Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:37 WIB. Waskita - Waskita Toll Road tingkatkan modal Rp79,2 miliar untuk konsesi jalan tol ruas Ngawi--Kertosono.
  • 10:37 WIB. BUMI - BUMI meraih penghargaan kategori emas dalam ajang Asia Sustainability Reporting.
  • 09:53 WIB. Saratoga - Sandiaga kembali menjual saham SRTG senilai Rp64,38 miliar di awal Desember ini.
  • 09:33 WIB. Dolar AS - Pukul 09.35: Dolar AS balas dendam, rupiah melemah 0,43% ke Rp14.562 per dolar AS. 
  • 09:01 WIB. IHSG - Jelang akhir pekan, IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.178,57. 
  • 07:15 WIB. Google - Google prediksi pemilu dan tokoh politik bakal jadi trending di 2019.
  • 07:02 WIB. California - California berencana kenakan pajak untuk SMS. 
  • 07:00 WIB. Fintech - Kemenkominfo telah blokir 400 Fintech ilegal dari OJK. 
  • 06:58 WIB. YLKI - YLKI sebut perlindungan konsumen belanja online rendah. 
  • 06:54 WIB. Apple - Apple investasikan Rp14,5 triliun untuk kampus di Texas. 

Oktober, Kredit Korporasi Dongkrak Penyaluran Kredit Perbankan

Foto Berita Oktober, Kredit Korporasi Dongkrak Penyaluran Kredit Perbankan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan pada periode Oktober 2018 sebesar Rp5.188,6 triliun atau tumbuh 13,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy). Sementara itu, kredit untuk debitur perseorangan dengan pangsa 45,5% dari total kredit tercatat tumbuh melambat dari 10,4% (yoy) menjadi 10,0% (yoy) pada bulan Oktober.

"Peningkatan penyaluran kredit terutama terjadi pada debitur korporasi yang memiliki pangsa 50,1% dari total kredit. Pertumbuhan kredit korporasi tercatat sebesar 15,3% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 14,3% (yoy). Hal ini mengindikasikan kegiatan ekonomi yang akan meningkat signifikan baik dalam investasi maupun kegiatan usaha," terang BI dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Berdasarkan jenis penggunaannya, peningkatan terjadi pada kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat tumbuh meningkat dari 13,6% (yoy) menjadi 14,1% (yoy) terutama disebabkan oleh akselerasi penyaluran KMK pada sektor konstruksi dan sektor industri pengolahan.

"KMK Sektor Konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan dari 13,9% (yoy) menjadi sebesar 19,1% (yoy). Akselerasi tersebut terutama didorong oleh KMK yang disalurkan kepada konstruksi jalan tol di Jawa Barat dan DKI Jakarta," jelas BI.

Akselerasi pertumbuhan juga didorong oleh KMK yang disalurkan untuk sektor industri pengolahan yang tercatat mengalami kenaikan dari 13,9% (yoy) menjadi 15,4% (yoy) khususnya pada subsektor industri pengilangan minyak bumi, pengolahan gas bumi serta subsektor industri semen, kapur, dan gips di wilayah Banten dan Sulawesi Utara.

Kredit investasi (Kl) tumbuh dari sebesar 11,4% (yoy) menjadi 13,1% (yoy) pada bulan Oktober 2018 terutama disebabkan oleh akselerasi pertumbuhan kredit sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan. dan perikanan.

Pertumbuhan Kl pada sektor pengangkutan dan komunikasi terutama didorong oleh subsektor angkutan Iaut domestik di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Sementara pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan disebabkan oleh peningkatan kredit pada subsektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau dan Jambi.

Di sisi Iain, kredit konsumsi (KK) pada Oktober 2018 tumbuh 11,4% (yoy), sedikit Iebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 11.5% (yoy) yang disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kredit multiguna (yoy). Sejalan dengan akselerasi penyaluran kredit, kredit properti tumbuh Iebih tinggi dari 14,8% (yoy), menjadi 16,7% (yoy), terutama pada kredit konstruksi dan kredit real estat.

"Pertumbuhan kredit real estat bulan Oktober 2018 sebesar 13,0% (yoy) dari 10,0% (yoy) pada bulan sebelumnya, disebabkan oleh perlambatan pada real estat gedung perbelanjaan (Mal, Plaza) di wilayah Banten dan Jawa Timur. Sementara itu, kredit KPR dan KPA tercatat melambat dari 14,5% pada September 2018 menjadi 13,9% (yoy) pada bulan Iaporan," sebut BI.

Sedangkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM Oktober 2018 tercatat mengalami peningkatan. Posisi kredit UMKM Oktober 2018 tercatat sebesar Rp951,8 triliun atau tumbuh 11,0% (yoy), Iebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4% (yoy). Kenaikan kredit UMKM terjadi baik dalam bentuk modal kerja maupun investasi.

Berdasarkan skala usahanya, pertumbuhan kredit untuk skala mikro mendorong pertumbuhan kredit UMKM dengan pertumbuhan 18,2% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya 15,3% (yoy), disusul oleh kredit usaha menengah dan kredit usaha kecil yang masing masing meningkat dari 5,2% (yoy) dan 10,9% (yoy) menjadi sebesar 6,8% (yoy) dan 11,7% (yoy) pada Oktober 2018.

Tag: kredit perbankan, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00