Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:10 WIB. Afrika - 21 tewas akibat konflik etnis di Etiopia.
  • 19:09 WIB. Papua - Indonesia pastikan tak gunakan bom untuk kelompok bersenjata Papua.
  • 19:09 WIB. Australia - OKI minta Australia tinjau kembali keputusannya tentang Yerusalem.
  • 19:09 WIB. Google - Google menghabiskan $1 miliar untuk mendirikan kampus baru di New York.
  • 19:08 WIB. Uni Eropa - Komisi Uni Eropa mengatakan masih dalam pembicaraan dengan Italia mengenai anggaran.
  • 19:08 WIB. Jerman - Bundesbank: Industri mobil Jerman mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari keterpurukan.
  • 19:07 WIB. WTO - China mengatakan AS telah membawa kembali 'hantu unilateralisme' ke WTO.
  • 19:07 WIB. Nestle - Nestle memangkas sekitar 380 karyawan di empat lokasi pabriknya di Jerman.
  • 19:06 WIB. India - India memberikan bantuan $1,4 miliar ke Maladewa di tengah kekhawatiran atas utang China.
  • 19:06 WIB. ABB - ABB akan menjual saham mayoritas di divisi Power Grids ke Hitachi.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,90% ke level 6.114,45 pada akhir perdagangan sesi II, Senin (17/12/2018). 

Dukung Perkembangan Rekan Usaha, Go-Pay Helat Go-Pay Pay Day Selama 3 Hari

Foto Berita Dukung Perkembangan Rekan Usaha, Go-Pay Helat Go-Pay Pay Day Selama 3 Hari
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sejak April lalu, Go-Pay menyediakan layanan pembayaran ofline untuk para penggunanya. Hal itu diklaim memudahkan pengguna sekaligus mengembangkan bisnis para rekan usaha Go-Pay yang kini berjumlah lebih dari 200.000.

Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata, mengatakan, perusahaannya berkomitmen menawarkan pembayaran yang mudah dan aman kepada pengguna. Selain itu, Go-Pay juga berupaya mendukung pertumbuhan rekan usaha mereka dengan hadirnya pembayaran si outlet offline. Oleh karena itu, Go-Pay menginisiasi Go-Pay Pay Day sejak September lalu.

Sejalan dengan pernyataan Budi, SVP Product Marketing Go-Pay, Galuh Chandra Kirana, mengatakan, Pay Day pertama di September, sekarang yang ketiga kali. Latar belakangnya itu stakeholder, yakni pengguna dan rekan usaha.

"Kami ingin memudahkan para pengguna dalam memanjakan diri setiap akhir bulan. Lalu, ingin memberikan penghasilan lebih kepada para rekan usahanya juga," ujar Galuh kepada pers pada Senin (26/11/2018).

Go-Pay Pay Day akan dilaksanakan mulai 27-30 November 2018 di berbagai outlet rekan usahanya. Pada November ini, Go-Pay menggandeng 36 rekan usaha dengan jumlah outlet sekitar 2.000. Jumlah tersebut diklaim lebih besar dibanding Pay Day pada September dan Oktober.

"Untuk rekan usaha yang ikut Pay Day ini ada sekitar 36 rekan usaha yang jumlah outlet-nya lebih dari 2000," ujar Budi.

Pada Pay Day November ini, Go-Pay menargetkan untuk meningkatkan penghasilan para rekan usaha melalui beragam promo dan penawaran. Namun, mereka tak menyebutkan secara pasti berapa target kenaikan yang mereka inginkan.

"Kami tidak bisa share angkanya, tetapi kalau lihat dari minat dan animo masyarakat yang cukup kuat dan pengakuan rekan usaha, itu peningkatan transaksinya cukup besar," kata Budi lagi.

Selain menambah penghasilan rekan usaha, menurut Galuh, Go-Pay juga menargetkan untuk memberikan kemudahan sekaligus keamanan kepada penggunanya. Dengan begitu, pengguna akan memiliki pengalaman yang baik saat menggunakan layanan mereka.

Go-Pay Pay Day diadakan di 13 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap harinya, terdapat penawaran di outlet yang berbeda. Mulai dari outlet makanan dan minuman, toko buku, hingga e-commerce.

Tag: Go-Pay, Go-Jek

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6089.305 -80.538 621
2 Agriculture 1529.475 7.439 20
3 Mining 1740.264 -24.661 47
4 Basic Industry and Chemicals 823.102 -18.496 71
5 Miscellanous Industry 1396.496 -21.778 46
6 Consumer Goods 2485.433 -44.232 49
7 Cons., Property & Real Estate 447.566 -6.607 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1048.350 -7.984 71
9 Finance 1161.972 -11.642 91
10 Trade & Service 783.053 -8.539 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 226 282 56 24.78
2 KONI 340 424 84 24.71
3 ARTA 488 600 112 22.95
4 SSTM 396 478 82 20.71
5 TIRA 125 150 25 20.00
6 ASBI 282 336 54 19.15
7 APEX 1,300 1,530 230 17.69
8 AHAP 60 68 8 13.33
9 PNSE 1,100 1,240 140 12.73
10 PTSN 965 1,085 120 12.44
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 690 555 -135 -19.57
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 OCAP 226 185 -41 -18.14
4 RELI 228 189 -39 -17.11
5 MERK 7,500 6,450 -1,050 -14.00
6 AKSI 444 398 -46 -10.36
7 KICI 300 270 -30 -10.00
8 SOTS 444 408 -36 -8.11
9 MSKY 785 730 -55 -7.01
10 PSDN 200 187 -13 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 360 8 2.27
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 UNTR 29,425 28,700 -725 -2.46
4 BBRI 3,680 3,600 -80 -2.17
5 TLKM 3,730 3,710 -20 -0.54
6 BMRI 7,575 7,400 -175 -2.31
7 MNCN 780 745 -35 -4.49
8 LPPF 5,625 5,825 200 3.56
9 ASII 8,450 8,300 -150 -1.78
10 PGAS 2,100 2,060 -40 -1.90