Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - Penutupan sesi II, HSG menguat 0,64% ke level 6.115,58. 
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Valuasi Tokopedia naik menjadi US$7 miliar. 
  • 13:37 WIB. Tokopedia - Tokopedia dapat suntikan dana US$1,1 miliar dari SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group.

Pelaku Bisnis Indonesia Harap Infrastruktur Jadi Prioritas Utama

Foto Berita Pelaku Bisnis Indonesia Harap Infrastruktur Jadi Prioritas Utama
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Grant Thornton merilis berbagai ulasan dan data terbaru surveinya terkait masa depan bisnis Asia Pasifik di penghujung 2018. Kawasan ini tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan di atas pertumbuhan global. 

Pesatnya pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik, salah satunya didorong kinerja berbagai negara di Asia Tenggara yang semakin bersinar dalam kancah perekonomian global dengan prospek pertumbuhan lebih dari 5% hingga 2022. Optimisme di antara kalangan pelaku bisnis di kawasan Asean juga telah mencapai level rekor baru, yakni 64% (sebagai perbandingan, rata-rata optimisme Asia Pasifik berada di level 55% dan Global di angka 54%). 

Grant Thornton menyelami faktor-faktor apa saja yang menjadi pendorong tingginya optimisme bisnis dalam rangkaian laporan International Business Report (IBR) yang dirilis tiap kuartal, dan menemukan fakta bahwa infrastruktur muncul sebagai peluang utama bagi kebanyakan pelaku bisnis di Asean. 

Grant Thornton menyebut bahwa 42% pelaku bisnis di kawasan Asean meyakini infrastruktur akan mendorong prospek pertumbuhan bisnis di Asean dan mendukung terciptanya sarana untuk  meningkatkan kesejahteraan.

Hal itu dikarenakan pesatnya urbanisasi yang mendorong peningkatan infrastruktur untuk transportasi dan pergerakan barang demi mendukung perkembangan ekonomi yang kencang. Pertumbuhan populasi rata-rata di berbagai negara Asia Tenggara antara 2015-2020, tercatat lebih dari 1%, namun di daerah perkotaan pertumbuhan tersebut diperkirakan lebih dari dua kali lipatnya. 

Di Asia Tenggara, hasil survei menunjukkan pelaku bisnis di Indonesia mengharapkan pembangunan infrastruktur lokal benar-benar direalisasikan (58%), disusul pelaku bisnis di Filipina (48%). Hal ini tampaknya sejalan dengan kebijakan pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo yang pada 2016 menguraikan agenda pembangunan, di mana US$327 miliar akan dialokasikan untuk mengembangkan berbagai proyek prasarana termasuk jalan, bandar udara hingga jaringan kereta.

Kurniawan Tjoetiar, Partner  Business Advisory/Legal Services Grant Thornton Indonesia mengungkapkan, "Keinginan tinggi untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia mencerminkan kebijakan pemerintah. Dana yang signifikan telah dialokasikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, dan para pelaku bisnis sangat menantikan berbagai peluang dari infrastruktur yang bertambah baik." 

Meskipun optimisme bisnis terhitung tinggi, di saat yang sama, kekhawatiran akan perubahan iklim serta dampak bencana alam belakangan ini juga dianggap sebagai ancaman nyata, selain ancaman konflik antarwilayah. Namun, para pelaku bisnis tetap meyakini kerja sama antarwilayah Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mampu mengatasi berbagai risiko yang disebabkan faktor lingkungan tersebut.

Tag: Grant Thornton, Infrastruktur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Zabur Karuru

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87