Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:11 WIB. Nokia - Ponsel Nokia diduga kirim data ke China.
  • 17:10 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business akhirnya tersedia untuk iPhone.
  • 17:05 WIB. PUBG - Kemenkominfo siap blokir PUBG usai ada kajian MUI.
  • 17:02 WIB. Toyota - Toyota produksi mobil hibrida Suzuki di Inggris.
  • 16:31 WIB. Akuisisi - BUVA akan akuisisi perusahaan lifestyle dan entertainment
  • 16:30 WIB. PLTU - DEAL terima kontrak PLTU lontar senilai Rp94 miliar. 
  • 16:29 WIB. Prodia - Prodia raih laba usaha Rp175,45 miliar dari bisnis laboratorium klinik. 
  • 16:28 WIB. Mobil Listrik - General Motors suntik investasi US$300 juta untuk bisnis produksi mobil listrik. 
  • 16:28 WIB. Rempah - Rempah harus kembali menjadi komoditi unggulan Indonesia.
  • 16:28 WIB. Emas - Harga jual dan beli kembali emas Antam merosot tajam iringi kejatuhan emas dunia.
  • 16:27 WIB. Topping Off - Intiland lakukan topping off hunian vertikal, The Rosebay di Surabaya. 
  • 16:27 WIB. KTNA - Ketum KTNA mengatakan bertani kini lebih mudah dan menguntungkan.
  • 16:26 WIB. Obligasi - SMF kembali terbitkan obligasi senilai Rp2,51 triliun. 
  • 16:26 WIB. Sriwijaya - Sriwijaya Air berencana akan membuka beberapa rute penerbangan baru di kawasan regional.
  • 16:25 WIB. Matahari - Situs MatahariMall.com berganti menjadi Matahari.com. 

Jelang Pameran Ekspor, PEN Bersama Antam Fasilitasi Perajin Perhiasan Perak di Gianyar

Jelang Pameran Ekspor, PEN Bersama Antam Fasilitasi Perajin Perhiasan Perak di Gianyar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan PT Antam Tbk memberikan fasilitas kepada perajin perhiasan perak untuk berpartisipasi pada pameran ekspor. Kegiatan dilakukan dengan menyelenggarakan lokakarya bertemakan 'Persiapan Pameran Ekspor dan Kalkulasi Harga Ekspor' pada 19 November 2018 lalu di Ubud, Gianyar, Bali.

Menurut Direktur Jenderal PEN Arlinda, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kemendag dan PT Antam Tbk pada Februari 2018.

"Kami bersinergi untuk pengembangan kapasitas, desain produk, dan promosi dagang bagi para perajin perak di Gianyar. Sebanyak 40 perajin yang turut berpartisipasi diharapkan dapat lebih siap untuk mengikuti ajang pameran internasional selanjutnya," ujarnya sebagaimana tertulis dalam rilis, Selasa (27/11/2018).

Lokakarya yang didukung Pemda Gianyar ini, lanjut Arlinda, adalah salah satu rangkaian pembinaan dan pembimbingan pada Trade Expo Indonesia. Kerajinan perak dari Gianyar dikenal memiliki karakteristik yang unik dan dianggap sebagai warisan turun temurun. Saat ini, Gianyar sedang menjalani proses untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai pusat kerajinan perak dunia.

"Apabila Gianyar mendapatkan pengakuan internasional, diharapkan dapat meningkatkan ekspor produk kerajinan nasional. Ditjen PEN akan terus berupaya meningkatkan daya saing produk perajin di Gianyar bersama para mitra yang didukung para perwakilan perdagangan di negara tujuan ekspor," imbuh Arlinda.

Sementara Direktur Kerja sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menjelaskan, selama persiapan pameran, para perajin dibekali pengetahuan tentang penetapan harga sebagai strategi dalam menentukan harga jual ekspor. Selain itu, pemberian informasi harga dengan cepat dan tepat juga akan memperlancar negosiasi bisnis bagi penjual maupun pembeli, terutama saat mengikuti pameran dagang.

"Persiapan mengikuti sebuah pameran menjadi sangat berharga untuk keberhasilan bisnis," ungkapnya.

Menurut Marolop, pameran adalah suatu jendela untuk mempromosikan produk agar dapat menarik minat calon pembeli dan meningkatkan nilai jual produk. Pembekalan tentang persiapan pameran dagang diperlukan agar para perajin dapat menampilkan produk dengan lebih elegan dan memberi kesan baik di pameran internasional.

"Pameran dagang penting dilakukan untuk memperkenalkan produk, menjaring para pembeli potensial, melihat perkembangan pasar, serta memantau kecenderungan konsumen dan para pesaing," pungkas Marolop.

Tag: Ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Fikri Yusuf

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00