Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Gapki: Lawan Hoaks Sawit Perlu Peran Media

Foto Berita Gapki: Lawan Hoaks Sawit Perlu Peran Media
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pada 2017 sumbangsih devisa ekspor sawit mencapai Rp318,78 triliun, lebih besar dari sektor migas. Sawit bahkan disebut sebagai industri yang menyelamatkan defisit neraca perdagangan Indonesia kala itu.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi dalam workshop Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bertema 'Membangun Awareness dan Persepsi Positif Indiatri Kelapa Sawit pada Kalangan Netizen' di Balikpapan, Rabu (28/11/18).

"Pun saat dolar perkasa, ekspor industri agribisnis ini lah yang menjadi penyelamat nilai tukar rupiah. Namun ironisnya, di balik fakta kontribusi sawit bagi perekonomian bangsa, hoaks mengenai industri ini masih marak beredar di kalangan masyarakat," ujar Tofan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Tofan menyoroti isu sustainable palm oil atau pengelolaan minyak sawit yang berkelanjutan, yang selama ini dipersoalkan negara Eropa dan mendapat banyak sorotan dari media masa internasional maupun nasional.

Misalnya saja isu deforestasi yang kerap dialamatkan pada industri sawit. Padahal produktivitas sawit jauh lebih besar dibandingkan dengan minyak nabati lain. Data Oil World 2017 menyatakan kelapa sawit mampu menghasilkan 4 ton minyak per hektare, 10 kali lebih besar dibandingkan minyak kedelai Amerika yang hanya 0,4 ton per hektare.

"Siapa sebenarnya yang melakukan deforestasi? Lahan kedelai di Amerika Latin 140 juta hektare. Baru-baru ini terjadi kebakaran di California, namun kenapa media asing maupun LSM tidak ada yang mempersoalkan?" kata Tofan.

Tofan menilai lahirnya isu negatif kelapa sawit tak lepas dari kepentingan politik dagang semata. Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia menjadi ancaman bagi negara produsen minyak nabati lain. Apalagi kini sawit telah dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan.

"Negara yang menguasai energi adalah negara yang menguasai dunia. Ketika sawit menjadi sumber energi, maka Indonesia akan menjadi negara yang super power," tegas Tofan.

Industri sawit Indonesia juga sudah memiliki sertifikasi untuk pengelola sawit yang sesuai standar sustainable melalui sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dibuat pemerintah. Saat ini sudah 413 sertifikat dikeluarkan pemerintah. Namun, sertifikasi ini tidaklah cukup, peran media nasional sangat dibutuhkan untuk melawan kampanye negatif yang terus menyerang komoditas nasional.

"Sawit sudah menjadi kepentingan nasional karena menyangkut perekonomian bangsa, menyerap tenaga kerja yang besar, serta menjadi komoditas kebanggan Indonesia. Maka, sudah saatnya media sebagai pemilik pengaruh yang besar di negeri ini menyuarakan kebenaran-kebenaran mengenai industri sawit dan melawan hoaks," tutup Tofan.

Tag: Sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)

Penulis: Redaksi

Editor: Rosmayanti

Foto: Gapki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21

Recommended Reading

Sabtu, 08/12/2018 12:55 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Capitalinc Finance

Jum'at, 07/12/2018 15:54 WIB

November, Cadangan Devisa Naik US$2 Miliar

Jum'at, 07/12/2018 15:00 WIB

Begini Cara 5 CEO Hadapi Konflik di Perusahaan

Jum'at, 07/12/2018 10:43 WIB

Yes! Rupiah Bangkit Lagi