Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:48 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV optimistis kinerja ekspor dari wilayah Indonesia Timur tumbuh hingga 30%.
  • 20:47 WIB. KAI - Menyambut Natal dan Tahun Baru, KAI Daop 4 Semarang akan mengoperasikan 82 perjalanan KA setiap harinya.
  • 20:45 WIB. Sucofindo - Sucofindo memproyeksikan tahun depan bisa mensertifikasi 100 perusahaan jasa PPIU.
  • 20:42 WIB. WTON - WIKA Beton berencana mengakuisisi atau menguasai sumber material alam pada 2019.
  • 20:38 WIB. BTN - BTN akan menahan bunga KPR hingga awal 2019.
  • 20:37 WIB. Pertamina - Pertamina membangun Stasiun Pengisian Listrik Umum sebagai sarana pengisi daya kendaraan listrik.
  • 20:33 WIB. ADHI - Adhi Karya mendapat pembayaran proyek LRT sebesar Rp2,5 triliun dari KAI.
  • 20:33 WIB. KAI - KAI menyebutkan hunian terintegrasi dengan stasiun kereta bisa kurangi kemacetan.
  • 20:25 WIB. Pertamina - Pertamina hanya bermitra dengan Overseas Oil and Gas LLC untuk proyek kilang Bontang.
  • 20:24 WIB. Pelindo I - Pelindo I menerapkan sistem e-berthing dan e-pass di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.
  • 19:04 WIB. Carlos Ghosn - Carlos Ghosn secara resmi dinyatakan bersalah dalam skandal pelanggaran keuangan.
  • 19:03 WIB. Asia - Bank Dunia: Penduduk Asia Timur ingin berpenghasilan tinggi.
  • 19:02 WIB. Uni Eropa - Uni Eropa siapkan sanksi tambahan untuk otoritas Myanmar.
  • 19:02 WIB. Donald Trump - Trump mendukung permintaan anggaran pertahanan senilai $750 miliar kepada Kongres.
  • 19:01 WIB. China - China dan Ukraina memperbarui perjanjian swap mata uang bilateral bilateral

Tantangan Bisnis Perhotelan dalam Industri 4.0

Foto Berita Tantangan Bisnis Perhotelan dalam Industri 4.0
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kehadiran Airbnb di industri perhotelan mengubah platform digital dalam industri perhotelan. Pelaku industri hotel harus dapat beradaptasi dengan pesaing baru yang memanfaatkan teknologi dalam melayani pelanggan. Bila tidak, mereka akan gugur dengan sendirinya.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira berpendapat, para pengusaha hotel besar harus menyesuaikan diri dengan pesaing baru, terutama yang sudah terpapar teknologi seperti hotel di platform Airbnb. Dengan adanya persaingan, akan banyak pemain yang berguguran bila tak mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Pada Rabu (21/11/2018), Bhima menjelaskan, "Kemunculan Airbnb memang mengubah platform digital dalam pemesanan dan promosi hotel. Sekarang rumah-rumah warga dijadikan penginapan, bahkan ada yang mematok harga Rp50 ribu per malam. Hotel besar harus menyesuaikan dengan pesaing baru itu. Pastinya banyak yang berguguran untuk pemain skala besar."

Pertumbuhan di sektor perhotelan pada kuartal III 2018 pun lebih rendah bila dibanding pertumbuhan pada kuartal III 2017. Pada kuartal III tahun ini, pertumbuhan industri perhotelan hanya sebesar 4,31%, sedangkan di kuartal yang sama pada 2017, pertumbuhannya bernilai 5,58%. Salah satu faktor penyebab penurunan itu, persaingan bisnis yang semakin ketat di era digital ini.

"Persaingan bisnis perhotelan semakin ketat setelah munculnya hotel-hotel kecil dan Airbnb. Harga pun makin ketat, pengusaha hotel tidak bisa mendapatkan marjin untung yang terlalu tinggi," kata Bhima kepada Warta Ekonomi.

Selain itu, mendekati era Industri 4.0, ada pula tantangan-tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis di bidang perhotelan. Teknologi membuat pengalaman pelanggan menjadi faktor penting dalam menciptakan reputasi sebuah hotel karena pelanggan dapat memberikan umpan balik secara online. Pelayanan hotel akan ditingkatkan demi memuaskan pelanggan.

