Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:51 WIB. Luhut - Puisi yang dibacakan Neno Warisman tidak tepat.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Pusi Neno sama saja menaggap Jokowi dan saya sebagai orang kafir.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Neno menempatkan puisinya seperti perang Badar, padahalkan Indonesia gelar Pemilu.

Kemenkominfo Masih Galau Buat Keputusan Final untuk First Media dan Internux

Foto Berita Kemenkominfo Masih Galau Buat Keputusan Final untuk First Media dan Internux
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pada Rabu (21/11/2018), PT Internux menyampaikan informasi tertulis mengenai pemberhentian sementara transaksi pelanggan, baik dalam bentuk isi ulang (top up) maupun paket berlangganan. Hal tersebut merupakan arahan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

PLT Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu menyampaikan, arahan itu dikatakan langsung oleh Menteri Rudiantara pada Senin (19/11/2018) malam. Arahan tersebut termasuk dalam bentuk negosiasi sementara antara Kemenkominfo dan PT Internux serta PT First Media perihal pengajuan restrukturisasi model pelunasan utang yang diterima Kemenkominfo pada Senin siang.

“Itu memang arahan dari kami ketika mereka mengajukan permohonan pada Senin lalu. Malamnya, Pak Menteri meminta mereka untuk tidak menambah top up pelanggan lagi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk negosiasi untuk sementara," ujar Ferdinandus, Rabu (21/11/2018) sore, kepada Warta Ekonomi.

Permintaan tersebut merupakan bentuk penegasan Kemenkominfo kepada PT Internux dan PT First Media. Bersamaan dengan itu, pihak Kemenkominfo mengaku tengah menimbang-nimbang regulasi apa yang akan diterapkan terhadap pengajuan restrukturisasi utang kedua perusahaan itu.

Pria yang akrab dipanggil Nando itu menjelaskan, "Kami masih mencari plus minusnya, regulasinya seperti apa, kemudian apa yang dibutuhkan seandainya diteruskan prosesnya di proposal perbaikan mereka seperti apa, dan nanti itu sistemnya ada garansi bank sebagai bentuk komitmen dari First Media dan Internux."

Menurut Nando, bentuk komitmen pencicilan utang oleh PT First Media dan PT Internux harus dipikirkan dengan matang agar proses pelunasan dapat dilakukan hingga September 2020 mendatang.

"Bentuk komitmen untuk menyicilnya itu yang tidak mudah ditentukan. Jadi, kami masih memikirkan, sehingga membuat kami agak delay untuk menentukan keputusan. Ini yang kami tekankan untuk lunas sampai September 2020 itu bentuk komitmen mereka untuk bayar," jelas Nando lagi.

Sampai hari ini, belum ada keputusan yang ditetapkan oleh Kemenkominfo dalam menindaklanjuti permohonan PT First Media dan PT Internux pada Senin lalu. Dirjen SDPPI sedang menyusun mekanisme yang tepat untuk proses pelunasan utang kedua perusahaan yang berjumlah sekitar Rp708 miliar.

"Belum, ini masih rapat Dirjen SDPPI untuk lihat mekanismenya karena ketika kami putuskan, misalnya kami katakan 'oke kami terima proposal', itu sudah diikuti dengan tahapan-tahapan lanjutan," kata Nando kemudian.

Sebelumnya, pada Jumat (16/11/2018), PT First Media dan PT Internux mengajukan proposal restrukturisasi model pelunasan utang kepada Kemenkominfo. Proposal tersebut diterima oleh Kemenkominfo pada Senin siang. Selama belum ada keputusan dari Kemenkominfo, pengguna layanan Bolt (PT Internux) tidak bisa melakukan pembelian paket berlangganan atau pun isi ulang. Sementara layanan TV Kabel dari First Media yang dioperasikan PT Link Net tetap berjalan normal karena berada di bawah lisensi yang berbeda dari Bolt.

Tag: PT Internux (Bolt), PT First Media Tbk

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: BOLT

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93