • 07:31 WIB. Huawei - CEO Huawei sebut AS tak bisa hancurkan perusahaannya.
  • 07:30 WIB. Samsung - Ponsel laya lipat Samsung terungkap, namanya Galaxy Fold.
  • 07:29 WIB. China - Aplikasi Xuixi Qiangguo yang berisikan propaganda China kabarnya milik Alibaba.
  • 07:25 WIB. Blibli - Bos Blibli minta pemerintah dorong investor asing agar betah.
  • 07:20 WIB. Instagram - Instagram Stories uji coba stiker donasi.
  • 07:12 WIB. Amazon - Amazon sumbang dana lagi buat teknologi kendaraan otonom.
  • 07:08 WIB. Alibaba - Indomie hingga Kopi Kapal Api catat transaksi capai Rp122 miliar di Alibaba dalam 24 jam. 

Tetapkan Harga Rp2.950 Per Saham, DIVA Akan Ekspansi ke Luar Negeri

Foto Berita Tetapkan Harga Rp2.950 Per Saham, DIVA Akan Ekspansi ke Luar Negeri
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp2.950 per saham. Perseroan diketahui bakal melepas sebanyak 214.285.700 atau sekitar 30% dari modal disetor Perseroan. Alhasil, perusahaan bakal mengantongi dana IPO sebesar Rp632,14 miliar dari aksi tersebut.

Perseroan pun berencana untuk menggunakan 55% dari hasil IPO untuk modal kerja, 40% untuk belanja modal, dan 5% sisanya akan diarahkan ke investasi dalam Sumber Daya Manusia.

Direktur PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Stanley Tjiandra mengatakan bahwa dana sebesar Rp632,14 miliar akan dipergunakan perseroan guna memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan hingga tiga tahun mendatang.

"Setelah hitung-hitungan, kebutuhan pendanaan untuk cover ekspansi 3 tahun ke depan itu sekitar Rp632 miliaran. Jadi, kita sudah aman untuk 2019, 2020 hingga 2021," ujarnya, disela acara penawaran umum perdana saham DIVA, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Menurut Stanley, pada tahun 2017 lalu perseroan memang masih fokus menggarap produk digital. Namun, setelah IPO perseroan juga akan merambah ke bisnis yang berkaitan dengan subscription modal dan bisnis transaction fee.

"Kita mau punya bisnis model yang berbeda. Karena kalau hanya bisnis mifi mungkin gak perlu IPO. Kita punya strategi berbeda makanya IPO. Kita mau distrup diri kita sendiri sebelum kita di distrupt oleh yang lain," jelasnya.

Malah, Stanley menyebtkan apabila pasca IPO perseroan telah menyiapkan beberapa inisiatif baru. Salah satunya inisiatif yang berhubungan dengan internasional bisnis. Perseroan ingin melebarkan tiga lini bisnisnya hingga ke luar negeri. Sayangnya, perseroan masih enggan menjelaskan lebih lanjut terkait dengan rencana tersebut.

Akan tetapi, Direktur Hubungan Internasional PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Michael Alamsyah, menuturkan jika pihaknya ingin mengambil pasar dari turis internasional yang berkunjung ke Indonesia. Dimana, negara yang disasar perseroan merupakan negara yang tergabung di kawasan Southeast Asia serta negara-negara yang merupakan penghasil turis terbesar ke Indonesia.

"Kita mau a track turis yang dari luar. Nantinya, kita akan kerja sama dengan travel agent. Kemungkinan akan mulai di kuartal I tahun depan, saat ini kita masih godog," pungkasnya.

Tag: PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, Saham

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02