Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,83% di akhir sesi II.
  • 15:01 WIB. BUMN - Ekonom menilai perombakan direksi BUMN tidak lazim.
  • 13:44 WIB. Impor - Jepang minta penghapusan pembatasan impor saat pertemuan WTO 
  • 13:48 WIB. Jepang - Unicorn Mercari rugi sebesar US$110 juta
  • 14:01 WIB. Iran - Iran menyita kapal tanker asing yang diduga selundupkan bahan bakar 
  • 14:03 WIB. Perancis - Pajak perusahaan digital jadi fokus bahasan Menteri Keuangan Negara G7
  • 14:03 WIB. Jepang - 33 orang tewas terbakar di Studi Anime Kyoto
  • 13:43 WIB. Ebola - WHO umumkan darurat ebola di Republik Demokratik Kongo
  • 13:27 WIB. Drone - Pemerintah Iran membantah drone-nya ditembak AL AS.
  • 12:51 WIB. Tembakau - PBNU mendukung produk tembakau alternatif.
  • 11:53 WIB. Anambas - Menteri Susi ingin Anambas jadi pioneer industri perikanan dan pariwisata.

Sulsel-Sumbar Kolaborasi Pengembangan Industri Kecil Menengah

Sulsel-Sumbar Kolaborasi Pengembangan Industri Kecil Menengah - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan berkolaborasi dalam pengembangan Industri Kecil Menengah atau IKM. Jajaran pemerintah provinsi, baik Sulsel maupun Sumbar akan saling mendukung demi akselerasi pengembangan IKM. 

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan pihaknya berusaha memacu kualitas produk dari IKM. Sulsel dan Sumbar sepakat untuk saling bantu dalam upaya pengembangan IKM, dimana salah satu kendala dan tantangannya berkaitan produk yang variannya masih memiliki kekurangan. 

"Ke depannya kita akan pacu itu. Yang pertama, masalah traceability. Artinya kita tahu, diolah oleh siapa, ditanam oleh siapa, sekarang kita tidak butuhkan jumlah tetapi kualitas dari suatu produk untuk menentukan produk itu sendiri," ujar Sudirman, di Makassar. 

Tantangan pengembangan IKM lainnya, Sudirman menyebut masalah promosi. "Saya kemarin meminta kepada beberapa kedutaan untuk memasang atau memajang produk-produk unggulan Indonesia, kita bisa bayangkan kalau berapa kedutaan memasang atau memajang produk Indonesia di etalase khusus produk-produk Indonesia yang sifatnya bisa dipromosikan beberapa negara," tambahnya.

Orang nomor dua di Sulsel itu menambahkan mungkin Provinsi Sumbar bisa memasang produk unggulannya di Kantor Pemprov Sulsel. Tinggal pilih tempat yang mana dan tata dengan baik sehingga bisa lebih menarik. 

"Kemudian yang ketiga (tantangan pengembangan IKM), ya masalah perhatian pemerintah terhadap bagaimana Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa berkembang paling tidak adalah kita support dari teknologi yang mereka butuhkan," sebutnya. 

Kesepahaman antara pemerintah Sulsel dan Sumbar terkait pengembangan IKM mulai dijajaki pada Sumbar Expo 2018 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, belum lama ini. Event tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan para bupati/wali kota se-Sumbar. Turut hadir pejabat dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. 

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, sendiri menyampaikan bahwa potensi-potensi yang ada di Sulsel pasti akan tindaklanjuti dengan beberapa staf yang menangani hal tersebut. "Sumbar Expo 2018 ini adalah yang ketujuh, dimana sebelumnya sudah diadakan di Batam, Bandung dan tahun depan kita adakan di Medan."

"Yang pastinya tidak ada lain kita promosikan produk-produk dari Sumbar," sambung Irwan.

Tentunya Sumbar Expo ini hadir untuk menjual potensi Sumbar, termasuk meningkatkan daya saing beberapa UKM dan industri yang ada. Sehingga, lanjut Gubernur Irwan, industri kecil menengah bisa bertumbuh dan investor semakin banyak yang melirik daerahnya. 

"Kami berharap agar kedepannya kedepannya Provinsi Sulsel dan Sumbar bisa terus bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya. 

Tag: Sulawesi Selatan, Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6403.294 8.685 652
2 Agriculture 1359.779 -0.916 21
3 Mining 1655.430 15.724 49
4 Basic Industry and Chemicals 816.021 16.130 72
5 Miscellanous Industry 1264.885 5.069 49
6 Consumer Goods 2385.818 14.333 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.521 0.306 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1233.628 3.292 74
9 Finance 1316.824 -9.517 91
10 Trade & Service 816.856 -0.632 163
No Code Prev Close Change %
1 HRME 545 680 135 24.77
2 POLU 1,010 1,260 250 24.75
3 ARKA 830 1,035 205 24.70
4 PICO 390 486 96 24.62
5 GLOB 406 505 99 24.38
6 PAMG 362 416 54 14.92
7 SAPX 655 745 90 13.74
8 MINA 1,250 1,400 150 12.00
9 INPP 720 800 80 11.11
10 SOTS 270 300 30 11.11
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 480 372 -108 -22.50
2 BRAM 14,000 11,200 -2,800 -20.00
3 PCAR 2,430 2,010 -420 -17.28
4 TMAS 210 174 -36 -17.14
5 AKSI 338 284 -54 -15.98
6 ARTA 400 342 -58 -14.50
7 POSA 242 214 -28 -11.57
8 BTEK 83 74 -9 -10.84
9 SKBM 440 400 -40 -9.09
10 OASA 290 264 -26 -8.97
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 350 6 1.74
2 IPTV 244 242 -2 -0.82
3 MNCN 1,420 1,365 -55 -3.87
4 POSA 242 214 -28 -11.57
5 ANTM 900 950 50 5.56
6 BBRI 4,520 4,450 -70 -1.55
7 INKP 7,900 8,475 575 7.28
8 INCO 3,130 3,180 50 1.60
9 BKSL 134 142 8 5.97
10 INOV 422 442 20 4.74