Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:10 WIB. IHSG - Akhiri sesi I, IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 6.09,95. 
  • 11:25 WIB. Lummus Technology - Chandra Asri percayakan desain furnace cracker kedua di Cilegon kepada Lummus Technology.
  • 10:48 WIB. Obligasi - Indonesia Eximbank siap bayar obligasi Rp2,8 triliun.
  • 10:02 WIB. IPO - PT Urban Jakarta Propertindo catatkan saham perdana di BEM dengan kode URBN. 
  • 10:02 WIB. IPO - PT Satria Mega Kencana catatkan saham perdana di BEI dengan kode SOTS.
  • 09:41 WIB. Fintech - 45 fintech baru resmi terdaftar di Bank Indonesia.
  • 09:41 WIB. Kontrak - WIKA tergetkan raih kontrak internasional senilai Rp9 triliun di tahun depan.
  • 09:41 WIB. Produksi - Tahun 2019, Mark Dynamics tingkatkan produksi 16,67% menjadi 630 ribu unit per bulan.
  • 09:37 WIB. Rupiah - Rupiah terpantau melemah 0,23% ke level Rp14.515 per dolar AS. 
  • 09:03 WIB. Gaikindo - Gaikindo usul mobil listrik impor dulu sebelum rakit lokal.
  • 08:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Mix versi 5G mulai tersedia awal 2019 mendatang di sejumlah negara Eropa.
  • 08:36 WIB. Gim - Gim legendaris Crash Team Racing bakal dibuat ulang dan bisa online.
  • 08:33 WIB. Uber - Uber diam-diam ajukan IPO.
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Akhirnya Xiaomi Mi A1 cicipi Android Pie.
  • 07:54 WIB. Huawei - Bos Huawei terancam dihukum puluhan tahun penjara. 

Pelaku Industri Dukung Kemenkominfo Keluarkan Regulasi IoT

Foto Berita Pelaku Industri Dukung Kemenkominfo Keluarkan Regulasi IoT
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Para pelaku industri terkait solusi internet of things (IoT) mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera mengeluarkan regulasi terkait dengan IoT.

Founder Indonesia IoT Forum, Teguh Prasetya mengatakan, regulasi ini nantinya membuka kesempatan bagi teknologi jaringan LPWAN lain.

"Selain yang berbasis seluler seperti NB IoT untuk dapat beroperasi secara legal di Indonesia," ujar Teguh Prasetya, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini sedang menyusun rancangan peraturan menteri izin kelas yang menggabungkan beberapa peraturan menteri, keputusan menteri, dan peraturan direktur jenderal berbasis izin kelas seperti SRD, WLAN 2.4GHz, WLAN 5.8GHz, Low Power Device, DSRC, LAA, dan IoT. Menurut Teguh berbagai pilihan dalam pemanfaatan IoT diperlukan karena tidak semua solusi IoT dapat dipaksakan menggunakan satu teknologi. Sebagai gambaran, aplikasi jaringan IoT di daerah rural yang hampir tidak ada manusia dengan penggunaan data yang kecil mungkin tidak akan masuk dalam skala investasi layanan jaringan NB IoT. Sebaliknya, solusi IoT untuk Smart City yang ada di pusat kota bisa menggunakan layanan NB IoT yang saat ini sudah tersedia.

Teguh menambahkan, Indonesia IoT Forum saat ini sedang melakukan kampanye IoT Goes to Market di lima kota. Sebanyak 4 kota telah disinggahi, yaitu Bandung, Jakarta, Bali, dan Medan.

"Dari keempat kota tersebut banyak masukan untuk segera go to market dan semua pihak sepakat bahwa harus ada kolaborasi, tidak bisa hanya bergantung pada satu teknologi untuk kebutuhan industri maupun ritel yang unik di Indonesia," ujar Teguh.

Sementara itu, Business Development PT Polytron, Joegianto, mengatakan bahwa IoT sebagai connectivity layer pada industri 4.0 menjadi kunci berkembangnya teknologi lain sehingga perlu di dorong untuk berkembang.

Polytron sebagai perusahaan Teknologi di Indonesia yang 100 persen milik lokal tetap membuka diri untuk mempelajari dan melihat teknologi komunikasi perangkat IoT yang cocok dengan kebutuhan, ujarnya. Dia menambahkan saat ini Polytron sedang menjajaki penggunaan teknologi NB-bh IoT dengan XL Axiata untuk belajar platform IoT mereka yang dinamai FlexIOT, hingga belajar tentang penggunaan LoRa untuk area rural yang saat ini aturan mainnya tengah dibuat oleh pemerintah.

Pihaknya berharap aturan tersebut dapat segera selesai. Terbitnya aturan untuk komunikasi data perangkat IoT Non 3GPP standard akan memberikan warna baru, khususnya di area yang secara topografi belum terjangkau oleh teknologi komunikasi dari 3GPP standard dapat self sustained dan tetap terkoneksi dengan baik dengan gunakan LoRa, SigFox, RPMA, atau lainnya.

Sebagai industri yang ada di Indonesia kami harus mendukung dan patuh dengan aturan pemerintah yang sejatinya dibuat untuk kepentingan bersama, tambahnya.

CEO Dycodex, Andri Yadi, mendukung pemerintah segera menerbitkan regulasi IoT khususnya terkait LPWA non seluler. Walaupun IoT makers bersifat agnostik terhadap konektifitas, akan tetapi LPWA bisa menjadi pilihan solusi untuk use case tertentu.

"Regulasi tersebut akan menjadi acuan sekaligus perlindungan yang kuat bagi makers untuk segera mengkomersialkan pengembangan produk dan solusi ke lapangan," ujarnya.

Sugeng Imbran, CTO PT SGrid Indonesia mengatakan pihaknya sudah melakukan uji coba dengan industri yang memerlukan layanan IoT, namun untuk komersialisasi masih terganjal belum adanya aturan.

Regulator perlu mewadahi demam IoT ini dengan menyediakan alokasi spektrum yang sesuai dan standar, yang menumbuh kembangkan industri lokal, kata Sugeng.

Tag: Internet of Things (IoT), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21