Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:38 WIB. Grab - Grab punya Big Data 4.000 TB, setara video HD durasi 53 tahun.
  • 19:43 WIB. Telkomsel - Libur akhir tahun, trafik internet Telkomsel diprediksi naik 20%.
  • 19:40 WIB. Tik Tok - Tik Tok belum berencana pasang iklan di aplikasi. 
  • 19:39 WIB. Traveloka - Traveloka dikabarkan akuisisi 3 kompetitor, salah satunya Pegipegi.
  • 19:36 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji buka blokir Tumblr. 
  • 19:35 WIB. Agnez Mo - Agnez Mo jadi selebritas Indonesia terpopuler di aplikasi Tik Tok.
  • 19:35 WIB. Instagram - Instagram perketat tagar terkait penyimpangan pola makan. 
  • 19:33 WIB. Huawei - Perusahaan telekomunikasi Jerman dan Prancis tolak Huawei. 
  • 19:32 WIB. Hyundai - Hyundai Indonesia tunggu aba-aba dari Korsel soal investasi. 
  • 19:30 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo klaim blokir 300 fintech ilegal. 
  • 19:10 WIB. Afrika - 21 tewas akibat konflik etnis di Etiopia.
  • 19:09 WIB. Papua - Indonesia pastikan tak gunakan bom untuk kelompok bersenjata Papua.
  • 19:09 WIB. Australia - OKI minta Australia tinjau kembali keputusannya tentang Yerusalem.
  • 19:09 WIB. Google - Google menghabiskan $1 miliar untuk mendirikan kampus baru di New York.
  • 19:08 WIB. Uni Eropa - Komisi Uni Eropa mengatakan masih dalam pembicaraan dengan Italia mengenai anggaran.

Bank of England: Bisnis di Inggris Tak Siap Hadapi Brexit

Foto Berita Bank of England: Bisnis di Inggris Tak Siap Hadapi Brexit
Warta Ekonomi.co.id, London -

Dunia bisnis Inggris dinilai tidak siap untuk menghadapi draft Brexit yang berakhir tanpa kesepakatan meskipun mereka bertahun-tahun telah mengantisipasi hal tersebut, Bank of England (BOE) memperingatkan pada Rabu (28/11/2018).

"Survei dan bukti lain menunjukkan bahwa banyak bisnis Inggris belum siap dalam perencanaan untuk transisi yang tiba-tiba ke aturan perdagangan baru," bank sentral mencatat dalam laporan barunya yang menguraikan dampak ekonomi potensial dari Brexit di bawah skenario yang berbeda, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (29/11/2018).

Gubernur Bank of England Mark Carney menyoroti beberapa angka kasar terkait dengan :

1. Kurang dari 50% bisnis yang berbasis di Inggris yang baru memulai membuat rencana darurat untuk potensi Brexit tanpa kesepakatan.

2. Kurang dari 20% usaha kecil di Inggris yang baru mempersiapkan rencana darurat dari Brexit.

3. Hingga 250.000 bisnis tidak pernah menyelesaikan formulir pernyataan bea cukai, yang akan diperlukan setelah Brexit yang berakhir tanpa kesepakatan untuk melanjutkan perdagangan dengan Uni Eropa.

4. 11 dari 12 proyek utama untuk menggantikan sistem perbatasan Inggris yang penting mungkin tidak dapat terlaksana tepat waktu untuk Brexit pada Maret 2019.

 

Menjadi dilema yakni mitra dagang terbesar Inggris adalah notabene Uni Eropa, yang telah menyediakan pasar untuk sekitar 44% dari seluruh ekspor barang dan jasa Inggris, dan memasok lebih dari setengah impornya.

Perdagangan saat ini antara kedua belah pihak berjalan tanpa gesekan, dengan pemeriksaan perbatasan yang tidak terlalu ketat.

Namun, semua kemudahan itu semua bisa sirna jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa persetujuan Brexit yang disetujui. Ada peringatan tentang antrean yang berjalan bermil-mil ketika pelabuhan berjuang dengan potensi pelambatan di perbatasan.

Perdana menteri Theresa May sedang berjuang untuk meyakinkan mayoritas anggota parlemen untuk menyetujui perjanjian Brexit-nya dengan Uni Eropa dalam pemungutan suara yang dijadwalkan 11 Desember.

Banyak yang khawatir itu membuat Inggris terlalu dekat dengan Uni Eropa, sementara yang lain lebih memilih tidak ada Brexit sama sekali.

Jika anggota parlemen tidak menyetujui proposal May, hal itu meningkatkan risiko bahwa Inggris dapat dipaksa untuk melakukan kesepakatan Brexit yang tidak berbelit-belit.

Tag: British Exit (Brexit), Uni Eropa

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Stefan Wermuth

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6089.305 -80.538 621
2 Agriculture 1529.475 7.439 20
3 Mining 1740.264 -24.661 47
4 Basic Industry and Chemicals 823.102 -18.496 71
5 Miscellanous Industry 1396.496 -21.778 46
6 Consumer Goods 2485.433 -44.232 49
7 Cons., Property & Real Estate 447.566 -6.607 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1048.350 -7.984 71
9 Finance 1161.972 -11.642 91
10 Trade & Service 783.053 -8.539 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 226 282 56 24.78
2 KONI 340 424 84 24.71
3 ARTA 488 600 112 22.95
4 SSTM 396 478 82 20.71
5 TIRA 125 150 25 20.00
6 ASBI 282 336 54 19.15
7 APEX 1,300 1,530 230 17.69
8 AHAP 60 68 8 13.33
9 PNSE 1,100 1,240 140 12.73
10 PTSN 965 1,085 120 12.44
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 690 555 -135 -19.57
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 OCAP 226 185 -41 -18.14
4 RELI 228 189 -39 -17.11
5 MERK 7,500 6,450 -1,050 -14.00
6 AKSI 444 398 -46 -10.36
7 KICI 300 270 -30 -10.00
8 SOTS 444 408 -36 -8.11
9 MSKY 785 730 -55 -7.01
10 PSDN 200 187 -13 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 360 8 2.27
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 UNTR 29,425 28,700 -725 -2.46
4 BBRI 3,680 3,600 -80 -2.17
5 TLKM 3,730 3,710 -20 -0.54
6 BMRI 7,575 7,400 -175 -2.31
7 MNCN 780 745 -35 -4.49
8 LPPF 5,625 5,825 200 3.56
9 ASII 8,450 8,300 -150 -1.78
10 PGAS 2,100 2,060 -40 -1.90