Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:27 WIB. Mitsubishi - Susul Suzuki Carry, Mitsubishi recall Colt T12OSS.
  • 20:25 WIB. Nissan - Nissan gagal mufakat tentukan pengganti Ghosn.
  • 18:18 WIB. Batik Air - Esok, Batik Air resmi buka rute baru Jakarta--Banywangi (pp). 
  • 18:14 WIB. Angkasa Pura I - Akan kembangkan bandara, PT Angkasa Pura I dapat suntikan dana Rp1 triliun. 
  • 18:12 WIB. UMKM - BBRI dukung UMKM go digital melalui BRIncubator. 
  • 18:08 WIB. Modal - MCAS tingkatkan modal PT Anugerah Teknologi Mandiri (ATM) menjadi sebesar Rp10 miliar.  
  • 17:31 WIB. OJK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan kegiatan usaha PT Modal Nusantara Ventura.

Menhub Siapkan Regulasi Antisipasi Tumpahan Minyak

Foto Berita Menhub Siapkan Regulasi Antisipasi Tumpahan Minyak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bakal menyiapkan regulasi untuk mengantisipasi terjadinya tumpahan minyak di perairan Indonesia. Hal tersebut pasca terjadinya tumpahnya minyak ke laut di Balikpapan.

"Kejadian itu (tumpahan minyak) kejadian yang luar biasa dan menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat," ujarnya dalam Simposium Internasional Lingkungan Kelautan mengangkat tema besar 'Mendukung Kelestarian Laut Indonesia, Menjunjung Martabat Bangsa' yang diselenggarakan oleh PT Slikcbar Indonesia dan Universitas Negeri Balikpapan di Jakarta, Rabu, (28/11/2018).

Menhub menambahkan, kejadian tumpahnya minyak ke laut diharapkan tidak akan terjadi lagi. "Sekalipun nanti kembali terjadi akan ada tindakan preventif," ujar Menhub.

Pihaknya juga akan mendukung segala kegiatan yang dibuat oleh Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai leading sector. KLHK sendiri merupakan leading sector dari penanganan tumpahan minyak di Balikpapan yang beberapa waktu lalu terjadi.

"Karena ada kerugian materiil yang tidak terhitung dari tumpahan minyak tersebut, yaitu biota laut yang pasti akan terdampak," ujar dia.

Menhub pun mengapresiasi penyelenggaran Simposium oleh Universitas Balikpapan dan Slickbar. Acara tersebut diyakininya mampu mencari solusi nyata akibat tumpahan minyak di perairan nasional.

Simposium ini mengambil peristiwa tumpahan minyak di Balikpapan terjadi pada Sabtu, 31 Maret 2018 lalu, sebagai pembahasan utama. Di mana  pipa bawah laut milik Pertamina Refinary Unit V yang berdiameter 20 inci dengan ketebalan 12 milimeter di kedalaman 25 meter dilaporkan patah dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awal karena tertarik jangkar kapal MV Judger yang bersandar di area berbahaya di kawasan Teluk Balikpapan tersebut.

Kejadian ini menyebabkan perairan Teluk Balikpapan tercemar minyak mentah dan terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan merupakan peristiwa luar biasa berharga bagi pemerintah Indonesia, terutama para perusahaan yang terlibat dalam kasus ini.

Terdapat lima orang dinyatakan meninggal dunia dan tidak kurang dari 40 ribu barel minyak tersebut mengakibatkan pencemaran di sepanjang pantai Teluk Balikpapan. Setidaknya menurut data BNPB, luas wilayah tercemar hingga 12.987 hektare, termasuk wilayah perumahan penduduk pinggiran pantai kota Balikpapan.

Masyarakat sekitar mengalami kerugian para petambak udang di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mengalami kerugian cukup besar. Nelayan juga sempat tidak bisa mencari ikan ke laut hingga berhari-hari akibat tumpahan minyak tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan dampak ekonomi luar biasa bagi masyarakat maupun negara.

Ketua Panitia Simposium, Bayu Satya mengatakan, kejadian tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menjadi studi kasus yang menarik dibahas dalam sebuah simposium edukatif sebagai sarana pembelajaran anak bangsa di masa depan.

"PT Slickbar Indonesia merupakan salah satu perusahaan nasional yang memproduksi peralatan penanggulangan tumpahan minyak, di mana peralatannya digunakan dalam pembersihan minyak di Teluk Balikpapan yang mendapat sorotan secara nasional maupun internasional tersebut," jelas Bayu.

Cara penangannya, kata Bayu, juga dinilai pantas dipertanyakan karena belum sepenuhnya mengacu pada peraturan yang berlaku dalam penanggulangan tumpahan minyak, seperti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 Tahun 2018.

"Keberadan simposium ini dianggap sangat penting karena perairan Indonesia masih rentan dalam hal pencemaran, termasuk pencemaran tumpahan minyak. Kasus tumpahan minyak banyak terjadi di wilayah perairan, terutama pelabuhan laut maupun di sekitar areal eksplorasi tambang minyak," ujar Bayu.

Apalagi, Indonesia merupakan jalur pelayaran yang dikenal dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan lain-lain, di mana sering dilalui kapal tanker maupun kapal barang, sehingga kalau terjadi musibah, seperti tabrakan kapal berpotensi menimbulkan tumpahan minyak.

Tag: Teluk Balikpapan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6081.867 -7.438 621
2 Agriculture 1530.458 0.983 20
3 Mining 1720.067 -20.197 47
4 Basic Industry and Chemicals 829.258 6.156 71
5 Miscellanous Industry 1407.197 10.701 46
6 Consumer Goods 2485.081 -0.352 49
7 Cons., Property & Real Estate 442.497 -5.069 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1050.648 2.298 71
9 Finance 1157.320 -4.652 91
10 Trade & Service 782.748 -0.305 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 282 352 70 24.82
2 AGRS 230 286 56 24.35
3 TRUS 268 322 54 20.15
4 KICI 270 320 50 18.52
5 KONI 424 500 76 17.92
6 LUCK 655 770 115 17.56
7 ABBA 89 104 15 16.85
8 DUCK 1,435 1,615 180 12.54
9 TFCO 590 660 70 11.86
10 VIVA 117 130 13 11.11
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 478 400 -78 -16.32
2 POLL 1,760 1,550 -210 -11.93
3 SDRA 850 750 -100 -11.76
4 TIRA 150 133 -17 -11.33
5 ENRG 63 56 -7 -11.11
6 AHAP 68 61 -7 -10.29
7 SQMI 300 270 -30 -10.00
8 POOL 4,690 4,240 -450 -9.59
9 ETWA 79 72 -7 -8.86
10 HEAL 2,850 2,600 -250 -8.77
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 362 2 0.56
2 BBCA 25,825 25,325 -500 -1.94
3 BBRI 3,600 3,630 30 0.83
4 TLKM 3,710 3,740 30 0.81
5 LPPF 5,825 5,825 0 0.00
6 PTBA 4,390 4,230 -160 -3.64
7 UNTR 28,700 29,125 425 1.48
8 RIMO 140 141 1 0.71
9 ADRO 1,280 1,240 -40 -3.12
10 ITMG 20,150 20,000 -150 -0.74