Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:43 WIB. Pertamina - Pertamina MOR IV memasok kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jateng.
  • 20:42 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan dua titik BBM satu harga di Maluku dan Papua.
  • 20:42 WIB. Perindo - Perindo fokus perkuat ekspor perikanan ke Jepang dan AS.
  • 20:42 WIB. AXA - Axa Mandiri menargetkan premi nasabah prioritas naik 10% tahun ini.
  • 20:41 WIB. PTPN - Berdasarkan perkiraan PTPN, stok GKP pada awal tahun depan hanya 300.000-400.000 ton.
  • 20:41 WIB. PTPN - PTPN Holding akan meminta kuota untuk impor gula mentah pada tahun ini.
  • 20:41 WIB. Energi - Pertamina bersinergi dengan PLN terkait pemanfaatan listrik di lingkungan Pertamina RU II.

Berawal dari Kertas Bekas, Bisnis Dewi Kocu Sekarang Sudah Kelas Atas

Foto Berita Berawal dari Kertas Bekas, Bisnis Dewi Kocu Sekarang Sudah Kelas Atas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Awal mulanya, Dewi Kocu hanya seorang karyawan biasa yang bekerja di kantoran. Saat sedang membaca majalah fashion di kantornya, Dewi menemukan paper cutting yang sederhana namun indah. Mulai dari sana lah ia tertarik untuk mencoba membuatnya hanya dengan bermodalkan kertas bekas di kantor dan sebuah gunting. Dewi mulai mempelajari bagaimana cara pembuatannya, apa saja yang dibutuhkan, desain seperti apa yang ia perlukan.

Saat pertama memotong dengan menggunakan gunting, ia menemukan kesulitan di beberapa bagian yang tidak bisa dijangkau. Dan pada saat itu ia menyelesaikan paper cuttingnya menggunakan cutter. Berawal dari sanalah, karya-karya selanjutnya yang ia buat menggunakan cutter, dan itulah mengapa dinamakan 'cutteristic'.

Semasa kuliah, Dewi mengambil jurusan Arsitektur di Universitas Tarumanegara, dan sudah belajar memotong ketika membuat maket bangunan untuk keperluan mata kuliahnya. Ia mengaku tidak pernah belajar seni memotong dari orang atau institusi lain.

Keyakinan yang dimiliki Dewi untuk sukses dengan bisnisnya dapat dibilang cukup besar. Ia berani meninggalkan pekerjaan terdahulunya dan memutuskan untuk fokus berbisnis di bidang paper cutting.

"Karena saya berpikir seni ini masih langka di Indonesia. Belum ramai orang yang tahu. Makanya saya ingin seni ini diketahui banyak orang dan berkembang. Terus saya mikir, wah enggak bisa double job, saya harus fokus, makanya saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan sebelumnya," jelasnya.

Ketika melihat sepintas hasil karya dari Dewi ini, tidak akan terbayang bagaimana proses pembuatannya. Karena bentuknya yang mengikuti gambar aslinya, terbesit pemikiran, "ini merupakan karya seni yang sulit" adalah hal yang wajar. Namun, Dewi tetap menjalankannya karena memang ia menyukai desain yang rumit dan menikmati tantangan dari setiap proses pembuatannya.

"Saya ingin orang-orang tahu bahwa kita dapat membuat sesuatu yang indah dari bahan yang sederhana, kertas," kata Dewi berdasarkan kutipan dari cutteristic.com (3/12).

Bisnis ternyata tidak selamanya dimulai dari bahan-bahan yang sukar dicari, dan butuh modal banyak. Bisnis cutteristic, Dewi Kocu telah membuktikannya.

Jika Anda tertarik untuk berbisnis paper cutting juga, Dewi berpesan agar Anda harus bisa memotong dengan rapi dan bersih serta harus mampu membuat garis desain yang bagus juga.

"Keduanya harus dimiliki, dan harus seimbang. Karena percuma kalau kemampuan mengguntingnya bagus, namun desain yang digunting enggak bagus, dan begitu juga sebaliknya," ungkapnya.

Setelah memiliki kedua kemampuan itu, Anda juga harus memiliki kesabaran dan ketekunan agar bisnis paper cutting ini bisa berlanjut terus menerus. Hanya bermodalkan kertas dan cutter, kini Dewi berhasil meraup omzet sebesar Rp100 juta setiap bulannya. Wah, bisnis yang menggiurkan yaa!

Tag: Kisah Sukses, Entrepreneur

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Instagram/cutteristic

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93