Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:49 WIB. NASA - NASA: Cincin Saturnus akan hilang.
  • 19:46 WIB. Facebook - Facebook Messenger tambah fitur Boomerang di kamera.
  • 19:45 WIB. Qualcomm - Qualcomm tuding Apple langgar larangan jual iPhone di China.
  • 19:44 WIB. Mobil - Penjualan mobil 2018 diprediksi tembus 1,1 juta unit.
  • 19:42 WIB. Facebook - Facebook ketahuan masih kuntit pengguna.

Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Industri dalam Penguatan SDM di Perguruan Tinggi

Foto Berita Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Industri dalam Penguatan SDM di Perguruan Tinggi
Warta Ekonomi.co.id, Surabaya -

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri di era pemerintahan Jokowi, penguatan sumber daya manusia (SDM) di perguruan dan produk inovasi terus meningkat. Geliat positif tersebut muncul dari sejumlah perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Jawa Timur.

Penguatan riset di Kemenristekdikti dalam rangka daya saing bangsa. Daya saing bangsa arus kita dorong terus yaitu peningkatan SDM. Sekarang dalam pemerintahan Jokowi-JK menurut Global Competitiveness Report terkait daya saing bangsa Indonesia sudah mencapai peringkat ke-36 dari peringkat 41 sebelumnya

Demikian disampaikan Menristekdikti, Mohamad Nasir dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Membangun Indonesia Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah", bertempat di Ruang Hayam Wuruk, Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Menteri Nasir menerangkan, dulu peranan perguruan tinggi selama ini asyik dengan dunia sendiri yaitu memang terjadi proses pembelajaran dan pengajaran tapi tidak mampu mengimplementasi dengan hasil risetnya.

Ia mencoba membandingkan dengan riset dan penelitian di Iran yang selama 2004-2014 sudah mampu menghasilkan produk startup hingga 1.000. Sedangkan, ketika dirinya menjadi menteri hanya ada sembilan.

"Pada tahun 2015 sekarang menjadi 25, pada 2016 sampai 203. Kami pada Pemerintahan Jokowi mencapai angka pada 2018 yaitu 956, ini bisa masuk dalam industri. Kerja sama dengan industri sangat penting, harapan saya pada 2019 bisa 1.000," jelas Menristekdikti.

Dijelaskan, beberapa hasil inovasi dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian ini sekarang sudah masuk calon perusahaan pemula bidang teknologi (CPPBT) yang siap masuk ke industri.

Sejauh ini, Kemenristekdikti telah fokus mengembangkan penelitian yang memiliki daya saing pada 10 sektor antara lain teknologi pangan, informasi dan teknologi, transportasi (darat, laut dan udara), kesehatan,

Misalnya soal pengembangan teknologi pangan. Pusat penelitian kopi dan kakao ada di Jember, Jawa Timur. Ini merupakan hasil dari Science Techno Park di Jember.

"Dulu Swedia mengimpor kopi dari AS, lalu ditawarkan agar mengambil kopi langsung dari Indonesia. saat ini jika dulu pembibitan kopi dari biji dan batangnya, kini sudah bisa dikembangkan dari daun. Riset membuat bibit dari daun hingga 2 juta bibit," jelas Menteri Nasir. 

Salah satu inovasi dari Jawa Timur adalah produk motor listrik yang dibesut oleh para ahli dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS). Kecanggihan motor listrik ini bisa dikebut sampai kecepatan 100 km/jam dan speedometer bisa dipakai untuk telepon pintar (smartphone). Produk ini rencananya akan produksi massal pada awal 2019. Pabriknya disiapkan di Sentul, Jawa Barat.

"Yang tidak kalah penting adalah sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Menjadi penting akademisi, birokrat, dan industri. Ini contohnya, PT INKA, industri kereta di Madiun yakni LRT. Sudah beroperasi di Palembang, yaitu dari bandara ke Jakabaring, ini dibuat ITS di Surabaya, sudah menyerupai LRT di Eropa," imbuh Menristekdikti.

Satu hal, jumlah hasil penelitian dan riset Indonesia sejak 2015 di kawasan Asia Tenggara juga terus melonjak dan sudah melewati Thailand dan sudah nomor dua di bawah Malaysia.

Sementara itu, Pemerintah juga memberikan kebijakan afirmasi bagi kelompok tidak mampu melalui pemberian beasiswa Bidikmisi untuk menempih pendidikan di perguruan tinggi. Program Bidikmisi pada 2018 ditargetkan sebanyak 368.961 orang, sedangkan alokasi untuk Jatim ditargetkan sebanyak 63.147 orang. Posisi Triwulan III 2018 capaian penerima Bidikmisi untuk Nasional 302.764 dan penerima untuk Jatim sebanyak 47.899 orang di wilayah Surabaya, Madura, Malang, Pacitan hingga Banyuwangi.

"Jika ada anak yang susah membiayai kuliah agar lapor ke Kemenristekdikti sehingga tidak boleh ada anak gagal kuliah termasuk anak-anak di wilayah terluar, terdepan dan perbatasan."

Adapun, Kemenristekdikti mengupayakan agar sistem pembelajaran bagi mahasiswa tak mampu melalui sistem daring (online) agar mereka tetap bekerja.

Tag: Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Forum Merdeka Barat (FMB) 9

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6176.094 94.227 621
2 Agriculture 1553.700 23.242 20
3 Mining 1722.517 2.450 47
4 Basic Industry and Chemicals 851.540 22.282 71
5 Miscellanous Industry 1417.163 9.966 46
6 Consumer Goods 2555.083 70.002 49
7 Cons., Property & Real Estate 445.761 3.264 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.619 14.971 71
9 Finance 1174.737 17.417 91
10 Trade & Service 781.950 -0.798 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 133 179 46 34.59
2 SAFE 192 250 58 30.21
3 GLOB 352 440 88 25.00
4 AGRS 286 356 70 24.48
5 ARTA 625 750 125 20.00
6 POLY 137 160 23 16.79
7 PCAR 3,230 3,770 540 16.72
8 SHIP 865 990 125 14.45
9 SDRA 750 850 100 13.33
10 RELI 176 198 22 12.50
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 296 248 -48 -16.22
2 TRUS 322 276 -46 -14.29
3 INRU 600 525 -75 -12.50
4 ARTO 194 174 -20 -10.31
5 FILM 780 705 -75 -9.62
6 FMII 695 630 -65 -9.35
7 LUCK 770 700 -70 -9.09
8 MFMI 620 570 -50 -8.06
9 MPOW 118 109 -9 -7.63
10 INAI 410 380 -30 -7.32
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 366 4 1.10
2 BBRI 3,630 3,670 40 1.10
3 BBCA 25,325 26,150 825 3.26
4 TLKM 3,740 3,810 70 1.87
5 WSBP 358 384 26 7.26
6 UNTR 29,125 28,650 -475 -1.63
7 PTBA 4,230 4,220 -10 -0.24
8 PGAS 2,070 2,080 10 0.48
9 ADRO 1,240 1,245 5 0.40
10 INKP 12,000 12,000 0 0.00