Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - Penutupan sesi II, HSG menguat 0,64% ke level 6.115,58. 
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Valuasi Tokopedia naik menjadi US$7 miliar. 
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Tokopedia dapat suntikan dana US$1,1 miliar dari SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group.

Terapkan Sawit Berkelanjutan, WWF Indonesia Usulkan Ini

Foto Berita Terapkan Sawit Berkelanjutan, WWF Indonesia Usulkan Ini
Warta Ekonomi.co.id, Sintang -

WWF Indonesia menilai komitmen politik sangat diperlukan dalam penerapan pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan, salah satunya telah diberlakukan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sustainable Palm Oil Program Manager WWF Indonesia, Putra Agung, mengatakan jika ingin mendorong pengelolaan sawit berkelanjutan bisa diimplementasikan dengan baik di lapangan, salah satu faktor utama kunci suksesnya adalah kepemimpinan politik.

Komitmen politik tersebut telah ditunjukkan oleh Bupati Sintang Jarot Winarno yang memberlakukan sejumlah regulasi terkait pengelolaan perkebunan sawit berkelanjutan untuk menyeimbangkan aspek ekonomi, konservasi, dan sosial budaya.

Salah satu regulasi yang diterbitkan demi mendorong implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam industri sawit adalah Peraturan Bupati Kabupaten Sintang Nomor 57 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pembukaan Lahan bagi Masyarakat untuk mengendalikan kegiatan pembakaran lahan untuk mengakomodasi kepentingan adat.

Sintang adalah salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang terlibat dalam proyek Kemitraan Pertumbuhan Baik, dibantu oleh WWF Indonesia dan dibiayai Global Environment Facility melalui UNDP.

Program yang dijalankan sejak 2017 ini berfokus pada penghilangan rantai pasokan minyak sawit dan produksi dari deforestasi dan praktik yang tidak berkelanjutan. Di bawah proyek ini, WWF Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Sintang menunjukkan skema produksi minyak sawit berkelanjutan menggunakan pendekatan yurisdiksi di tingkat kabupaten.

"Jadi bagaimana seorang kepala daerah tidak hanya berkomitmen tetapi terjun langsung untuk menjamin bahwa produk atau komoditas yang dihasilkan di yurisdiksi tersebut bebas dari praktik tidak bertanggungjawab, dan pasar sebenarnya sangat mengharapkan itu," ujarnya di Sintang, Kamis (22/11/2018).

Proyek ini dirancang untuk membantu petani mengadopsi praktik terbaik yang mencakup peningkatan input dan teknologi yang akan memungkinkan peningkatan produksi menggunakan lahan pertanian yang ada, tanpa perlu perluasan lahan. Salah satu kegiatan proyek adalah meningkatkan kapasitas petani kecil mandiri untuk menghasilkan minyak sawit berkelanjutan.

Proyek ini dijalankan di empat desa di dua kecamatan dan melibatkan 300 petani kecil yang dikategorikan sebagai petani swadaya skala kecil yang terkait dengan rantai pasokan melalui agen lokal (sekitar 1-2 hektare per rumah tangga) dan petani kecil mengelola plot terkait dengan perusahaan skema plasma (10-15 hektare). Proyek ini akan berfokus untuk 300 pekebun mandiri yang dimiliki oleh 60 petani kecil.

Seperti banyak daerah di Indonesia, kelapa sawit adalah penggerak utama ekonomi di Sintang, yang menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi masyarakat dan pekebun baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan data statistik 2017, produksi minyak sawit di Sintang mencapai 935.941 ton yang berasal dari 168.107 hektare lahan. Sintang memiliki pekebun besar yang mengelola sekitar 9.000 hektare dan lebih dari 1.000 rumah tangga petani mandiri.

Tag: Sawit, WWF Indonesia

Penulis: Irfan Mualim/Ant

Editor: Irfan Mualim

Foto: Vicky Fadil

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87