"Industri 4.0 juga membuat experiences konsumen menjadi lebih penting. Tingkat hunian ditentukan oleh banyaknya bintang yang mencerminkan reputasi kepuasan konsumen. Pelayanan hotel berlomba yang terbaik atau ditinggalkan konsumen," papar Bhima.

Akses pasar yang luas membuat persaingan semakin kuat. Selain itu, laba tak dipatok tinggi karena permainan lebih ditingkatkan pada jumlah kamar, bukan kualitasnya. Teknologi dimanfaatkan untuk memangkas biaya tenaga kerja, membuat beberapa lapangan pekerjaan tak membutuhkan sumber daya manusia.

Bhima kemudian manambahkan, "Peran teknologi memangkas biaya tenaga kerja. Beberapa hotel di Jepang bahkan sudah mempekerjakan robot sebagai resepsionis dan tidak lama lagi Indonesia akan meniru hal itu."

Untuk menghadapi jejeran tantangan tersebut, pelaku industri perhotelan harus memberikan pelayanan yang memuaskan, sehingga reputasi hotel mereka di dunia digital akan bernilai tinggi. Pelaku industri juga perlu meningkatkan daya tarik diskon karena pelanggan menyukai bentuk penawaran berbau potongan harga. Selain itu, pemanfaatan teknologi pun dinilai tak kalah penting.

"Otomatisasi di beberapa peran, seperti resepsionis. Lalu, lakukan adopsi digitalisasi dalam promosi, misal pemasaran via channel e-commerce dan media sosial," kata Bhima lagi.

Dengan 143 juta pengguna internet di Indonesia, akan lebih mudah bila pelaku industri perhotelan menghubungkan bisnis mereka melalui dunia digital. Apalagi, era industri 4.0 semakin dekat, diperlukan persiapan untuk hadapi persaingan di masa itu. Bila tak mampu beradaptasi dengan teknologi, pemain besar industri perhotelan pun mungkin akan gugur di tengah jalan.

Tag: Perhotelan, Airbnb

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Paul Hackett

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.360 -14.996 620
2 Agriculture 1498.070 5.905 20
3 Mining 1737.944 -0.464 47
4 Basic Industry and Chemicals 843.964 1.637 71
5 Miscellanous Industry 1377.909 -12.076 45
6 Consumer Goods 2503.452 -5.828 49
7 Cons., Property & Real Estate 448.927 -0.797 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.764 -1.013 71
9 Finance 1163.047 -4.982 91
10 Trade & Service 790.568 -1.203 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 165 280 115 69.70
2 URBN 1,200 1,800 600 50.00
3 PTSN 645 805 160 24.81
4 MDIA 126 153 27 21.43
5 YULE 173 208 35 20.23
6 PJAA 1,125 1,350 225 20.00
7 MERK 5,400 6,475 1,075 19.91
8 YPAS 625 725 100 16.00
9 SHID 3,500 4,000 500 14.29
10 KPAS 442 505 63 14.25
No Code Prev Close Change %
1 DEAL 525 394 -131 -24.95
2 NUSA 210 158 -52 -24.76
3 HERO 920 770 -150 -16.30
4 AKSI 332 280 -52 -15.66
5 FORU 120 103 -17 -14.17
6 ETWA 85 73 -12 -14.12
7 LMAS 64 55 -9 -14.06
8 SIPD 1,100 960 -140 -12.73
9 PNSE 740 650 -90 -12.16
10 HDTX 150 132 -18 -12.00
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 442 505 63 14.25
2 RIMO 163 186 23 14.11
3 TLKM 3,670 3,680 10 0.27
4 NUSA 210 158 -52 -24.76
5 WSKT 1,845 1,845 0 0.00
6 BBRI 3,620 3,610 -10 -0.28
7 PTBA 3,990 4,020 30 0.75
8 ASII 8,225 8,150 -75 -0.91
9 ADRO 1,300 1,310 10 0.77
10 ITMG 20,425 19,800 -625 -3.06