Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:42 WIB. JSMR - Menteri Rini puas atas sistem transaksi tanpa henti di jalan tol yang dikembangkan Jasa Marga.
  • 13:45 WIB. Indocement - Indocement menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4% pada 2019.
  • 13:44 WIB. Kargo - PT AP Aviasi optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan kinerja kargo di Bandara Kualanamu hingga 20%.
  • 13:44 WIB. Garuda - Pilot Garuda gadungan ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
  • 13:42 WIB. PTPN IX - PTPN IX melakukan penyulingan perdana minyak atsiri serai wangi di Kabupaten Batang.
  • 13:42 WIB. BRI - BRI meraih dua penghargaan dari The Asian Banker.
  • 13:42 WIB. BRI - BRI bakal mengembangkan ekosistem keuangan guna meraup sumber pendanaan murah.
  • 11:29 WIB. PRDA - Prodia Widyahusada mencatatkan laba bersih sebesar Rp175,45 miliar pada tahun 2018.

Pengadilan Singapura Jatuhkan Vonis 7 Tahun Penjara untuk Maryani Usman Utar

Pengadilan Singapura Jatuhkan Vonis 7 Tahun Penjara untuk Maryani Usman Utar - Warta Ekonomi
WE Online, Singapura -

Seorang pembantu Indonesia yang memukul bayi di lehernya hingga menyebabkan kematiannya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada Kamis (22/11/2018).

Maryani Usman Utar, (25), mengaku bersalah atas apa yang dia perbuat karena menyebabkan kematian Richelle Teo Yan Jia, yang baru berusia satu tahun pada Mei 2016.

Keluarga Teo adalah majikan Singapura pertama Maryani. Dia mulai bekerja untuk Teo Kok Eng, (46), dan istrinya pada Januari 2015, dan prioritas utamanya adalah untuk merawat Richelle.

Menjelang tengah malam pada 8 Mei 2016, ketika Maryani akan tertidur lalu dia mendengar suara "berdebum", diikuti dengan tangisan dari bayi.

"Maryani menunduk dan melihat bayinya menghadap ke lantai. Dia mengangkat dan menepuknya, membujuk bayi untuk tidur sekitar setengah jam," ungkap kesaksian di pengadilan, seperti dilansir dari Channel NewsAsia, Kamis (22/11/2018).

Namun, bayinya membangunkan Maryani dengan tangisannya sekitar jam 2 pagi. Maryani kemudian memberi anak tersebut susu anak, namun bayi itu malah muntah, menodai pakaiannya sendiri dan pakaian Maryani.

"Richelle mulai menangis, dengan tangisannya semakin keras saat Maryani menepuknya. Dia menepuk-nepuk anak itu tetapi tidak berhasil," ujar jaksa penuntut.

"Maryani merasa sangat marah karena dia sangat mengantuk," ujar kesaksian di pengadilan 

Dia kemudian meninju anak itu di sisi kiri lehernya dengan seluruh kekuatannya, untuk menghentikan Richelle menangis dan melampiaskan kemarahannya atas situasi dan kemarahan yang dia rasakan terhadap ibu Richelle, Nyonya Teo.

Menurut pengacara pembela, Maryani sudah dua kali meminta agennya untuk pindah karena dia tidak tahan dengan beban kerja yang dia terima, tetapi tidak berhasil. Dia juga merasa stres karena bekerja untuk Nyonya Teo, yang menempatkannya di bawah pengawasan ketat dan kerap memarahinya.

Setelah dipukul, Richelle menangis lebih keras. Maryani mencengkeram bagian belakang leher bayi itu dengan seluruh kekuatannya selama kurang lebih setengah jam, sambil melayangkan tinju ke sisi leher Richelle.

Dia melakukan ini sampai Richelle berhenti menangis, melepaskan cengkeramannya hanya setelah dan ketika Richelle menutup matanya.

Setelah ini, Maryani meletakkan bayinya di tempat tidur dan mencuci pakaian Richelle, sebelum mengganti baju kotornya dan pergi tidur tanpa memeriksa kondisi Richelle.

Kemudian pagi itu, Maryani meninggalkan rumah sekitar pukul 07.50 pagi untuk hari liburnya untuk bertemu anggota keluarganya, yang mengunjunginya untuk pertama kalinya di Singapura.

Tag: Maryani Usman Utar, indonesia-singapura

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00