Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:01 WIB. IHSG - Jelang akhir pekan, IHSG dibuka menguat 0,14% ke level 6.178,57. 
  • 07:15 WIB. Google - Google prediksi pemilu dan tokoh politik bakal jadi trending di 2019.
  • 07:02 WIB. California - California berencana kenakan pajak untuk SMS. 
  • 07:00 WIB. Fintech - Kemenkominfo telah blokir 400 Fintech ilegal dari OJK. 
  • 06:58 WIB. YLKI - YLKI sebut perlindungan konsumen belanja online rendah. 
  • 06:54 WIB. Apple - Apple investasikan Rp14,5 triliun untuk kampus di Texas. 

Sulsel-Sumbar Kolaborasi Pengembangan Industri Kecil Menengah

Foto Berita Sulsel-Sumbar Kolaborasi Pengembangan Industri Kecil Menengah
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan berkolaborasi dalam pengembangan Industri Kecil Menengah atau IKM. Jajaran pemerintah provinsi, baik Sulsel maupun Sumbar akan saling mendukung demi akselerasi pengembangan IKM. 

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan pihaknya berusaha memacu kualitas produk dari IKM. Sulsel dan Sumbar sepakat untuk saling bantu dalam upaya pengembangan IKM, dimana salah satu kendala dan tantangannya berkaitan produk yang variannya masih memiliki kekurangan. 

"Ke depannya kita akan pacu itu. Yang pertama, masalah traceability. Artinya kita tahu, diolah oleh siapa, ditanam oleh siapa, sekarang kita tidak butuhkan jumlah tetapi kualitas dari suatu produk untuk menentukan produk itu sendiri," ujar Sudirman, di Makassar. 

Tantangan pengembangan IKM lainnya, Sudirman menyebut masalah promosi. "Saya kemarin meminta kepada beberapa kedutaan untuk memasang atau memajang produk-produk unggulan Indonesia, kita bisa bayangkan kalau berapa kedutaan memasang atau memajang produk Indonesia di etalase khusus produk-produk Indonesia yang sifatnya bisa dipromosikan beberapa negara," tambahnya.

Orang nomor dua di Sulsel itu menambahkan mungkin Provinsi Sumbar bisa memasang produk unggulannya di Kantor Pemprov Sulsel. Tinggal pilih tempat yang mana dan tata dengan baik sehingga bisa lebih menarik. 

"Kemudian yang ketiga (tantangan pengembangan IKM), ya masalah perhatian pemerintah terhadap bagaimana Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa berkembang paling tidak adalah kita support dari teknologi yang mereka butuhkan," sebutnya. 

Kesepahaman antara pemerintah Sulsel dan Sumbar terkait pengembangan IKM mulai dijajaki pada Sumbar Expo 2018 di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, belum lama ini. Event tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan para bupati/wali kota se-Sumbar. Turut hadir pejabat dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. 

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, sendiri menyampaikan bahwa potensi-potensi yang ada di Sulsel pasti akan tindaklanjuti dengan beberapa staf yang menangani hal tersebut. "Sumbar Expo 2018 ini adalah yang ketujuh, dimana sebelumnya sudah diadakan di Batam, Bandung dan tahun depan kita adakan di Medan."

"Yang pastinya tidak ada lain kita promosikan produk-produk dari Sumbar," sambung Irwan.

Tentunya Sumbar Expo ini hadir untuk menjual potensi Sumbar, termasuk meningkatkan daya saing beberapa UKM dan industri yang ada. Sehingga, lanjut Gubernur Irwan, industri kecil menengah bisa bertumbuh dan investor semakin banyak yang melirik daerahnya. 

"Kami berharap agar kedepannya kedepannya Provinsi Sulsel dan Sumbar bisa terus bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya. 

Tag: Sulawesi Selatan, Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00