Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:51 WIB. Merger - Bank Danamon efektif merger dengan Bank Nusaparahyangan pada 21/03/2019. 
  • 15:49 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,05% ke level Rp14.173 per dolar AS. 
  • 15:48 WIB. Bukaka - Bukaka terima fasilitas kredit perbankan Rp1,5 triliun. 
  • 15:48 WIB. Dividen - Bank Danamon bagikan dividen Rp142,22 per saham.
  • 15:47 WIB. Danamon - Bank Danamon bukukan laba tahun 2018 sebesar Rp3,92 triliun.
  • 15:46 WIB. Obligasi - Layanan streaming asal China tawarkan obligasi US$1,05 miliar.
  • 15:45 WIB. Kredit - SHIP terima fasilitas kredit sebesar US$22 juta. 
  • 15:45 WIB. Laba - Laba PSSI di tahun 2018 meningkat 4X lipat menjadi US$14,01 juta.
  • 15:44 WIB. Pendapatan - PSSI kantongi pendapatan tahun 2018 sebesar US$65,56 juta. 
  • 14:33 WIB. Ayam - Mentan menyalurkan bantuan 400 ribu bibit ayam di Karawang.
  • 14:32 WIB. Koperasi - 153 koperasi di Bantul dibubarkan karena tidak melakukan rapat anggota dua tahun berturut-turut.
  • 14:32 WIB. Mobil - Honda Brio produksi Indonesia akan diekspor ke Filipina dan Vietnam.
  • 14:31 WIB. Lada - Minat budi daya rempah-rempah, terutama lada di Lampung Timur menurun.
  • 14:30 WIB. PUPM - Program Nasional PUPM dinilai sukses stabilkan harga pangan di Kalsel.
  • 14:29 WIB. Migas - PHE ONWJ: anjungan lapangan YY siap meluncur ke lepas pantai genjot produksi migas.

Mata Pelajaran PMP Bangkit Lagi, Bamsoet Minta Harus Ada Inovasi

Mata Pelajaran  PMP Bangkit Lagi,  Bamsoet Minta Harus Ada Inovasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan mengembalikan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), meski demikian Bamsoet meminta pemerintah  harus punya inovasi metode atau cara penyampaian pelajaran tersebut.

"Saya mendorong Kemendikbud untuk melakukan inovasi metode cara penyampaian pelajaran PMP sesuai dengan kemajuan teknologi saat ini," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Dia mencontohkan penyesuaian dengan kemajuan teknologi tersebut seperti dengan menggunakan metode interaktif sehingga mata pelajaran PMP tidak hanya dihapal saja tetapi dipahami secara mendalam.

Hal itu menurut dia untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun tetap memiliki rasa cinta Tanah Air dan tidak menghilangkan jati diri sebagai warga negara Indonesia.

Selain itu dia mendorong Komisi X DPR RI memanggil Kemendikbud untuk membahas program dan kurikulum yang baku agar ada kepastian dalam penerapan mata pelajaran PMP.

"Hal itu agar mata pelajaran PMP yang dulunya merupakan mata pelajaran wajib kemudian ditiadakan dan saat ini akan dikembalikan lagi," ujarnya.

Sebelumnya, Kemendikbud mengusulkan akan kembali memasukan mata pelajaran PMP untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila sejak dini di lingkungan sekolah. "PMP kita akan kembalikan lagi karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali, bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita, itu mungkin yang akan kita lakukan," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano usai menghadiri upacara peringatan Hari Guru di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/11).

Tag: Bambang Soesatyo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Ferry Hidayat

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.07 3,759.30
British Pound GBP 1.00 18,799.44 18,610.59
China Yuan CNY 1.00 2,124.34 2,103.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.00 14,100.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,138.88 10,036.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,814.57 1,796.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,551.97 10,445.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,116.25 15,951.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,503.57 3,464.37
Yen Jepang JPY 100.00 12,937.86 12,806.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6411.251 -114.023 629
2 Agriculture 1467.681 -23.100 21
3 Mining 1862.488 -25.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 901.511 -8.856 71
5 Miscellanous Industry 1253.301 -31.590 46
6 Consumer Goods 2589.678 -73.784 52
7 Cons., Property & Real Estate 457.407 -8.163 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.772 -18.143 72
9 Finance 1244.414 -18.822 91
10 Trade & Service 817.509 -10.958 155
No Code Prev Close Change %
1 BEEF 190 240 50 26.32
2 COCO 525 650 125 23.81
3 BKDP 61 74 13 21.31
4 GAMA 58 70 12 20.69
5 STAR 104 120 16 15.38
6 JSKY 1,480 1,635 155 10.47
7 GDYR 2,100 2,300 200 9.52
8 ECII 990 1,080 90 9.09
9 PSSI 186 202 16 8.60
10 SRAJ 199 214 15 7.54
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 168 130 -38 -22.62
2 KONI 378 310 -68 -17.99
3 GLOB 440 380 -60 -13.64
4 TALF 340 300 -40 -11.76
5 HDFA 179 158 -21 -11.73
6 PEHA 2,630 2,330 -300 -11.41
7 BMSR 150 133 -17 -11.33
8 MFMI 830 740 -90 -10.84
9 KOIN 268 240 -28 -10.45
10 ARTA 700 630 -70 -10.00
No Code Prev Close Change %
1 INDF 7,400 6,775 -625 -8.45
2 JAYA 172 164 -8 -4.65
3 ICBP 10,325 9,400 -925 -8.96
4 ASII 7,250 7,050 -200 -2.76
5 ANTM 960 920 -40 -4.17
6 BBRI 4,060 4,000 -60 -1.48
7 SIMA 168 130 -38 -22.62
8 GGRM 85,900 81,800 -4,100 -4.77
9 BEEF 190 240 50 26.32
10 ADRO 1,425 1,365 -60 -4.21