Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:51 WIB. Luhut - Puisi yang dibacakan Neno Warisman tidak tepat.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Pusi Neno sama saja menaggap Jokowi dan saya sebagai orang kafir.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Neno menempatkan puisinya seperti perang Badar, padahalkan Indonesia gelar Pemilu.

Go-Jek Optimis Teknologi Mampu Pecahkan Masalah Ketimpangan Ekonomi

Foto Berita Go-Jek Optimis Teknologi Mampu Pecahkan Masalah Ketimpangan Ekonomi
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Go-Jek percaya bahwa pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling tepat untuk memecahkan masalah ketimpangan ekonomi.

Demikian yang disampaikan Astrid Kusumawardhani, VP Public Affairs Go-Jek dalam acara acara Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Semarang, Rabu (28/11/2018).

“Di sini kami gunakan teknologi untuk menyetarakan kesempatan berusaha, karena hal inilah yang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk mereka naik kelas," papar Astrid.

Astrid menambahkan, dengan semangat awal bahwa inovasi digital adalah langkah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini Go-Jek telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1 juta mitra pengemudi, lebih dari 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya di 167 kota dan kabupaten di Indonesia.

“Dengan ekosistem kami, Go-Jek membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien," tambah Astrid.

Berdasarkan survey dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2017, Go-Jek telah memberikan kontribusi sebesar Rp8,2 triliun terhadap perekonomian Indonesia yang disumbangkan melalui penghasilan mitra pengemudi dan Rp 1,7 triliun yang disumbangkan melalui penghasilan mitra UMKM. Para mitra UMKM ini pun mengalami peningkatan volume penjualan sebesar tiga kali lipat setelah mereka bergabung di Go-Food.

Menyadari bahwa terdapat banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia terutama dalam memulai bisnis dan meningkatkan skala bisnisnya, sejak tahun 2018 Go-Jek telah menginisiasi program pelatihan kewirausahaan bernama Go-Jek Wirausaha. Per November 2018, program percontohan (pilot program) ini telah dilakukan sebanyak 7 kali di 5 kota, dengan melibatkan hampir 700 UMKM.

"Dengan misi untuk memberikan dampak sosial yang semaksimal mungkin kepada masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Go-Jek menilai kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat termasuk pemerintah merupakan kunci dalam tingkatkan ekonomi kerakyatan. Melalui solusi teknologi yang ditawarkan, kami berharap dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian lokal dan merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelas Astrid.

Hal ini diamini juga oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Asisten bidang Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, dalam kesempatan yang sama.

“Teknologi digital ini membantu. Dahulu jika ingin pesan Nasi Pecel Mbok Sador dari Simpang Lima, (harus) macet, (harus) cari parkir, sekarang kita bisa menggunakan Go-Food. Ekonomi kerakyatan sendiri selama dikelola dengan SDM yang bagus, tidak akan terpuruk, tidak akan pernah sepi. (Dengan teknologi) masyarakat diberi kesempatan memilih, mari kita mencari yang terbaik, mari kita sama-sama sejahterakan masyarakat, karena itu bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi tanggung jawab kita semua," Prijo menjelaskan.

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Go-Food

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93