Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

BTN Bidik Pertumbuhan Laba 16-19% di 2019

BTN Bidik Pertumbuhan Laba 16-19% di 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk atau BTN mengakui telah melakukan sejumlah persiapan sebagai aksi korporasi dalam menyambut tahun politik 2019. Salah satu strategi yang akan dilakukan BTN adalah dengan manargetkan pertumbuhan laba perseroan sekitar 16-19% pada 2019. Adapun untuk target kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN menargetkan pertumbuhan sekitar 15%.

Hingga kuartal III, perseroan telah mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 11,51% secara tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp2,23 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp2 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengungkapkan, target pertumbuhan yang masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi. Di antaranya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia BI 7-Day Repo Rate yang diekspektasikan akan berlanjut dengan proyeksi 6% di akhir 2018 dan 6,50% di 2019.

"Target tersebut juga sudah dengan penyesuaian kebutuhan alokasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) untuk persiapan pemenuhan pernyataan standar akuntansi keuangan baru atau PSAK 71 di 2020," ujar Maryono dalam Media Gathering  BTN di Semarang, Jumat (30/11/2018).

Selain terkait kondisi sektor ekonomi, Menurut Maryono, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya pemilu legislatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. Namun, dia menilai pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN.

"Kami berharap pemilu berjalan damai dan lancar, sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu April, setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi, pengaruhnya kecil tahun politik ini," tegasnya.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai target dalam RBB itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR subsidi (SSB, FLPP, BP2BT, dan Tapera), meningkatkan pertumbuhan KPR nonsubsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis hunian bersubsidi.

Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar Pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal.

Maryono menuturkan, untuk mendukung capaian tersebut, perseroan akan mengimplementasikan struktur organisasi yang agile dengan streamline peran kantor pusat, Wilayah, dan cabang. Kemudian mempercepat proses bisnis (kredit dan pembukaan rekening dana) melalui roll-out inisiatif Business Process Improvement (BPI) dan meningkatkan produktivitas tenaga penjual di kantor cabang dan outlet dengan mengimplementasikan inisiatif Branch Activity.

"Harapannya tahun depan kontribusi kami terhadap program sejuta rumah lebih besar lagi," jelasnya.

Baca Juga

Tag: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52