Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.660 IDR/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 15:49 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.959.
  • 15:48 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,28% pada level 2.983.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,21% pada level 3.213.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,48% pada level 7.444.
  • 15:46 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,69% pada level 23.523.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,06% pada level 2.242.

Atasi Penurunan Pertumbuhan, Pelaku Bisnis Perhotelan Perlu Sinergi dengan Pemerintah

Atasi Penurunan Pertumbuhan, Pelaku Bisnis Perhotelan Perlu Sinergi dengan Pemerintah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pertumbuhan bisnis perhotelan pada kuartal III 2018 lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dari tumbuh senilai 5,58% menjadi 4,31%. Beragam faktor mempengaruhi penurunan tersebut, baik secara internal maupun eksternal.

Pada Rabu (21/11/2018), Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira mengatakan, faktor tersebut, antara lain jumlah wisatawan asing tidak meningkat dengan signifikan, fenomena alam seperti meletusnya Gunung Agung, gempa Palu dan Lombok. Hal-hal itu mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Bhima melanjutkan, "Untuk negara di Asia ada faktor pelemahan kurs. Persaingan bisnis perhotelan juga semakin ketat pascamunculnya hotel-hotel kecil dan Airbnb. Harga pun makin ketat, pengusaha hotel tidak bisa mendapatkan marjin untung yang terlalu tinggi."

Untuk kembali mendorong perkembangan bisnis perhotelan, terutama di industri 4.0, pelaku bisnis harus berinovasi. Otomatisasi di beberapa peran, seperti resepsionis. Lalu, adopsi digitalisasi dalam promosi, misal pemasaran via channel e-commerce dan media sosial. Sumber Daya Manusianya (SDM) pun harus diasah agar dapat menyesuaikan perkembangan teknologi.

"Inovasi dalam bentuk peningkatan kapasitas SDM. Artinya, pelaku usaha perhotelan harus memberikan waktu dan biaya yang lebih besar untuk training dan peningkatan skill tenaga kerja," jelas Bhima melalui pesan tertulis kepada Warta Ekonomi.

Selain pelaku industri, pemerintah berperan untuk mendorong perkembangan bisnis perhotelan di Indonesia. Pertama, memperbarui kualitas kurikulum SMK, sehingga lulusannya cocok dengan kebutuhan industri 4.0, serta menambah jumlah sekolah vokasi di bidang perhotelan.

"Peran lain, peningkatan kualitas infrastruktur internet, sehingga bisnis perhotelan semakin tersebar di pelosok daerah," kata Bhima.

Ia pun menyarankan pemerintah untuk memberikan insentif perpajakan bagi pelaku hotel yang tergabung dalam jaringan platform digital. Terakhir, tingkatkan jaringan sistem pembayaran digital melalui layanan fintech.

"Seperti kasus di Bali, adopsi fintech Wechat Pay menggunakan QR Code diminati turis dari Cina. Seharusnya pemain sistem pembayaran lokal didorong untuk kerja sama dengan travel agent, toko souvenir, hotel, dan merchant lain," sebut Bhima.

Melalui sinergi antara pelaku industri dan pemerintah, industri perhotelan diharapkan dapat berkembang ke arah yang lebih baik, khususnya menjelang era industri 4.0.

Baca Juga

Tag: Perhotelan, Industri 4.0

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Vasa Hotel

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76