Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:43 WIB. Pertamina - Pertamina MOR IV memasok kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jateng.
  • 20:42 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan dua titik BBM satu harga di Maluku dan Papua.
  • 20:42 WIB. Perindo - Perindo fokus perkuat ekspor perikanan ke Jepang dan AS.
  • 20:42 WIB. AXA - Axa Mandiri menargetkan premi nasabah prioritas naik 10% tahun ini.
  • 20:41 WIB. PTPN - Berdasarkan perkiraan PTPN, stok GKP pada awal tahun depan hanya 300.000-400.000 ton.
  • 20:41 WIB. PTPN - PTPN Holding akan meminta kuota untuk impor gula mentah pada tahun ini.
  • 20:41 WIB. Energi - Pertamina bersinergi dengan PLN terkait pemanfaatan listrik di lingkungan Pertamina RU II.

Ini Alasan Habib Bahar Sebut 'Presiden Banci'

Foto Berita Ini Alasan Habib Bahar Sebut 'Presiden Banci'
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Habib Bahar bin Smith hadir dalam acara Reuni Aksi Damai 212 yang digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12/2018). Dalam aksi damai tersebut, dirinya membuka suara tuduhan terkait penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan sebutan 'presiden banci'.

"Beberapa waktu lalu para pendukung Jokowi melaporkan saya ke Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Mereka melapor bahwa Habib Bahar telah menghina Jokowi dengan sebutan presiden banci, dan juga melaporkan habib bahar penghianat bangsa, habib juga memberikan isi ceramah Jokowi memberikan janji palsu. Saya jawab kenapa? Makanya kalo lihat isi ceramah yang utuh jangan dipotong bagaimana isi ceramah saya," jelas Habib Bahar di depan para peserta, Minggu (2/12/2018).

Dirinya menyatakann dengan kata-kata tersebut, lantaran pada aksi damai 411 yang digelar pada dua tahun lalu, Joko Widodo enggan keluar dari Istana untuk menemui para tokoh Ulama, Kiai, dan juga Santri yang menuntut untuk mengadili Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, yang kala itu tersandung masalah penistaan Agama.

"Kenapa saya katakan dia banci? Pertama, pada 411 jutaan umat islam, Ulama, Habib, Kiyai berkumpul depan istana untuk minta keadilan dan ketegakan hukum pada penista agama. Justru para Habib, Kiyai, santri di berondong gas air mata," jelas Habib Bahar dengan lantang.

Atas perlakuan tersebut, dirinya menganggap bahwa apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo dianggap sangat melukai dan merendahkan para Tokoh Agama. "Saya berkata seperti itu karena saya tidak rela saudara-saudara saya dizalimi dan di kriminalisasi," lanjutnya.

"Yang kedua kenapa saya katakan penghianat bangsa karena saya tidak rela rakyat kelaparan dan kehausan disaat para pemimpin hidup senang dan hidup kenyang," pungkas Habib Bahar bin Smith.

Untuk diketahui, Habib Bahar bin Smith dilaporkan oleh Cyber Indonesia yang menurutnya menyampaikan ucapan yang diduga menghina Presiden Jokowi. Ditambah lagi Habib Bahar dituding bukan memberikan ceramah yang beradab karena isinya melecehkan seorang kepala negara.

Tag: Habib Bahar, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93