Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:06 WIB. BRI - BRI memproyeksi hingga pengujung tahun, kredit Agribisnis BRI bisa bertambah Rp2 triliun.
  • 06:05 WIB. BRI - Hingga November 2018, kredit agribisnis BRI tumbuh 17% yoy.
  • 06:04 WIB. BRI - BRI menyiapkan skema ekspansi anorganik dengan menggandeng mitra strategis dari luar negeri.
  • 06:03 WIB. AP II - AP II ekspansi bisnis perhotelan ke Bandara Minangkabau dan Soekarno—Hatta dengan investasi Rp900 miliar.
  • 05:58 WIB. BNI - Kredit modal kerja BNI di sektor Agribisnis tumbuh 19,1% yoy menjadi Rp141,9 triliun.
  • 05:57 WIB. BNI - Kredit agribisnis BNI tumbuh 5,1% yoy.
  • 05:55 WIB. BRI Agro - BRI Agro memproyeksikan kredit sektor agribisnis akan tumbuh sekitar 20% yoy.
  • 05:53 WIB. BRI Agro - BRI Agro catat pertumbuhan kredit sektor agribisnis 40% pada November.
  • 05:53 WIB. PGN - PGN membantah tudingan KPPU terkait dugaan adanya persekongkolan dalam proyek pipa gas Kalija I.
  • 05:51 WIB. PGN - Saat ini PGN masih menyelesaikan proses valuasi Pertagas.
  • 05:48 WIB. PGN - PGN masih tetap menargetkan tanggal penyelesaian akusisi saham Pertagas pada akhir Desember 208.
  • 05:46 WIB. Pertamina - Harga minyak mentah menurun, Pertamina masih belum menurunkan harga BBM.
  • 05:45 WIB. BUMN - Pembentukan holding BUMN infrastruktur dan perumahan kembali bergulir dan ditargetkan akan selesai di akhir tahun ini.
  • 22:20 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 bakal punya lubang kecil di layar.
  • 22:18 WIB. Steve Jobs - Kartu nama Steve Jobs laku Rp91 juta.

Suku Bunga Acuan Naik Lagi, Berapa Besar Dampaknya bagi Properti?

Foto Berita Suku Bunga Acuan Naik Lagi, Berapa Besar Dampaknya bagi Properti?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) kembali menaikan BI 7-day Reverse Repo Rate menjadi 6% atau sebesar 25 bps. Kenaikan yang konsisten sebenarnya terjadi sejak Mei lalu. Di mana setelah sempat bertahan pada angka 4,25 persen sejak Januari, BI menetapkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen di Juni–Juli dan terus bergerak naik di bulan-bulan seterusnya.

Beberapa pelaku usaha pun menilai, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga acuan secara berkala akan mempengaruhi pergerakan sektor properti.

“Kondisi suku bunga acuan yg awalnya 5,75% (bulan Oktober) dan sekarang naik menjadi 6%, menurut saya akan cukup berpengaruh terhadap kredit properti di semua level. Apalagi nyaris setahun terakhir, BI sudah cukup sering menaikkan suku bunganya,” tanggap Hermon Simanjuntak, Marketing & Sales Division Head PT Bakrie Swasakti Utama di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Untuk informasi, sejak awal tahun ini (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin. Sejalan, pada kuartal III-2018, penjualan properti residensial menurun sebesar -14,14% kuartal per kuartal (qtq), lebih rendah dibandingkan -0,08% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Lesunya penjualan properti terjadi pada semua tipe rumah, terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan konsumen, terbatasnya penawaran perumahan dari pengembang, dan tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Efek suku bunga acuan yang terus bergerak naik, dirasakan pengembang sangat berpengaruh terhadap production cost. Sebab hal tersebut beririsan dengan merangkaknya harga bahan bangunan.

“Konsumen yang tadinya sudah minat pun, akan memilih untuk wait and see. Karena dengan BI rate 6%, biasanya bank akan mematok suku bunga kredit propertinya menjadi double digit. Ini akan terasa berat di semua kalangan. Tapi, semua paham, Pemerintah dalam hal ini BI pasti sudah melihat banyak faktor pendukung terkait dengan perubahan yang ada,” Hermon menambahkan.

Untuk itu, PT Bakrie Swasakti Utama dengan dua proyek unggulannya yakni apartemen The Masterpiece dan The Empyreal yang berlokasi di CBD Kuningan, mencari siasat agar minat konsumen terhadap produk tetap terjaga.

“Strategi yang pasti adalah menyiasati uang muka (down payment) agar bisa lebih rendah dari harga normal. Ada juga komponen lain seperti gratis biaya-biaya terkait urusan perbankan, maupun mensubsidi suku bunganya. Kami akanterus melihat situasi ke depannya, mana yang lebih performing itu yang digencarkan,” katanya.

The Masterpiece dan The Empyreal berada di mega superblok terpadu Rasuna Epicentrum yang mengusung konsep ‘kota di dalam kota’. Sehingga kawasan ini terintegrasi dengankenyamanan tinggal, bekerja, dan menikmati hiburan di pusatkota Jakarta.

Adapun kelebihan dari kedua apartemen tersebut adalah aksesyang sangat mudah menuju berbagai pusat bisnis, kantor-kantor kedutaan, perbankan, hingga pusat perbelanjaan modern.

Dengan harga jual mulai Rp3 miliaran, tiap unitnya menjanjikanuntung hingga 10%–15% per tahun.

Kendati kondisi suku bunga terus meningkat, namun Hermon menyebut akhir tahun tetap menjadi momen paling mumpuni untuk masyarakat membeli properti. Lantaran pengembang akansaling beradu menawarkan berbagai macam kemudahan cara bayar beserta gimmick spesial lainnya.

“Paket akhir tahun selalu sayang bila dilewatkan. Seiring dengan penawaran yang menarik, konsumen juga akan lebih cepat dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

Tag: Suku Bunga, Properti

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Risky Andrianto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00