Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Fahri Hamzah Usul Napi Tidak Ditahan, dengan Syarat?

Foto Berita Fahri Hamzah Usul Napi Tidak Ditahan, dengan Syarat?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengatakan perlu ada terobosan baru agar kasus kaburnya napi di Lapas, seperti yang terjadi di Lambero, Banda Aceh, tak lagi terulang. Salah satunya adalah tidak menahan narapidana yang dianggap tak berbahaya.

"Kenapa dulu kita membuat UU Grasi? Menurut saya, sebagian orang yang ditangkap itu enggak perlu ditahan. Bahkan, kita belajarnya kepada panel board system ya di luar negeri itu. Sekarang itu trennya penjara kosong, enggak ada isinya," ujar Fahri di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Ia menjelaskan, alih-alih ditahan, para narapidana bisa diminta bekerja menjadi petani atau berkebun. Sehingga, hasil hukuman tersebut juga bisa digunakan dan para narapidana, bahkan bisa mendapatkan kegiatan yang membuat mereka sibuk.

Sedangkan, khusus narapidana yang perlu ditahan adalah mereka yang diganjar hukuman karena menghilangkan nyawa orang lain. Selain itu, hukuman penjara juga pantas disematkan pada narapidana yang dikhawatirkan akan membahayakan orang lain.

"Psikopat, pembunuh, kriminal-kriminal yang jahat kepada orang itu yang ditahan. Tapi kalau orang enggak berbahaya dan enggak pernah melakukan perbuatan jahat, secara mental sehat, ngapain ditahan? Semakin ditahan, semakin gila orang," terangnya.

Oleh karena itu, ia berharap, reformasi di sektor lembaga pemasyarakatan bisa dilakukan. Sehingga, masalah penahanan narapidana bisa dikaji kembali.

"Reformasi sektor pemasyarakatan, mudah-muadhan UU Permasyarakatan yang baru dibahas lebih dalam, harus lebih reform," katanya.

Tag: Narapidana, Fahri Hamzah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21